Friday, 30 November 2018

5 Tips Saat Akan Memulai Mengoleksi Properti Foto



Sejak marak instagram, orang semakin gandrung menekuni dunia fotografi. Setiap orang yang memiliki akun instagram selalu ingin menampilkan foto terbaiknya supaya feed instagram terlihat cantik. Hal ini juga didukung dengan pesatnya perkembangan teknologi ponsel. Ponsel pintar aka smartphone dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi dan fitur-fitur mendekati kamera profesional.
 Jika flashback ke masa beberapa tahun silam, saya harus meminjam kamera (kalu nggak salah disebut ‘tustel’ atau bahkan ‘kodak’) dan membeli roll film untuk mengabadikan momen-momen spesial. Iya, saya suka sekali dengan fotografi sudah sejak dulu namun sampai sekarang belum memiliki perangkat selain kamera HP. Curcol buuk?! Ups.

Setelah genarasi kamera digital saku/pocket camdig/camdig mulai menggantikan tustel saya pun merasa beruntung ada saudara dan teman kos yang memilikinya. Karena saya boleh meminjam kamera tersebut saat membutuhkan. Beruntung banget kan, punya saudara dan teman yang baik hati? Saya pun bisa memanfaatkan camdig –nya saat ada agenda di kampus maupun saat berencana pergi ke suatu tempat.
Sekarang saya senang mengikuti berbagai akun penggemar fotografi di instagram, terutama mereka yang menggunakan perangkat kamera HP alias smartphone photography. Kebanyakan mereka memoto objek yang sederhana bisa terlihat sangat apik karena komposisinya yang pas, angle yang tepat menonjolkan sisi menarik objek tersebut, pencahayaan, styling, dll.
Saya pernah merasa penasaran sekali dengan styling, bagaimana seseorang mengatur sedemikian rupa objek yang akan difoto dengan berbagai tambahan properti. Saya pun mulai mengumpulkan properti foto karena tertarik dengan konsep foto terutama flatlay dan still life photography.
Nah, karena tema #BPN30DayChallenge hari ini tentang barang yang dikoleksi, saya akan menulis seputar properti foto. karena memang saya tidak punya barang lain yang dikoleksi. Gamis dan khimar, bukan koleksi karena punya seperlunya saja. Buku masih memungkinkan, namun karena kemarin sudah membahas buku, saya coba bahas yang lain deh.
So, berikut 5 tips mengoleksi properti foto versi saya:

1. Mulai dari Properti Dasar

Sebelum memiliki properti khusus untuk foto, saya menggunakan barang apa saja yang ada di rumah. Saat memerlukan alas foto/background putih/hitam/biru atau warna netral lainnya, saya gunakan jilbab atau rok. Setelah itu saya mulai membeli kain warna hitam dan putih.
Sebenarnya banyak yang menjual alas foto dengan beragam motif, namun saya belum pernah membeli. Biasanya, teman-teman saya penggiat fotografi memiliki alas foto warna putih rustic, hitam, dan biru muda.  Sebenarnya bisa juga membuat properti ala DIY (do it yourself), tapi masih sebatas niat belum pernak eksekusi.
 
Properti murah meriah

2. Hunting Properti Foto Murah Meriah

Saya mencari barang-barang yang sekiranya bisa digunakan sebagai properti foto namun dengan harga yang sangat ramah dengan kantong saya. Biasanya, sebelum beli saya melihat akun-akun instagram yang saya ikuti dan mengamati properti apa saja yang mereka gunakan.
Sebenarnya, penggunakan properti juga menyesuaikan dengan gaya/tema foto. misalnya foto makanan, maka properti yang umum digunakan adalah serbet motif garis/kotak-kotak, sendok/garpu kayu, gerabah, piring/gelas kayu, talenan, dll.
Berhubung dana saya terbatas, jadi saya beli yang murah-meriah seperti ingke (piring dari lidi) seharga 3-5 ribu rupiah, piring dari anyaman bambu, dll. Saat hunting ke toko aksesoris pun saya pilih barang-barang mini dengan harga murah meriah.
Jika budget yang dimiliki banyak, tak ada salahnya memilih barang dengan harga yang mahal karena tentu berbeda kualitasnya. Namun prinsip saya, selama saya belum mahir memainkan kamera dan belum menemukan gaya yang menjadi ciri khas saya, lebih baik menggunakan properti yang murah. Mungkin jika kelak hobi foto ini bisa ‘menghasilkan’ dan saya punya perangkat fotografi yang lebih memadai (kamera Dslr/mirrorless) mungkin saya akan memikirkan ulang untuk membeli properti yang lebih berkualitas.

3. Sisihkan Anggaran Setiap Bulan

Seperti halnya dulu saat saya mulai membeli clodi untuk anak-anak, saya memulainya sedikit demi sedikit. Saya targetkan setiap bulan membeli 1 clodi. Untuk membeli properti foto pun saya terapkan hal ini. Setiap bulan saya keluarkan uang untuk ditabung dan digunakan untuk membeli props. Besarnya tak seberapa, karena itu setelah terkumpul barulah saya membelinya.

4. Ikut Giveaway

Ini untung-untungan sih, saya mengikuti berbagai givaway hanya beberapa kali nyantol dan mendapat barang yang bisa saya gunakan untuk mempercantik tampilan foto. baru-baru ini saya juga mengikuti giveaway dengan hadiah properti dari kayu. Doakan semoga berhasil, yak! Hehe.
Intinya kalau mau ikut GA, bermuka badak saja, meskipun belum menang teruslah berusaha dan mengikuti GA lainnya dengan harapan bisa memang dan menambah koleksi props.

Set cangkir hadiah, bunga pinus ambil di taman :P

5. Manfaatkan dan Simpan Barang-barang Bekas

Yang terakhir ini membuat saya menjadi seperti penimbun barang. Demi menghemat anggaran sih. haha. Ketika ada barang tak terpakai yang sekiranya masih bisa digunakan sebagai props foto, pasti saya simpan kembali. Contohnya nih, ada papan kayu sisa renovasi rumah, papan kayu sisa membuat kisi jendela, triplek, pita satin dari hiasan kado, dan banyak lagi. Lumayan banget menambah props foto. Semoga nggak termasuk sebagai orang yang menumpuk barang nggak bermanfaat, aamiin.
Yang nggak kalah penting nih, Temans. terkait penyimpanan properti tersebut. Namanya barang printilan dan banyak jika kita tidak menyimpannya dengan benar pasti akan lebih rawan hilang, tercecer, maupun membuat rumah jadi serba berantakan. Solusinya, sediakan box/container dengan ukuran yang cukup besar dan simpan properti foto di dalamnya. Untuk pernak-pernik kecil seperti kalung mutiara, bunga platik, dll masukkan ke dalam wadah tersendiri sebelum dikumpulkan bersama properti lainnya.
Kalau Kamu suka ngoleksi apa, Temans?

2 comments:

  1. kalo lagi jalan, celingak celinguk nyari sesuatu yg menarik buat dipungut :D
    aku pernah mungutin biji pinus. trus daun maple. kalo beli kan lumayan hehehe

    ReplyDelete
  2. Aku kalau pengen moto flatlay nyari apa yang ada aja,punyanya apa ya itu yang aku foto soalnya ngga ada budget beli properti foto,dan sama kayak kamu pakai kamera hp aja memfotonya jadi seadanya dulu... Foto flatlay ku masih berantakan dan tidak punya konsep yg jelas ..hehehe...kalo koleksi untuk saat ini suka beli buku dan Bros gitu aja

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam