Thursday, 13 June 2019

Idulfitri di Rantau


Pertama Kali Idulfitri di Pulau Dewata


Assalamu’alaikum,
Lebaran telah usai, ya Temans! yang kemarin juga merayakan bada kupat alias perayaan hari ke-7 idulfitri dengan makan ketupat (lagi) pasti seru sekali. kini saatnya kembali ke rutinitas. Beruntung, si Kakak masih libur sekolah sehingga saya masih bisa bersantai dengan ngopi-ngopi di pagi hari. Ingin jalan cukup jauh bersama anak-anak tapi cuaca kurang mendukung, akhirnya hanya ngendon di rumah ketika si Ayah libur.
Well, idulfitri tahun ini adalah idulfitri pertama kali yang saya alami di tanah rantau, di Pulau Dewata. Tahun kemarin kami telah tinggal di Denpasar, namun menyempatkan diri pulang ke Jawa (ke Semarang dan Wonosobo) saat Ramadhan karena dua adik kandung akan menikah di bulan syawal. Jadilah saya bersama anak-anak lebaran di Semarang, suami sendirian di Denpasar.
“Nggak mudik, Bund?”

Tuesday, 4 June 2019

Ramadhan, Semoga Kita Bertemu Kembali


Ramadhan, Semoga Kita Bertemu Kembali
Doa dan Harapan Ramadhan 1440 H tahun 2019 M

Hilal syawal akan tiba hanya terbilang  jam lagi. Ramadhan akan beranjak meninggalkan kita. Haru, sedih, gembira membuncah di dada. Haru karena 30 hari hampir terpampaui, sedih karena harus berpisah dan menghadapi 11 bulan lainnya dengan nuansa yang berbeda dengan Ramadhan, juga gembira karena di bulan syawal banyak keluarga yang berkumpul setelah sekian lama tak bersua.
Sudahkah ‘bekas’ Ramadhan terpari dalam hatimu, Arin?

Sunday, 2 June 2019

Momen Terbaikku di Ramadhan 1440 H


Momen Terbaikku di Ramadhan Tahun 2019
Momen terbaik di Ramadhan tahun 2019/ 1440 H

Memasuki Ramadhan tahun 2019 ini, saya mengalami kegalauan luar biasa. Pasalnya, tahun ini kami benar-benar ‘sendiri’ di rantauan. Tahun kemarin kami telah tinggal di Denpasar sejak 2 bulan sebelum Ramadhan. Bak mendapat grand prize,  sepekan sebelum memasuki Ramadhan 1439 H, bapak dan ibu mertua datang menjenguk cucu. MasyaAllah, senangnya luar biasa karena ada keluarga yang menemani.

Saturday, 1 June 2019

Mengatur Jajanan saat Lebaran


Mengatur Jajanan saat Lebaran
Cerdas mengatur jajanan saat lebaran


Ramadhan sudah tinggal 3 hari lagi akan beranjak meninggalkan kita. Ada rasa sedih, karena tahun ini tidak mudik ke kampung halaman. Sedih karena rasanya masih kurang optimal beribadah di bulan ini sementara tak ada jaminan kita akan kembali bertemu dengannya.
Di sisi lain saya juga senang melihat keluarga yang bisa mudik, juga teman-teman yang pulang ke tanah kelahiran dan berkumpul bersama keluarga tercinta. Memang hampir tak ada momen yang bisa menyatukan kebersamaan seluruh keluarga selain hari raya idulfitri. Idulfitri yang identik dengan aneka makanan dan jajanan lezat khas-nya.
Di kampung, mamak saya selalu antusias menyambut idulfitri dengan membuat berbagai penganan. Pangsit goreng, keripik pisang, rempeyek kacang, opak ketan, dan berbagai olahan lain. Selainnya, aneka jajanan kering beliau dapatkan dari pasar. Jangan heran jika setiap idulfitri toples-toples dikeluarkan untuk menampung jajanan itu, karena tamu yang berdatangan selalu berjubel.