Sunday, 2 June 2019

Momen Terbaikku di Ramadhan 1440 H


Momen Terbaikku di Ramadhan Tahun 2019
Momen terbaik di Ramadhan tahun 2019/ 1440 H

Memasuki Ramadhan tahun 2019 ini, saya mengalami kegalauan luar biasa. Pasalnya, tahun ini kami benar-benar ‘sendiri’ di rantauan. Tahun kemarin kami telah tinggal di Denpasar sejak 2 bulan sebelum Ramadhan. Bak mendapat grand prize,  sepekan sebelum memasuki Ramadhan 1439 H, bapak dan ibu mertua datang menjenguk cucu. MasyaAllah, senangnya luar biasa karena ada keluarga yang menemani.

1. Berhasil Melalui hari-hari di Bulan Ramadhan
Alhamdulillah, kekhawatiran yang sempat muncul sebelum masuk Ramadhan tertepis perlahan-lahan. Hari-hari berjalan lancar meski tak lepas dari jungkir-balik gedubrakan masak menjelang berbuka, sahur, terlambat sahur, anak-anak sakit, dll. Fyuuh... lega sekali akhirnya bisa melalui semuanya dengan dukungan dan bantuan dari suami.
Pekerjaan rumah yang tak seberapa namun tak ada habisnya di-handle bersama suami. Juga pembagian tugas saat suami di rumah dan saya harus menyiapkan makanan berbuka. Ah, tapi saya jadi sedih ramadhan sebentar lagi akan meninggalkan kita.

2. Mandapat hadiah Lomba Blog Dompet Dhuafa
Sudah lama saya tidak mendapat hadiah dari lomba blog, karena tidak mengikuti berbagai kompetisi, hehe. Saat mengerahui Dompet Dhuafa mengadakan lomba dengan tema ‘berbagi’, saya pun tertarik mengikuti karena memiliki bahan cerita. Tak dinyana, nama saya muncul sebagai salah satu penerima hadiah hiburan. ‘hanya’ hadiah hiburan memang, tapi ini pencapaian luar biasa bagi saya, terlebih menurut juri, artikel yang masuk lebih daru 250. MasyaAllah tabarakallah... semoga menjadi pemantik untuk terus menulis dan bermanfaat melalui tulisan. Aamiin.

3. Bertemu dan mulai akrab dengan istri-istri teman kantor suami
Ada bapak-bapak yang pernah bilang, ‘jangan biarkan istri kita berteman’. Namun ketika saya bertemu dengan para istri yang menemani suaminya di rantau, saya merasa menemukan keluarga baru yang senasib. Mereka para istri baik yang bekerja di ranah publik maupun domestik yang rela meninggalkan zona nyaman untuk mendukung dan menemani suami di perantauan. Alhamdulillah, perbedaan karakter, usia, latar belakang, agama, melebur karena rasa yang sama.

4. Target Tilawah Ramadhan Tercapai
Setiap tahun saat ramadhan saya selalu menantang diri sendiri untuk membaca Alquran sesuai target. Tahun ini menargetkan pencapaian yang sama dengan tahun sebelumnya, namun saya pesimis karena harus mengerjakan urusan domestik sendirian. Alhamdulillah, Allah beri kemudahan, beberapa pekerjaan yang menguras waktu memang saya tinggalkan, saya prioritaskan pekerjaan rumah yang penting dan mendesak terlebih dahulu. Lihatlah, banyak tumpukan pakaian bersih belum disetrika dan atau belum dilipat. Ups!

5. Kebersamaan dengan Wali Murid kelas si Kakak
Si Kakak sebentar lagi akan mengakhiri masa belajarnya di TK A untuk berlanjut ke TK B. Ramadhan ini, saat TK mengadakan kegiatan buka bersama kami bekerjasama membuat salad buah yang ditugaskan untuk kelas si kakak. Sebelumnya kami juga pernah mengadakan syukuran dan membawa potluck. Ramadhan ini kami juga sengaja mengadakan perpisahan dengan wali kelas dan beramai-ramai memberikan kejutan untuk mereka. Rasanya sedih akan meninggalkan kebersamaan ini dan bertemu dengan teman baru di kelas B. Tapi yes, bagi saya, ini momen terbaik kelas si Kakak, terlebih saat Ramadhan. Alhamdulillah...
Semoga sisa hari di ramadhan ini tak luput menjadi momen terbaik kita menjemput pahala dari Allah. Aamiin.
Semoga bermanfaat,

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam