Thursday, 6 December 2018

Bukan Tentang Resolusi 2019, Hanya Tentang 5 Keinginan



Tak terasa, kita telah berada di penghujung 2018. Tahun baru di depan mata, sudahkah introspeksi dan evaluasi perjalanan selama setahun kemarin? Ah, ternyata saya belum. Masih banyak sekali bucket list yang belum tercapai. Solusinya? Jadikan resolusi tahun depan. Wkwkwkwk. Dari tahun ke tahun kenapa begini terus ya?
Oke, langsung yuk, ngomongin harapan atau keinginan atau apalah yang senang-senang saja pokoknya supaya otak segar.

1. Ikut Challenge 30 Hari Bercerita di Instagram
Saya telah mengikuti challenge ini sejak tahun 2017. Ternyata menyenangkan sekali mencoba untuk menulis cerita singkat di instagram selama 30 hari berturut-turut. Apalagi jika sampai ceritanya di-repost sama admin. Wooow! Bakal dibaca sama ribuan followernya tuh. Tapi... saya sih belum pernah ngerasain di-repost. Pengen... haha.

2. Bisa Naik Motor
Duh, ini harapan sejak kapan yang belum terwujud juga sampai sekarang. Maluuu sebenarnya. Tapi entahlah, sampai sekarang masih saja tangan terlalu kaku saat pegang stang sepeda motor. Pun reflek untuk mengerem masih sangat parah. Saatnya harus menarik tuas rem, saya malah menarik tuas gas. Harusnya motor berhenti malah melaju kencang.

3. Eksplore Bali
“Arin... manfaatin sebaik-baiknya selama di Bali buat eksplore wisata di sana...” saran beberapa teman yang saya iyakan. Bener banget... inginnya setiap bulan jalan ke tempat wisata. Tapi namanya emak-emak dengan 2 krucil ya begitulah, pada akhirnya kruntelan di rumah saat ayahnya libur itu paling menyenangkan.
Semoga tahun depan bisa lebih sering mengagendakan jalan-jalan. Sehat selalu semuanya. Sehat badannya, sehat hatinya, sehat budgetnya. Ups.

4.  Mudik ke Jawa
“Merantaulah supaya bisa tahu mahalnya harga tiket mudik.”
Pernah melihat meme dengan bunyi seperti itu? Saya merasa tersindir karena baru sekarang merantau di luar Jawa dan merasakan betapa mahalnya harga tiket untuk sekadar pulang kampung beberapa hari. Jika dulu kami hanya menempuh 3-5 jam perjalanan Semarang-Wonosobo PP, sekarang harus menempuh 16-20 jam untuk sampai di Semarang/Wonosobo. Bisa sih, lebih singkat dengan naik pesawat langsung Denpasar – Semarang, dengan harga tiket yang bikin sakit hati.
Tahun 2018 kami bisa mudik karena adik menikah, dan itu pun saya baru tinggal selama 2 bulan di Denpasar. Lebaran tahun depan, jika masih diberi umur panjang, artinya saya telah melampaui kurang lebih satu tahun di sini. Sangat berharap bisa mudik ke Semarang dan Wonosobo berjumpa dengan keluarga tercinta yang kami rindukan.

5. Touring Denpasar – Semarang – Wonosobo PP
Menurut cerita tetangga, banyak diantara mereka yang mudik ke Jawa menggunakan jalur darat dengan kendaraan pribadi. Tapi bagi kami yang belum memiliki kendaraan, naik bis atau kereta menjadi pilihannya. Sepertinya akan menyenangkan jika selama perjalanan itu sekaligus mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah didatangi.
Alternatif lainnya, jika mendapat cuti minimal 10 hari, kami bisa menyewa mobil (dan hei! Ternyata harga sewa mobil di Bali lebih murah dibanding di Jawa). Tetap sih, jadinya mahal. Tapi jika menggunakan mobil, kami bisa lebih leluasa mengatur itinerary dan bisa mampir ke mana saja baik saudara/kenalan maupun ke tempat wisata yang ada di jalur perjalanan.
Namanya juga harapan, belum tentu terwujud. Hanya karena mimpi itu gratis maka saya berani untuk terus bermimpi untuk masa depan yang jauh lebih baik. Juga untuk diri saya dan keluarga agar terus berbenah dan berproses menjadi lebih baik. Aamiin..

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam