Tuesday, 4 December 2018

Belajar Masak dan Food Photography Lewat 5 Akun Instagram Berikut



Assalamu’alaikum, Temans.
Siapa nih yang hobinya cekrek-upload segala sesuatu ke akun instagram? Apalagi emak yang habis masak trus puas dengan hasil masakannya, atau kecewa, bahkan masakan gosong pun tak kalah menjadi sasaran jepret-upload. Nggak apa-apa ko, semuanya tergantung niatnya. Apalagi jika caption-nya ditambahin resep atau tips & trick supaya emak-emak yang belum mahir masak seperti saya bisa praktekin resepnya di dapur masing-masing.
Saya sebenarnya suka banget masak dan motret. Namun punya penyakit malas mencoba resep baru apalagi jika bahannya sulit didapat dan caranya ribet. Jadi, menu makan tiap hari tak jauh-jauh dari sayur tumis, sayur bening, sayur asam/lodeh, pecel (dan bumbunya beli dong, nggak mau ribet dan nggak mau rempong ngulek kacang), tempe/ikan/ayam goreng, nasi goreng, and repeat. Muteeer aja begitu cuma ganti jenis lauk dan sayurnya aja. Harap bersabar ya, pak suami dan anak-anak.
Sesekali mencoba resep super simpel dari instagram. Jika hasilnya bisa bikin suami dan anak-anak lahap makan tuh masyaAllah senangnya, meskipun bisa jadi rasa masakannya jauh dari resep aslinya, hehe.
Nah, selain untuk belajar masak, instagram bagi saya juga media untuk belajar motret, terutama food photography. Menyenangkan sekali melihat feed para food photographer. Mereka memajang hasil jepretannya di akun instagram dengan gambar yang memikat dan membangkitkan ludah.
Pernah mengikuti workshop food photography yang diadakan oleh Kompakers Semarang. Kompakers adalah penyebutan untuk anggota @uploadkompakan (UK) yang ada di daerah-daerah di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri. Saya bukan kompakers karena belum pernah mengikuti kopdar-nya, namun pernah mengikuti acara yang terbuka untuk semua member UK.
Workshop yang diadakan di Allstay hotel Semarang itu menghadirkan salah seorang food photographer asal Jakarta (yang _mohon maaf_ saya lupa nama beliau). Beliau memberikan gambaran umum tentang bagaimana mengambil foto makanan agar menarik dan membangkitkan selera. Berikut beberapa hal yang masih daya ingat dan saya simpulkan dari workshop tersebut.
Cahaya
Untuk menghasilkan sebuah foto yang baik, cahaya menjadi faktor yang paling utama. Paling ideal adalah menggunakan cahaya alami matahari (pagi dan sore hari). Untuk menyiasatinya, bisa menggunakan lighting untuk motret di dalam ruangan atau saat kondisi kurang cahaya.
Kesulitannya saat memotret di restoran yang menggunakan cahaya kuning, karena cahaya tersebut akan mengaburkan warna makanan yang akan difoto sehingga hasilnya kurang baik. Jika memungkinkan, mintalah untuk mematikan lampu kuning sejenak.
Komposisi
Menurutnya, terkait dengan komposisi, bisa diatur dengan penggunaan tempat makanan (bentuk piring/mangkuk). Rule of third tetap berlaku. Selain itu, hal ini juga tergantung ‘rasa’ dan kebiasaan seseorang/ciri khas-nya dalam mengambil foto.
Properti
Bisa menggunakan properti tambahan seperti alas foto atau pemanis misalnya serbet, alat makan lain yang diperlukan, sendok/garpu, dll.
Angle
Angle foto yang paling umum digunakan adalah 45 atau 90. Namun hal ini juga kembali kepada masing-masing. Lebih baik lagi jika saat mengambil foto mencoba semua angle. Ada seseorang yang lebih suka dengan gaya flatlay, ada juga yang menyesuaikan dengan makanan yang akan difoto.

Oia, berikut akun instagram yang super kece untuk belajar food photography. Akun-akun tersebut seringkali memberikan BTS (behind the scene) bagaimana mereka menghasilkan foto yang indah di feed-ya.


1. @uploadkompakan

Seperti yang saya sebut sebelumnya, UK adalah akun untuk fotography challenge. Berawal dari beberapa orang yang gemar mengoleksi dan mengungah foto secara bersamaan dalam satu tema, lahirlah UK yang kini sudah memilili 168 ribu member yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.
Sebenarnya tema harian UK tidak hanya seputar food photography, tapi lewat UK kita bisa bertemu dengan banyak sekali orang yang memiliki passion di bidang ini. tak ada salahnya untuk ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) bagaimana cara memotret, komposisinya, lighting, dan stylingnya.

 
2. @dhilasina

Mba Dhilasina telah memiliki follower nyaris 100rb. Pengarang buku ’40 Set Menu Sehari-hari ini’ selalu menampilkan foto dan resep menu harian di akun instagramnya. Kadang ada menu diet-nya juga loh!


3. @sazhabusha

Entah sejak kapan saya follow Mba Sazha Hadian. Kalau tidak salah waktu itu follow setelah membaca flyer workshop fotografi dengan beliau sebagai trainernya. Langsung deh, kepo akun beliau, eh, nemunya foto waktu beliau ngasih insight seputar bunga sebagai garnish untuk plating makanan. Cantik banget kan, pastinya? Etapi nggak sembarangan lho menggunakan bunga, apalagi jika tidak tahu bunga tersebut mengandung racun atau tidak. Nah, beliau memberikan contoh beberapa edible flower alias bunga yang bia dimakan sehingga aman untuk garnish. Gara-gara itu saya langsung jatuh cinta sama akun beliau, hihi. Follower beliau sekarang mencapai lebih dari 17 ribu.


4. @fridajoincoffee

Nah, ini sepertinya idolanya emak-emak nih, karena Mak Frida selalu mengunggah resep yang bikin ngiler. Fotonya juga sudah sejak dulu kece badai. Followernya bejibun..! mencapai 361ribu. Jangan heran kalau di akun Mak Frida ini sering ada giveaway dengan sponsor dan hadiah yang wow bingits! Sok lah... follow aja kalau belum. Kalau sudah, ayok kita ber-high five!


5. @echisofwan

Mba Echi Sofwan adalah salah satu founder Upload Kompakan. Selain seputar foto produk dan makanan, caption-nya juga adem banget... cocoklah kalau follower beliau 66 ribu and counting.
Bingung deh mau nulis apalagi, haha. Langsung kepo akun beliau aja ya.

Semoga bermanfaat terutama buat yang lagi belajar motret makanan.
Salam,

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam