Monday, 21 August 2017

Pengalaman Servis HP Zenfone di ASUS Service Center Semarang


Assalamu’alaikum, Temans.
Belum lama ini Zenfone 3 Max saya tiba-tiba tidak bisa di-charge. Padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda apapun yang mencurigakan. Saya juga termasuk jarang mengisi batterai karena kapasitas baterai Zenfone 3 Max yang cukup besar (5000 MAh) sedangkan penggunaannya terbatas, tidak seperti OPPO F1S saya yang setiap hari kerja rodi sehingga setiap malam atau pagi harus di-recharge.
Ah, punya Zenfone 3 Max (ZC550KL) ini juga kebetulan karena nyangkut di giveaway dalam rangka ulang tahun blogger Gandjel Rel ke-2 awal tahun 2017 ini. Alhamdulillah, awalnya mau dikasihkan ke adik tapi dia sudah terlanjur jatuh cinta dengan kamera-nya Lumia 540 jadi dia memilih si Lumia (hiks. Padahal saia juga suka benget sama kamera-nya lumia meski hanya 8MP tapi joss tenan buat moto-moto). Ish! Ini kenapa malah ngomongin HP macam – macam sih? yuk ah fokus ke si Zenfone yang ngambek (mari kita sebut dia Maxy) dan kita lanjutkan ceritanya.

Ramadhan menjelang idul fitri, saya pulang kampung ke Wonosobo dan si Maxy juga saya bawa meskipun belum tentu dapat sinyal. Lumayan lah untuk photo – photo, dan pamer sama di adik. Nggak ding, yang terakhir itu serius bercanda. Haha. Saat baterai si Maxy habis saya coba charge ternyata tidak ada tanda – tanda ada aliran listrik yang masuk. Saya coba dengan charger smarthphone lain yang identik pun tetap tidak mau. Hffttt...! padahal waktu itu butuh sekali untuk mengabadikan momen bersama keluarga, apalagi si OPPO mudah sekali habis baterai-nya karena terkuras untuk searching sinyal.
Baiklah, sementara mau tidak mau harus memuseumkan Maxy sampai diketahui penyebabnya. Atau mungkin ditunggu 24 jam barangkali bisa dicharge lagi. Ternyata esoknya tetap tidak ada tanda – tanda bisa dicharge. Sampai di Semarang pun berkali – kali dicoba tak mempan juga.
Solusinya adalah kami bawa ke ASUS service center untuk dilakukan pengecekan dan servis jika memungkinkan. Untunglah si-Maxy ini baru beberapa bulan saya pakai, sehingga masih ada garansi. Tapi, entah bagaimana caranya klaim garansinya karena ini gawai hadiah lomba. Dan benar, sampai di ASUS service center Semarang harus menyertakan bukti bahwa gawai tersebut adalah benar – benar dikirim oleh ASUS sebagai hadiah lomba.
Alamak! Bukti kirim dari ASUS-nya sudah lenyap entah ke mana. Awalnya sih saya simpan, tapi saya lupa atau mungkin sudah beneran raib dibuat mainan si  Kecil. Bismillah, gambling, saya pun menghubungi PJ penyelenggara lomba barangkali beliau bisa membantu mengurus bagaimana caranya supaya saya bisa dapat bukti dari ASUS.   Alhamdulillah, beliau berbaik hati menanyakan hal tersebut ke ASUS pusat. Saya diminta mengirimkan email berisi data lengkap saya dan dan gawai untuk dilakukan pengecekan di pusat.
Berhubung ada kendala teknis, saya baru mendapatkan email balasan setelah beberapa hari. Alhamdulillah, garansi si Maxy bisa diklaim dengan menyertakan bukti email tersebut. Dan jika dilihat di tanggal yang tertera di email, laporan tersebut langsung diproses oleh tim ASUS pusat begitu email masuk (email yang berisi data saya & gawai serta permasalahan yang saya alami).
Salut deh dengan tim ASUS pusat yang fast respon dengan masalah ini. Rasanya tuh seneng baca balas – balasan email antara tim ASUS itu, karena masalah langsung ditanggapi dan diakhiri dengan pernyataan bahwa saya bisa menggunakan email tersebut untuk mengklaim garansi gawai ke ASUS service center Semarang. Yeaaay! Eh, alhamdulillah...
Beberapa hari kemudian saya baru sempat menyambangi ASUS service center semarang yang berada di Jl. Sriwijaya. Tepat sekali datang pagi – pagi saat antrian belum mengular panjang. Saya tunjukkan si Maxy, penyakit yang diderita (halah) sekaligus print-out email dari ASUS pusat. Setelah urusan administrasi selesai, si Maxy pun harus dirawat inapkan untuk didiagnosa lebih lanjut.
Hanya berselang 2 hari, pihak ASUS service center Semarang menghubungi saya via telpon untuk memberitahu kondisi si Maxy. Katanya ada bagian konektor charger yang longgar sehingga charger tidak bisa bekerja dengan baik. Saat ini (saat beliau menelpon) sedang dicoba di-charge dan akan menunggu beberapa saat apakah ada kerusakan lain.
Dan ternyata saya diminta membayar 50 ribu. Ehm... saya bilang dong kalau saya sudah mengurus ke ASUS pusat dan bisa klaim garansi. Beliau menjawab akan dikoordinasikan lagi dengan tim. Hihihi. Saya sih ketawa – ketawa aja dalam hati, ya wajar lah kalau ada mis komunikasi sesama karyawan.
Esoknya saya mendapat SMS dari ASUS, isinya gawai saya telah selesai diperbaiki dan bisa segera diambil. Saya pun langsung meluncur ke sana, mumpung pagi – pagi masih ada waktu luang. Alhamdulillah, taidak pakai antre lama saya bisa mengambil si Maxy tanpa mengganti biaya servis. Terimakasih ASUS service center Semarang yang fast respon dan memperbaiki si Maxy juga dengan capat. Terimakasih juga tim ASUS pusat dan semua pihak yang sudah membantu saya, semoga Allah membalas dengan sebaik – baiknya. Aamiin...
Oia, bisa jadi si Maxy cepat diperbaiki karena memang kerusakannya sedikit. Sebelumnya, suami saya pernah mengalami hal yang kurang lebih sama. Zenfone 3 Max-nya tiba – tiba mati total dalam kondisi baterai masih setengah. Tombol power tidak berpengaruh sama sekali, sewaktu dicoba recharge pun tidak ada respon. Akhirnya dibawa ke ASUS service center Semarang dan harus menunggu hampir sebulan sampai gawai tersebut bisa digunakan kembali.

Baca Juga: 5 Alasan Memilih dan Mengganti Smartphone Baru
Kebetulan pernah servis laptop ASUS kepunyaan adik juga (suami saya yang ngurusin ke ASUS-nya). Rata – rata untuk laptop masa tunggunya lebih lama, kurang lebih 1 – 2 pekan untuk pengecekan. Setelah diketahui masalahnya dan setuju untuk diperbaiki, akan masuk antrian lagi. Laptop adik saya waktu itu rusak motherboard-nya dan sudah bukan masa garansi. Biaya penggantian diperkirakan lebih dari setengah harga laptop sehingga ditarik kembali dan tidak diperbaiki. Untuk itu kami harus membayar biaya sebesar 50 ribu.
Alhamdulillah, bagi saya ini merupakan keuntungan memilih gawai yang jelas ada service centernya di tempat domisili kita. Karena jika tidak (misalnya hanya ada garansi distributor atau toko) kita sendiri yang akan mengalami kesulitan saat tanpa diduga ada masalah dengan gawai yang kita beli.  
Semoga bermanfaat,
Salam,

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam