Hari Pramuka, Regu Drumband, dan Mars MTsN Kalibeber

Daftar Isi

Salam Pramuka!

Hari ini mau curhat lagi deh. Asli makin kehabisan ide mau nulis apa untuk #ODOP #BloggerMuslimahIndonesia hehehe ((padahal sebelum mulai ODOP sudah bikin list beberapa tema, tapi akhirnya kelewat.hiks)). Kadang kalaupun ada ide baru ternyata nggak cukup waktu untuk menulis dan mengeksplorasi *hwaaaa!*
14 Agustus, Hari Pramuka
Sebagai mantan aktivis pramuka sejak SMP, setiap kali hari pramuka datang saya teringat moment menyenangkan di tanggal ini. Apalagi kalau bukan upacara bendera dan kelas pun ditiadakan *mueheheheh*. Ada lagi yang lebih menarik, yakni biasanya kami yang tergabung dalam anggota drumband sekolah selalu ‘manggung’ setiap tahun khususnya tanggal 14 dan 17 Agustus di lapangan upacara kecamatan. Bangga banget saat mengiringi upacara apalagi waktu moment ‘Andhika Bayangkari’ dan tim musik beraksi memainkan alat musiknya sementara tim perkusi mengiringi sedikit dengan menggetarkan stik dan drum.
Wuaaa! Senangnya dilihatin oleh peserta upacara se-Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo. Hihi. Padahal peserta upacara juga nggak bakalan ngenalin satu persatu anggota drumband, tapi tetep aja senang dilihatin orang sepanjang jalan menuju lapangan upacara yang kembali ke sekolah meskipun jaraknya hanya berapa ratus meter.
Rupanya yang heboh dengan tanggal 14 Agustus tidak hanya saya, tapi juga teman-teman SMP (Saya sekolah di MTsN Kalibeber) sesama anggota drumband yang ada di whatsApp grup. Sejak pagi ‘salam pramuka’ dan meme-meme seputar pramuka bersliweran di grup, juga ajakan bercanda untuk mengikuti upacara pramuka dan main drumband. Aaah! Hari ini mereka sukses membuat saya baper.
Sejak lulus SMA saya sudah tidak lagi mengamati perkembangan pramuka, semoga sih tetap menjadi ekstrakurikuler wajib sekolah yang bermanfaat. Aamiin... saya merasakan sekali manfaat ikut pramuka mulai dari punya banyak teman dari sekolah lain, lebih percaya diri, fisik lebih terlatih, lebih peduli dan empati terhadap lingkungan sekitar (apalagi saat tegak karya manunggal dan nginep di rumah warga sekitar) dll.
Ngomong-ngomong, ada yang masih ingat lambang pramuka? Iyes! Si siluet tunas kelapa alias cikal. Barusan ceki-ceki di wikipedia nih, tentang tunas kelapa. Habisnya sudah banyak yang lupa dan buku-buku pramuka pun sudah raib semua.


Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini diciptakan oleh Soenardjo Atmodipurwo, seorang pegawai tinggi Departemen Pertanian yang juga tokoh pramuka.
Lambang ini dipergunakan pertama kali sejak tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno menganugrahkan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961.
Setiap lambang yang digunakan oleh organisasi pasti punya filosofi atau arti kiasan, bukan? Termasuk lambang pramuka yang mengandung arti kiasan sebagai berikut:
Buah kelapa dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
Buah kelapa tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.
Kelapa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun
Kelapa tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.
Akar kelapa kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.
Kelapa pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama.
Keren kan filosofinya? Semoga menjadi bagian dari perjuangan anggota pramuka dan beneran mendarah daging, bukan hanya sebagai simbol dan filosofi semata. Aamiin..
Selain kebaperan tentang hari pramuka, ada lagi nih yang di bahas sama teman-teman SMP, yakni Mars MTsN Kaliebeber. Hahahah iyes! Sekolah saya dulu punya mars yang diciptakan oleh guru seni, Bapak Muntaha BS (Allahu yarham) namanya. Lagu ini selalu menjadi lagu wajib yang diajarkan di sekolah dan menjadi salah satu materi ujian kesenian.
Kalau ingat lagu itu pasti ingat dengan Pak Mun, dan kesabaran beliau mengajar musik meski sudah sepuh dan sering dianggap remeh oleh murid-muridnya. Setiap kali mengajarkan tentang not, beliau selalu menghayati dan memainkan lagu di keybord sambil merem. Semoga ilmu yang kau ajarkan bermanfaat ya Pak, dan semoga tenang di sana.  Aamiin...
Saya tulis di sini ah, teks Mars MTsN Kalibeber-nya supaya jadi pengingat buat alumni J dan... merinding banget mengingat teks lagu itu dari awal sampai akhir.


MARS MTsN KALIBEBER (Oleh Muntaha, BS)
Madrasah Tsanawiyah Negeri kita
Kalibeber Wonosobo ku cinta
Lembaga pendidikan islam negara
Membina putra – putri tunas bangsa

Mendidik mengajar melatih insan mulia
Beriman, taqwa kepada Allah
Berbudi luhur, berakhlaq mulia
Cinta sesama manusia dan cinta bangsa
Jadilah putra – putri shalih – shalihah
Hormat guru berbakti ibu dan ayah

MtsN Kalibeber telah nyata
Sejak dulu lahirkan putra berguna
Bagi agama nusa dan bangsa
Cerdas trampil m’bangun negeri Indonesia

Berdisiplin sehat jasmani rohani
Mandiri tawakkal kepada Illahi
Tanggung jawab pada diri dan pertiwi
Jadilah muslim pancasila sejati

Marilah hai kawan giatlah belajar
Untuk mencapai cita penuh harapan
Hidup sejahtera dunia akhirat
Itulah tujuan kita semua
Majulah suburlah citra MtsN

Semoga ridha Allah sepanjang masa

6 komentar

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam
Comment Author Avatar
14 Agustus 2017 pukul 23.26 Hapus
Jadi ingat jaman MTs bu... Kemah persami, ikut ekskul drumbband dri ltihan sampe 'manggung'smpe kntor bupati ...
Comment Author Avatar
15 Agustus 2017 pukul 22.33 Hapus
Iya, ingat nggak waktu kita kemah di Andongsili trus hujan deras berangin, tenda pada ambruk akhirnya kita ngungsi ke balai desa? itu kenangan tak terlupakan banget :D
Comment Author Avatar
15 Agustus 2017 pukul 08.48 Hapus
Jadi ingat waktu zaman sekolah dulu. :D
Comment Author Avatar
15 Agustus 2017 pukul 22.33 Hapus
Sesekali nostalgia ya Mba :)
Comment Author Avatar
15 Agustus 2017 pukul 08.48 Hapus
Paling berkesan di pramuka tuh kalau kemah dan ada jelajahnya. :D
Comment Author Avatar
15 Agustus 2017 pukul 22.34 Hapus
Iya, aku cuma ngalamin kemah berapa kali sih, apesnya pas kemah hujan deras berangin, tenda pada ambruk trus kita ngungsi ke balai desa :D
Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner