Tuesday, 8 August 2017

Gurihnya Geblek, Camilan Khas Wonosobo


Siapa sih yang tak kenal Tempe kemul,  gorengan lezat khas wonosobo yang ngehits dimana-mana?
Tempe kemul adalah tempe yang digoreng dengan tepung yang ditambah daun kucai dalam adonannya. Umumnya digoreng hingga renyah,  kriuk-kriuk saat dimakan. 
Selain tempe kemul, penganan yang tidak akan bosan dimakan orang Wonosobo adalah Geblek.  Kedengarannya aneh ya,  semacam umpatan begitu.  Tapi jangan salah,  rasanya mantap surantab endes markondes. 

Geblek dikenal juga dengan nama Lekuk (dibaca dalam bahasa Jawa,  seperti Le (dalam kata lele)  kok (dalam kata koko) karena bentuknya yang berlekuk-lekuk. Sebenarnya tak jauh beda dengan cireng/aci goreng karena bahan utamanya pun sama,  yakni tepung pati.  Bedanya,  tepung yang digunakan adalah tepung pati singkong yang masih basah.  Tepung ini dihasilkan dari perasan singkong yang telah diparut.  Proses memeras pati-nya lebih mirip dengan menyaring dengan kain kasa dan dibantu dengan siraman air.  Hasilnya pati akan mengendap di bawah dan airnya bisa dibuang.  Endapan yang masih basah inilah yang digunakan sebagai bahan baku untuk membuat geblek dan tempe kemul. 
Di sekitar wonosobo,  pati singkong basah ini dijual di warung dan pasar. Biasanya hanya tahan beberapa hari karena baunya yang tidak enak jika disimpan lama.  Umumnya, agar tahan lebih lama ibu-ibu menyiasatinya dengan merendamnya dalam air bersih dan rutin mengganti airnya setiap hari.
Untuk membuat geblek pun cukup simpel,  dan bahan-bahannya mudah didapatkan.
Bahan:
1. 1 Kg pati singkong basah
2. 10 siung bawang putih
3. 1 sdm garam
4. 1/4 - 1/2 butir kelapa parut (optional)
5. Irisan daun kucai (optional)
6. Air untuk merebus
7. Minyak untuk menggoreng
 
Membentuk adonan menjadi siap goreng
Cara membuat:
1. Haluskan semua bumbu
2. Sembari mengolah adonan,  siapkan panci/wajan untuk merebus air
3. Siapkan pati singkong basah,  pukul-pukul agar gumpalannya terurai
4. Campurkan dengan bumbu halus, kelapa parut dan irisan daun kucai hingga merata
5. Buat bola-bola/gumpalan untuk memudahkan proses perebusan
6. Setelah air mendidih,  masukkan gumpalan tersebut ke dalam air. Tunggu beberapa menit hingga pinggiran gumpalan adonan bening. 
7. Angkat,  lalu segera hancurkan dengan bantuan centong dan uleni hingga kalis. 
8. Setelah kalis,  buat bulatan panjang dan bentuk menyerupai angka 8.
9. Goreng dengan sedikit minyak (usahakan tidak sampai semua bagian geblek terendam minyak untuk menghindari adonan meletus saat di penggorengan).

Tempe Kemul dan Geblek untuk teman makan Mie Ongklok

Pastikan juga adonan diuleni hingga merata,  tidak ada yang berbintil-bintil karena itu salah satu penyebab adonan meledak saat digoreng.
Nikmat sekali disantap bersama kopi tubruk atau teh panas di pagi hari.  Nyammm!!  Mendadak lapar dan kangen makan geblek nih.. 
Oia,  biasanya di warung bakso/mie ongklok di Wonosobo pun tersedia tempe kemul dan geblek sebagai tambahan.
Coba tanyakan kepada warga Wonosobo,  pasti mereka tak akan bosan meski tiap hari menyantap dua camilan ini. 
Ada yang sudah pernah menikmatinya?  Bagaimana kesannya?  Hihi
#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Baca Juga:

Ngetrip ke Wonosobo, Wajib Coba Mie Ongklok Longkrang

Tempe Kemul, si Kuning yang Ngangenin

10 comments:

  1. Di kampung abi, Cilacap, namanya gembus kak.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di Wonosobo, Gembus itu tempe yang terbuat dari ampas tahu. hihi

      Delete
  2. Apa sama kaya lekok di sini yang keras banget kalau dimakan? :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi Mba... namanya mirip tuh, cuma kalau di sini nggak keras-keras amat sih

      Delete
  3. Penasaran nih sama rasanya. :D

    ReplyDelete
  4. kalo di pulau Buton namanya tuli-tuli Mbaa, paling enak disantap pake sambal :)

    ReplyDelete
  5. Aku suka makan geblek kalo pas mampir di Mie Ongklok, geyal geyol ya, hahaa

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam