Tuesday, 15 August 2017

Alasan dan Manfaat Memiliki Kartu Nama


Assalamu'alaikum..
Temans, menurut Kamu penting nggak sih punya kartu nama?!
Nggak penting?
Oh Kamu bilang penting... Hehe.
Kalau menurutku, penting ngggak penting, sih Nahloh! Nggak konsisten!
Maksudnya tuh ya, bisa penting banget bisa juga nggak. Subjektif banget memang, karena kebutuhan setiap orang berbeda. Kecuali lebaga ya, atau orang yang bekerja di suatu lembaga dan harus membranding diri lewat lembaga atau juga dalam rangka branding lembaganya. Kalau untuk pekerja perorangan, pentingnya kartu nama untuk personal branding juga.

[Sekarang saya sudah punya kartu nama]
Gaya?! Nggak!
Awalnya cetek banget alasan saya untuk cetak kartu nama. Waktu awal gabung komunitas, ada gathering media dan blogger ternyata kami diminta mengumpulkan kartu nama untuk diundi memperebutkan hadiah voucher dan action camera. Gigit jarilah kami yang nggak punya kartu nama meskipun ikut 'nyemplungin' potongan kertas seadanya berisi identitas ((malu kalau ingat ini)).
Kejadian seperti ini terulang hingga dua kali. Sejak saat itu saya merasakan pentingnya memiliki kartu nama sebagai 'Blogger'.  Yaelah, sebenarnya malu sih nyebut diri sebagai bloger karena belum lama nyemplung dan ikut komunitas lalu ikut acara-acara bloger.
Tapi memang 'bloger' sering menjadi 'kambing hitam' saat bertemu dengan orang nyinyir. Iya,  itu loh..  Yang kalau ketemu tanya 'pekerjaannya apa' dijawab 'di rumah jadi ibu rumah tangga' eh ko malah jadi ngasih 'ceramah' panjang seolah dia yang paling tahu tentang saya (uhuk!  Maaf,  jadi baper ingat orang yang pernah bilangin gitu. Weslah,  forget it). Nah,  malas menanggapi orang yang seperti itu,  maka saya jawab 'blogger' jika ditanya.  Terserah mereka paham atau tidak apa itu blogger ketawa jahap sambil dalam hati membuat pembelaan bahwa orang yang punya blog pasti bisa disebut blogger.  Hahaha.
Akhirnya,  saya putuskan untuk mencetak kartu nama yang paling sederhana dan paling murah.  Kebetulan ada teman kuliah yang dulu memiliki usaha printing,  meskipun sekarang usahanya sudah dipegang orang lain tapi masih melekat banget di ingatan saya bahwa digital printing itu miliknya.  Hihi.
Oia,  nama digital printingnya Loetju Merchandise beralamat Banjarsari Tembalang, sekitar kampus Undip Tembalang.
Tanpa ba-bi-bu saya hubungi adminnya untuk menanyakan perlihal kartu nama mulai dari harga, desain, lama pengerjaan dab sebagainya. Berhubung biaya lebih murah jika pesan minimal 10 box, maka saya mencari pasukan agar bisa lengkap hingga 10 dan mendapat harga borongan yang lebih murah.  Hihi. Alhamdulillah, rupanya mendapat respon positif dari teman-teman blogger Semarang.
Kami pilih desain instan alias template sudah disediakan dari pihak Loetju supaya bisa lebih cepat pengerjaannya. Jadi kami tinggal mengirimkan data-data yang diperlukan untuk dicantumkan di kartu nama. Setelah dimasukkan ke template, kami masih punya waktu untuk mengoreksi atau menambah/mengurangi data tersebut. Kalau saya sih mencantumkan Nama lengkap, profesi (halah) sebagai blogger maksudnya, No HP/WA, blog dan semua akun media sosial. Ini penting banget, kan blogger juga kudu eksis di dunia maya.
Oia, semua komunikasi kami lakukan via whatsapp loh!  Yamasa saya harus jauh-jauh ke Tembalang cuma untuk melihat desain? Wong bisa memanfaatkan teknologi yang ada. Pengambilan pun bisa ‘diwakilkan’ jasa ojek online ataupun kurir. Praktis!
Alhamdulillah, tak sampai seminggu dari pemesanan (kalau tidak salah hanya 4 – 5 hari) kartu nama pesanan kami telah jadi. Dan kami puas dengan kartu nama yang diproduksi oleh Loetju Merchandise. Yeay! Finally punya segepok kartu nama yang bisa kami bagi untuk kenalan baru atau saat event blogger berlangsung.
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, manfaat memiliki kartu nama adalah untuk sarana personal branding atau product branding. Iya, tergantung apa yang kita cantumkan di sana, apakah kita sebagai seorang profesional atau ingin menonjolkan produk yang kita jual/produksi.
Enaknya setelah punya kartu nama, jika bertemu dengan kenalan baru langsung sodorin kartu nama yang berisi personal data tersebut. Meskipun entah kartu namanya dibaca lengkap atau tidak, atau mungkin dibuang. Wkwkwk. Yang penting kan kita usaha yak!
Selain itu, kartu nama juga bisa kita gunakan saat kita mengirim hadiah Giveaway yang kita adakan, misalnya. Terlebih saat tidak sempat untuk menulis/mencetak alamat pengiriman dan pengirim, siapkan saja kertas kosong, tulis alamat pengiriman lalu tempelkan kartu nama sebagai alamat pengirim-nya. Praktis juga kan? Dan bisa juga menjadi sarana kita berkenalan lagi dengan si penerima hadiah.
Untuk apa lagi ya? Ada yang mau menambahkan? Hehehe.
Nah, bagi yang ingin tahu seputar Loetju, nih saya cantumkan sedikit informasinya. Barangkali ada yang ingin cetak-cetak atau beli souvenir, kan sudah ada referensi.

Founder Loutju


Sejarah LOETJU
Bermula dari 6 orang mahasiswi teknik undip yang sedang menempuh semester akhir dan memiliki kesamaan ingin belajar kewirausahaan dengan membuka usaha. Keenam orang itu adalah Yunita Ariyani (Teknik Kimia), Leti Nuraini (Teknik Kimia), Chandra Dian Lukita Tauhid (Teknik Arsitektur), Rezania Tri Rahmawati (Teknik Arsitektur), Erfina Arianti (Teknik Sipil) dan Mona Martinasari (Teknik Geodesi). Mereka memutuskan patungan modal untuk untuk membuka usaha produksi merchandise berupa gantungan kunci dan stiker dengan tema islami dan kampus Undip.
Pada pertengahan tahun 2009 ada sebuah program kompetisi bisnis dari Dikti bernama PMW (Program Mahasiswa Wirausaha). Bisnis tersebut diikutsertakan dengan nama LOETJU. Terpilihnya nama Loetju setelah para founder berdiskusi dan menginginkan nama brand yang kalau disebut identik dengan hal yang lucu-lucu, gembira dan tertawa akhirnya dipilih nama LUCU dengan penulisan menggabungkan ejaan jadul dan baru.
Setelah melewati proses panjang, proposal yang mereka ajukan pun lolos seleksi dan mendapat dana hibah. Dari dana tersebut mereka mampu menyewa outlet kecil, membeli laptop dan alat cetak untuk  memproduksi merchandise dengan tema khas kota semarang dan kampus undip.
Tahun 2011 Achmad Munandar (fakultas peternakan 2007) yunior dari para founder bergabung dan mengusulkan agar loetju juga menrima jasa cetak merchandise dan digital printing.
Saat ini Loetju dikelola oleh 4 orang, Achmad munandar sebagai CEO, Evi Pujianti sebagai CFO, Muhamad Bahrudin sebagai CMO dan Umar Sahid sebagai CPO.
Salah satu penghargaan yang pernah diterima tim Loetju
LOETJU foundation
Selain melakukan aktifitas yang sifatnya profit oriented Loetju juga memiliki program yang bersifat sosial, dengan menyisihkan 10% dari keuntungan tiap bulan untuk aneka kegaiatan sosial yang diwadahi divisi nirlaba Loetju Foundation. Diantara programnya adalah sinergi lembaga sosial dengan menyalurkan sebaian keuntungan ke lembaga sosial di semarang seperti Dompet Dhuafa Jateng dan LAZiS Jateng. Selain itu, turut serta dalam donasi insidental musibah bencana sosial dan alam. Tak lupa juga membantu dana pendidikan bagi beberapa siswa yang membutuhkan dalam program Beastudi Loetju.
(sumber: company profile Loetju)

LOETJU MERCHANDISE
Jl. Banjarsrai Gg. Iwenisari no.27 Tembalang Semarang.
Web: www.Loetju.com
Email: Loetjuid@gmail.com
FB: Loetju Semarangan
Twitter: @Loetjusemarang

IG: @Loetju_merchandise

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

4 comments:

  1. Boleh juga nih, bikin kartu nama, biar kita punya branding sendiri, hihihi. Dan ya meksipun bener, kadang masih ada yang suka nyinyir tentang profesi sebagai blogger.

    ReplyDelete
  2. Ya ampun Mbak, bener juga yaaak..kartu nama itu penting. Makasih sudah diingetin yaak:)..Btw, itu lucu pake nama Loetju ya..kreatif!Ada foundationnya lagi..salut!

    ReplyDelete
  3. wah makasih mbak Arina, sampe dibikin tulisanya, terharu T,T

    ReplyDelete
  4. Keren bgt mba... Ampe buat kartu nama sendiri. Tp emang sih yaa... Bloggerkan juga profesi

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam