Wednesday, 18 January 2017

Sadar Halal Lewat Blog Ruli Retno

arinamabruroh.com_Sadar Halal Lewat Blog Ruli Retno
Assalamu’alaikum, Temans.
Sejak beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi makanan halal semakin meningkat. Trend halal bahkan merambah sampai ke dunia pariwisata dengan maraknya konsep wisata halal yang menyuguhkan penginapan, destinasi wisata, dan kuliner khas yang terjamin kehalalalannya.
Menurut saya ini adalah arus yang menggembirakan baik bagi masyarakat Indonesia sendiri maupun masyarakat mancanegara yang melancong ke tanah air kita. Jika hal ini pun berlaku di kancah internasional, tentunya kaum muslim akan semakin mudah saat melakukan perjalanan ke negara lain karena tak kesulitan untuk mendapatkan makanan yang jelas kehalalalannya.

Hal ini juga bukan urusan instan yang begitu saja menjamur, namun merupakan buah dari perjuangan mereka yang concern dengan urusan halal, utamanya sertifikasi halal makanan/produk.
Saya teringat teman saya yang tinggal di negeri sakura sejak dua tahun terakhir, dan beliau seringkali bercerita mengenai usaha teman – teman di sana untuk meneliti komposisi makanan yang beredar dan rajin menyebarkan informasi mengenai makanan yang telah/belum tersertifikasi halal. Menurut ceritanya, masyarakat Jepang sangat menghormati prinsip umat agama lain termasuk dalam makanan halal. Suatu kali beliau pernah datang ke laboratorium tempatnya penelitian untuk studi S2, dan Sensei (dosen)-nya tiba-tiba mengorek-orek tempat sampah lalu seksama membaca kertas kecil yang ditemukannya dalam tempat sampah. Sejurus kemudian beliau menghampiri teman saya dan mengangsurkan makanan seraya berujar bahwa makanan itu tidak ada kandungan babi/sake/bahan haram lainnya sehingga (mungkin) bisa dimakan.
Saya yang mendengar cerita ini menjadi terharu dengan sikap mereka yang menghormati agama lain, dengan menyokong dan tidak mencampuri urusan agama meskipun (mungkin) dalam hati mereka heran dengan ritual umat islam. Seperti hakikat toleransi dalam islam, ‘bagimu agamamu dan bagiku agamaku’.

Ruli Retno.
credit IG Ruli Retno

Duh.. maafkan, mau cerita tentang blog-nya Mba Ruli Retno ‘Rulu Speaking Up’ ko malah pembukaannya panjang bener sih. Kebiasaan curhat nih si Emak *Kemudianditoyor*
Tapi tenang, Temans! Masih ada hubungannya sama Mba Ruli ko. Karena Mba Ruli tuh sering banget bikin artikel tentang halal terutama makanan atau produk yang tersertifikasi halal (SH). Alhamdulillah, bersyukur banget bisa mengenal beliau sejak beliau mengadaan Giveaway dulu. Iya, itu ‘perkenalan’ saya pertama kali. Beliau mengadakan giveaway dengan tema hijab dan saya yang masih newbie banget memberanikan diri buat ikutan dan berharap dapat hadiah berupa percantik blog dari salah satu sponsor.
Eng-ing-eng! Pas pengumuman, saya dapat hadiah yang saya impikan itu! Ya Allah... senangnya minta ampun. Yakali bagi saya yang ibu rumah tangga dan suami yang (waktu itu) masih terombang-ambing pasca collaps, uang Rp. 150.000 itu bakalan mikir ribuan kali untuk percantik blog. Muehehe.
Nah! Malah jadi nostalgia kan? Back to topic yuk!

Blog Ruli Speaking Up

Tim Media Halal Corner
Mba Ruli ini salah satu dari tim media di Halal Corner (HC) . Halal corner itu komunitas yang corcern banget mengulas masalah kehalalan produk yang tersebar di Indonesia. Biasanya sih di grup komunitasnya, ada member yang menanyakan seputar kehalalan produk atau juga klarifikasi berita hoax yang beredar meskipun produknya telah ber-SH, dan tim media atau sesama member yang paham bisa memberikan jawaban kepada yang bertanya. Seru juga diskusi seputar itu di grup. Ada yang mau join? Langsung hubungi Mba Ruli aja.
Belum lama juga terungkap produk kecantikan yang mencatut nama ‘Halal Corner Community’ sebagai pihak yang memberikan sertifikat halal. Kalau dipikir sih aneh, masa sekelas pengusaha besar tidak mengetahui bagaimana alurnya untuk mengurus SH. Tapi, ya mungkin memang tidak tahu dan malah terjerat penipuan. Alhamdulillah sudah ada klarifikasi dari pihak HC maupun dari pengusaha kosmetik terkait.

Ngobrol Asyik Bareng Mba Ruli
Sejak ikut Giveaway lalu tergabung dalam salah satu grup di whatsApp, jadi makin sering chatting dengan Mba Ruli. Yes! Yang saya suka banget sama teman-teman blogger meskipun kebanyakan belum pernah ketemu langsung, kalau ngobrol bisa gayeng banget. Ngobrolin apa aja mulai dari diaper sampai kondisi Indonesia raya saat ini (halah).
Salah satu topik yang pernah dibahas adalah tentang kehati-hatian kita dalam mengkonsumsi makanan. Misalnya nih ya, yang sering aware dengan sertifikat halal (SH) produk-produk yang dijual di supermarket, atau brand yang dikeluarkan oleh perusahaan besar, dll tapi dengan entengnya makan di warung pinggir jalan tanpa menanyakan kehalalannya.
Di sini yang perlu digaris bawahi adalah masalah kehati-hatian. Saya pernah mendengar kajian bahwa hukumnya bisa dengan dikaitkan dengan mayoritas masyarakat setempat. Misalnya kita makan di daerah yang jelas di situ masyarakatnya muslim maka kita bisa husnudzan bahwa makanan yang dijual adalah makanan halal. Sebaliknya, jika di daerah yang mayoritasnya bukan muslim dan secara umum dikenal mengkonsumi bahan yang diharamkan dalam islam, sebaiknya dihindari meskipun tidak menjamin juga bahwa makanan yang dijual mengandung barang haram.
Untuk itu, menanyakan dan memastikan kepada pemilik warung tentang kehalalan makanan tersebut menjadi sebuah keharusan terutama jika kita ragu-ragu. Itu juga hak kita sebagai konsumen. Tapi kadang (terutama masyarakat di Jawa) masih sering nggak enakan, apalagi kalau ditanya begitu penjualnya marah kitanya jadi baper. Yaudah, cari warung lain aja kalau begitu.

Ruli Retno dan Keluarga

Rajin Menulis dan Menjadi Kontributor Media Internasional
Namanya blogger rajin menulis itu harus banget yak! Nggak kaya saya yang masih moody *kemudiatutupmuka*
Ditengah kesibukannya mengasuh putra-putrinya dan sering menjalani hidup LDM alias long distance marriage, Mba Ruli rajin update blog, menjadi kontributor media internasional, dll. Ssssttt! Baru-baru ini beliau juga terpilih menjadi mombassador salah satu brand susu pertumbuhan anak, lho! Salute deh sama Mba Ruli.
Apalagi tinggal di Kalsel sana, saya yakin jangkauan internet dll tak sebagus di wilayah Jawa. Bukan menghina, tapi seharusnya menjadi pelecut buat kita, eh saya maksudnya yang bisa menikmati internet dengan lebih mudah tapi sering mencari kambing hitam untuk rehat menulis.

Ruli Speaking Up
Kalau ngomongin seputar teknis blog saya hanya  bisa berkomentar sedikit. Intinya sih blog-nya sudah cukup responsif dan mobile friendly sehingga saat dibuka lewat smartphone tidak butuh loading lama. Mau nyari-nyari artikel lawas-nya Mba Ruli pun mudah lewat laman utama atau bisa juga lewat label.
Udah, itu aja. Kalau penasaran sama Mba Ruli, silakan berkunjung ke blog beliau.
Terus menginspirasi ya Mba, makasih banyak lho, sudah sharing seputar dunia halal di blog. I love it much!
Saya suka banget dengan postingan yang ini Tips mengajarkan Makanan Halal kepada Anak 

Baca juga:



16 comments:

  1. Barakallah.. alhamdulillah.. tulisan ini bikin sy melayang.. ya Allah mudah2an pujian mba arina gak melalaikan saya.. maacih mba.. kayanya ini bener2 ulas tuntas deh.. hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga selalu saling mengingatkan ya Mba... it's really a blessing to know you *kisskiss

      Delete
  2. Salut buat Mbak Ruli. Kehalalan makanan memang sangat penting ya Mbak. Jadi waspada juga kalo pergi n jajan, harus tahu makanan halal nggaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba, aku dulunya aware tapi baru sekarang nemu komunitasnya. alhamdulillah.. :)

      Delete
  3. Aku makin ke sini juga makin kagum nih sama mbak Ruli. Seneng bisa kenal sama mb Ruli, sama mb Arina juga.
    *hug*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Ya Rabb... Mba Diah.. you really my inspiration :* *hugnkisses

      Delete
  4. Keren, Mba Arina. Infonya bisa jd bahan referensi dan rujukan ttg kehalalan suatu produk.

    ReplyDelete
  5. Setuju dengan mbak Ruli semuanya harus ada sertifikat halalnya, saya juga bergerak di bidang bahan baku farmasi yang diimpor dari Jerman, semuanya harus ada sertifikat halalnya, Alhamdulillah sudah keluar yang ngusurin produsen kantor Jakarta, kalau jelas halalnya kita pun menjual bahan baku obat jadi tenang 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, keren! di perusahaan baku obat pun begitu ya Mba. salut!

      harus jelas, karena itu hak konsumen :)

      Delete
  6. Keren ya. Bisa menhinspirasi dan memberikan berita yg bermanfaat insyaallah jadi ilmu yg berkah barokah. Sukses terus mbak ruli dan mba arina.

    ReplyDelete
  7. Tmbah ilmu
    Tambah wawasan. Trm kasih sharingnya mb arina .salam.kenal mb ruli :)

    ReplyDelete
  8. Mbak Ruli, salah satu blogger terdekatku. Beliau begitu menginspirasi. Bagaikan kakakku sendiri.

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam