Thursday, 25 October 2018

3+ Aplikasi Edit Foto Andalan di Android



“Bund, kalau mau bikin foto ada tulisannya gini pakai aplikasi apa?”
Saya menoleh, sedikit tidak percaya dengan pertanyaan yang keluar dari suami saya. Saya mengernyitkan dahi, sembari menahan tawa.
“Mau bikin apa sih?” selidik saya.
“Nggak apa-apa, biar sesekali aku nimbrung obrolan di grup kantor. Biasanya kan aku jarang nongol, sesekali pengen bikin rame aja.”
Kesambet apa ini orang? Yang biasanya cuma scroll down chat di WhatsApp Group (WAG) tetiba ingin bikin rusuh grup. Hihi. Tak apa lah, saya menyebutnya ini kemajuan. Kebetulan tergabung dengannya di 2 WAG selain keluarga, memang jarang online tapi sekalinya muncul bisa membully anggota yang lain. Ssstt.. diem-diem bae, jangan keras-keras ngomongnya nanti ketahuan sama beliau-nya.

“Coba pakai Snapseed buat cropping sama ngasih tulisan, bisa pakai yang ada bubble-nya.”
“Mana aplikasinya?”
“Ada ko, dulu pernah kuunduh waktu masih sering pinjam HP itu.”
Nah, ketahuan kan kalau dulu saya sering banget nyabotase HP pak suami demi mendapat foto kece. Iyes. ASUS Zenfone 3 Max-nya memang bikin saya iri banget karena kameranya lebih canggih dibanding Hp saya. Kalau sekarang sih sudah kalah saing sama HP keluaran baru ya, tapi tetap cinta lah sama yang dipunya. Wkwkwkwk. Kalau nggak cinta sama yang sudah di tangan takutnya jadi kepengen ganti yang lebih oke terus-terusan.
“Nggak ada snapseed, adanya picsart.”
“Yaudah pakai itu aja, malah lebih oke kalau mau bikin semacam meme karena ada stiker-nya.”
Setelah itu, suami pun sibuk utak-atik Picsart untuk menyunting fotonya agar sesuai seperti yang diinginkan. Sesekali ia bertanya cara mengoperasikan aplikasi tersebut.
Pemandangan yang lucu sebenarnya. Kalau urusan komputer, saya yang selalu tanya kepada suami. Sedangkan urusan smartphone apalagi medsos, saya yang lebih banyak paham. Bagus lah, jadi klop saling melengkapi. Eaaaa!
Sudah ketahuan kan, aplikasi apa yang selalu on di smartphone saya? Yup! Yang paling sering digunakan adalah Snapseed, PicsArt, dan Phonto, selain itu saya juga memasang aplikasi edit foto yang lain yaitu Pixlr dan VSCO.

1. Snapseed
Terbilang aplikasi paling populer bagi instagramer. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis melalui play store. Menurut data yang tertera di play store, snapseed telah diunduh oleh lebih dari 50 juta kali. Snapseed akan mempercantik tampilan foto dengan berbagai ‘alat’ untuk mengedit. Diantaranya untuk memangkas/cropping, untuk memoles supaya lebih cerah, mengurangi dan menambah kecerahan, eksposure ganda, dan banyak fitur lainnya.
Penggunaan aplikasi ini juga cukup mudah, dilengkapi dengan tambahan efek-efek fotografi untuk mempercantik tampilan foto yang akan dipasang di feed instagram.


Saya telah mengunduh aplikasi ini begitu menggunakan kembali Android. Sebelumnya saya menggunakan tab berbasis android lalu beralih menggunakan ponsel microsoft Lumia. Berhubung ponsel terakhir kurang mendukung aktivitas dan mulai sering ngambek, saya pun beralih kembali ke ponsel berbasis android.




Pertama kali menggunakannya hanya sedikit kurang terampil terutama saat menggunakan ‘brush’, ‘healing’, serta ‘text’. Alah bisa karena biasa, lama-kelamaan aplikasi inilah yang selalu menjadi andalan saya.
Kekurangannya, opsi font yang tersedia di snapseed hanya sedikit dan tidak bisa mengunduh tambahan font. Selain itu, semuanya oke menurut saya.

2. Phonto
Aplikasi kedua yang sering saya gunakan adalah Phonto. Aplikasi ini memungkinkan kita membubuhkan tulisan dalam gambar. Seperti halnya Snapseed, Phonto juga merupakan aplikasi gratis di play store.
Di dalamnya tersedia background polos jika menginginkan menggunakan latar belakang polos. Namun untuk aplikasi gratis, hanya tersedia latar belakang polos warna hitam dan putih. Untuk latar belakang warna lain dan/ variasi corak kita harus membelinya melalui aplikasi.



Ketersediaan font pun cukup beragam. Lebih mengasyikkan lagi karena kita bisa mengunduh font yang kita inginkan dan belum tersedia di Phonto. Font gratis bisa kita dapatkan melalui mesin pencari, cari yang gratisan atau berbayar, it’s up to you, Temans! tentunya ada beda antara yang gratis dengan yang bayar, ya. Kalau saya sih berhubung penggunaannya masih sebatas untuk instagram dan (sesekali) blog, free font sudah lebih dari cukup. Jika Teman-teman membutuhkan berbagai model untuk kepentingan komersil, tak akan rugi membeli. Sepakat?!

3. PicsArt
PicsArt sudah saya gunakan sejak gawai saya masih Samsung Tab 3-Lite yang sekarang masih ada tapi sudah hampir tidak bisa dipakai.  Waktu menggunakan Tab, saya mengambil foto dengan kamera ponsel Nokia jadul, lalu saya pindah ke tab dengan bluetooth. Setelah itu saya edit sesuai keperluan dengan menggunakan aplikasi PicsArt yang saya pasang di tab.




Semenjak menggunakan Snapseed, PicsArt lebih jarang saya gunakan. Saat ini penggunaannya untuk membuat efek blur yang tajam, editing yang membutuhkan stiker agar terlihat menarik, dan efek mirroring dan square fit.
4. Pixlr
Saya mengunduh aplikasi Pixlr karena membutuhkan efek splash. Waktu itu di salah satu grup challenge fotografi Instagram, diberikan tema ‘splash’. Oleh beberapa orang di dalam grup WAG fotografi tersebut, saya diberi saran untuk menggunakan aplikasi Pixlr. Saya pun mengikuti sarannya dan segera mengunduh.  




Setelah beberapa kali trial & error menggunakan Pixlr, barulah saya memahaminya. Setelah itu saya juga menggunakan Pixlr untuk membuat foto double exposure untuk mempercantik feed instagram meskipun akhirnya saya hentikan karena bosan dan kembali tidak terlalu memusingkan urusan feed IG. Hihi.
Pada dasarnya, Pixlr sedikit banyak mirip dengan Snapseed, karena itulah saya hanya menggunakannya untuk dua alasan di atas, ditambah kolase sesekali.

5. VSCO
Saya tahu aplikasi ini setelah kepo akun IG salah satu selebgram. Hihi. Ternyata banyak yang merekomendasikan, sehingga saya pun penasaran dan mengunduhnya.
Sayangnya banyak efek dan alat di VSCO yang berbayar, sehingga saya jarang menggunakan aplikasi ini karena belum terlalu membutuhkan.
Kenapa nggak dicopot aja aplikasinya? Sayang, udah diunduh ini. Barangkali nanti saat senggang bisa utak-atik dan belajar VSCO lagi. Yekan... meskipun sebenarnya saya lebih ingin belajar videografi sih.
Itu dia aplikasi edit foto andalan yang masih terpasang di HP hampir 2 tahun lamanya. Semoga setelah ini bisa memiliki kamera Mirrorless impian, supaya bisa lebih banyak eksplore dan belajar fotografi lagi. Siapa tahu juga kan, dengan pakai mirrorless jadi bisa menghasilkan rupiah lewat gambar. Aamiin...    

2 comments:

  1. Aku to dari yang di list mbak Arina, cuma makai Dua phonto sama pics art doang wkwk..itu juga pics art udah aku uninstall karena berat. Akhir2 ini makai yang instan aja kalau mo bikin feed IG; Canva hehe. Btw, makasih sharingnya yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku udah lama nggak pake canva. Sejak pindah ke Bali, sih. Pas di Semarang kan ada wifi waswus unlimited jadi nggak mikir kuota. Sekarang kalo mau utak-atik canva rasane eman2. Canva yg app berat nggak Mba?

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam