Saturday, 20 October 2018

Membeli Rumah Tanpa Utang Bank/KPR, Mungkinkah?


Memiliki hunian yang luas dan nyaman adalah impian hampir setiap orang. Namun kenyataannya, tidak setiap orang mendapat kesempatan yang sama termasuk dalam urusan properti.
Bagi sebagian orang, membeli rumah bisa jadi semudah membeli pakaian di Tanah Abang, namun bagi sebagian yang lain bisa jadi impian yang teramat jauh untuk digapai.

Banyak orang mengatakan, "Bagaimana mungkin jaman sekarang ini bisa punya rumah tanpa ambil kredit di Bank/KPR?"
Tapi ternyata, banyak juga orang yang sudah membuktikan bahwa bisa memiliki rumah tanpa KPR. Apakah orang ini sangat kaya? Semacam The #CrazyRichAsians gitu?

Baiklah, terkait hal ini, no offense ya, Temans. Saya hanya ingin mengumpulkan cerita-cerita yang saya dengar tentang bagaimana seseorang/keluarga bisa memiliki rumah tanpa utang Bank.

Ini menjadi pengingat bagi keluarga kecil saya untuk terus mencari celah kesyukuran di setiap peristiwa. Ketika belum memiliki rumah, bersyukur bisa membayar kontrak rumah dan bisa tinggal dengan aman. Saat belum bisa membayar kontrak, bersyukur masih bisa bernaung di kamar kos, dan seterusnya.

Dulu keinginan untuk segera memiliki rumah meskipun MPC (Mbuh Piye Carane_entah bagaimana caranya), terasa begitu menggebu di dada. Namun akhir-akhir ini menjadi lebih slow terlebih setelah kejadian gampa dan likuifaksi di Palu dan Donggala beberapa pekan silam.
Jadi, bagaimana bisa punya rumah tanpa kredit Bank? Ini dia beberapa alternatifnya.

Pertama, mendapatkan pinjaman sangat lunak/soft loan

Dari mana mendapatkan pinjaman seperti ini? biasanya sih dari orang terdekat seperti orang tua atau saudara kandung.

Pinjaman seperti ini menjadi berkah tersendiri, karena artinya tidak terlibat utang Bank, dan bisa mengangsur pembayaran senyaman mungkin. (ummm...Tapi tetap saja ya, namanya punya utang pasti terasa tidak nyaman). Utang tetaplah utang, untuk itu jika mendapat rejeki seperti ini, harus memosisikan diri sedisiplin mungkin untuk menyicil utangnya.

Kedua, Mulai dengan Investasi Tanah
Sebagian orang berpikir untuk membeli tanah terlebih dahulu sebelum membangun rumah di atasnya. Meskipun entah kapan akan terbangun rumah imipian tersebut. Membeli tanah kapling atau membeli tanah yang dimaksudkan sebagai usaha, misalnya sawah, tergantung prioritas dan kebutuhan masing-masing. 

Selain itu, investasi berupa tanah cenderung lebih mudah perawatannya dibanding investasi berupa bangunan. Diharapkan jika kelak tidak membangun rumah di atasnya, tanah tersebut bisa dijual kembali.
Namun saat ini, di mana tanah semakin sempit dan mahal, orang beralih membeli rumah susun/apartemen yang lebih memungkinkan terutama di kota besar. 

Ketiga, Rumah Tumbuh
Suatu saat saya terkagum-kagum membaca sebuah ide tentang rumah tumbuh. Bagi saya yang tidak mengatahui tentang arsitektur, rumah tumbuh adalah hal yang baru dan langsung membuat saya terkesan.
Beberapa orang pun memiliki rumah dengan cara ini. 

Mereka membeli tanah kapling, membuat desain rumah impian, lalu membangunnya mulai dari bangunan dasar. Selanjutnya, rumah tersebut akan dibangun bertahap sesuai dengan desain utama. Kapan akan dibangun? Tentu disesuaikan dengan ketersediaan dana. Sayangnya terkadang keinginan terus berubah dan desain pun terus berkembang. Dikembalikan kepada masing-masing aja sih kalau gini.

Saya pernah bertanya kepada seorang sahabat yang membeli rumah cash dengan total hampir 1 M termasuk untuk mengurus pajak dan sertifikat. Jawabannya sungguh membuatku tertohok. "Minta sama Allah supaya punya rumah nggak pakai riba, alhamdulillah diijabah. Rencana mau beli rumah yang lebih kecil sesuai dana yang kami punya, tapi orangtua memberikan suntikan dana untuk membeli yang lebih lapang." 
MasyaAllah, saya terharu mendengarnya. Betapa keyakinan di hati manusia itu menjadi kuncinya.

Selain ketiga hal di atas, saat ini banyak peluang untuk membeli rumah tanpa melalui kredit bank, biasanya dengan konsep rumah syariah. Namun saya belum pernah memperlajari lebih dalam ataupun survey langsung terkait konsep hunian seperti ini. Teman-teman ada yang paham?

Jadi, apakah mungkin beli rumah tanpa KPR? Tentu saja mungkin, namun semuanya kembali kepada prioritas masing-masing orang yang berbeda satu sama lain. 

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam