Monday, 4 June 2018

Menyiapkan Menu Buka Puasa Praktis dengan Food Preparation

Assalamu'alaikum, 
Gimana puasanya, Temans? Lancar kan? Alhamdulillah...

Saya pun alhamdulillah masih bisa lancar puasa sambil menyusui. Meskipun tiap siang menjelang sore saya lemas dan ngantuk berat. Untung sih pas bareng ibu mertua jadi saya bisa fokus ngurusin anak-anak.


Jika hanya berempat dengan suami dan anak-anak, tentu repot sekali menyiapkan menu buka puasa dan sahur. Untuk itu sebelum Ramadan tiba, saya sudah merancang beberapa hal agar bisa masak menu buka puasa dan sahur dengan lebih praktis. 
Kalau biasanya kan harus repot dengan 'bantuan' si Kakak yang mau ikut kupas-kupas atau potong-potong sayuran.

Temans sudah nggak asing lagi kan dengan istilah #foodprepratation atau #mealpreparation yang biasanya disingkat #foodprep #mealprep. Pasti sering menjumpai di feed instagram kan? Dengan aneka bahan makanan yang tertata rapi bin cantik di wadah-wadah. Ehm! Btw gara-gara segala macam hashtag itu pulalah saya jadi kepo dan akhirnya ikut-ikutan membeli wadah untuk menyimpan bahan makanan di lemari es.

Credit Keyra corner
Saya sudah punya foodcontainer persis di gambar, tapi belum sempat foto-foto.wkwkwkwk


Katanya awal mulanya adalah untuk menampakkan gaya hidup sehat dengan memperlihatkan seberapa 'hijau'nya kulkas masing-masing. 
Tapi beneran loh, ternyata bermanfaat banget dan menghemat waktu untuk masak. Apalagi seperti saya yang dulu dimanjakan dengan hanya sesekali masak karena ada ibu mertua yang lebih banyak di dapur dibanding saya.

So, begini nih buat nyiapin menu buka puasa praktis ala saya. Ini berdasarkan ATM (Amati-Tiru-Modifikasi) dari apa yang berseliweran di instagram maupun media sosial lainnya. 

1. Atur Menu Harian dalam Sepekan

Jika dulu mau masak apa selalu tergantung dengan persediaan Kang Sayur, maka sekarang harus memaksakan diri lebih rapi dan disiplin. Bukan matiin pasaran Kang Sayur juga ya, beberapa bahan tetap kita beli 2-3 hari sekali.
Untuk mengatur menu, paling penting adalah menyesuaikan dengan jadwal pekerjaan. Saya IRT murni tanpa ART, jadi saya menyesuaikan dengan jadwal suami. Untuk apa? Tentu saja untuk mengantar ke pasar dan menghandle anak-anak sementara saya menyiapkan bahan makanan untuk menu buka puasa dan sahur.

Jadwal kerja suami saya tidak kenal tanggal merah dan week end karena sistemnya shift. Maka saya ambil waktu menu 5 hari. 

Rencanakan menu harian selama sepekan/berapa hari sesuai jadwal masing-masing. Setelah itu, rancang juga bahan makanan yang harus dibeli dan berapa banyak jumlahnya. 
Belanja ke mana? Suka-suka lah..!  Jika memungkinkan ke pasar, akan lebih baik karena persediaan lebih banyak. Jika tidak, ke warung langganan pun cukup.

2. Atur Menu Harian dalam Wadah-wadah Penyimpanan

Habis dari pasar ngapain? Makan trus tidur, Mak! 
Hush! Habis dari pasar saatnya menyiapkan bahan-bahan supaya lebih mudah saat akan memasak. 

Sebagian orang berpendapat bahan makanan tersebut lebih baik dicuci terlebih dahulu supaya saat akan memasak tinggal cemplang-cemplung. Tapi saya lebih suka mencucinya sebelum memasak, kecuali daging dan ikan.

Memasak untuk 5 hari maka saya belanja ayam dan 2 macam ikan.  Ayam digunakan untuk 2 hari, 2 hari ikan, dan sehari telur ayam. 

Ayam dan ikan biasanya langsung saya simpan setelah dicuci dan ditiriskan. Sebagian orang menyarankan untuk membumbui sekaligus. Yang mana lebih baik? Suka-suka saja sih menurut saya. Besok-besok mungkin saya akan mencoba membumbui terlebih dahulu sebelum menyimpan di Freezer. 

Untuk sayuran, saya lebih suka langsung menyimpannya setelah dipetik (misalnya bayam, kangkung, sayur daun kacang, dll). Selain itu, simpan bahan makanan lain dalam satu wadah untuk sekali masak. Kadang beberapa sayuran yang wajib ada di kulkas untuk kondisi darurat, saya lebihkan saat membeli seperti wortel, kol, sawi, dan buncis.

Setelah itu, simpan di dalam kulkas. Tadaa! Beneran deh kulkas jadi makin rapi. Masak jadi tambah semangat juga. Semoga makin disayang suami. Aamiin.. 

3. Persiapkan Bumbu-bumbunya

Bumbu tentunya jadi barang wajib banget kan?
Nah, supaya praktis, bumbu-bumbu penting telah disiapkan. Misanya bawang telah dikupas sehingga saat butuh tinggal menghaluskan atau geprek.

Selain bawang merah dan bawang putih, siapkan cabai, jahe, kunyit, dll yang akan tahan selama beberapa hari di lemari pendingin.
Tak ada salahnya juga untuk menggunakan bumbu bubuk seperti merica, ketumbar, kunyit bubuk, dll. Jangan lupa siapkan juga bawang goreng.

Sekarang sedang ngetrend bumbu dasar yang sangat praktis untuk digunakan oleh ibu-ibu yang repot dan tetap ingin masak. Ini bisa jadi solusinya juga lho. Membuat bumbu sendiri atau membeli racikan bumbu jadi pun oke punya.

Bagaimana jika punya bayi dan ingin menerapkan #mealprep juga? 

Bisa banget, ko!  Kuncinya adalah MPASI sesuai dengan menu keluarga. Beberapa bahan makanan bisa disimpan dalam kondisi matang, misanya hati ayam. Rebus hati ayam, lalu simpan dalam wadah kecil untuk sekali makan. Saat akan masak bisa ambil sayur dari menu harian atau sumber protein pun bisa diambil dari menu lauk harian. 

Dengan #mealprep ini, akan sangat menghemat waktu memasak meskipun awalnya harus lebih repot juga. Anggaplah 'nabung' waktu ya. 

Dan lagi, kita tidak akan terlalu lama termangu di depan lemari es sambil memilih bahan makanan dan kebingungan mau masak apa.

Semoga bermanfaat ya, Temans. Saya juga masih belajar nerapin #foodprep ini, masih trial and error mencoba dari tips-tips yang bertebaran di dunia maya. 

Salam, 

4 comments:

  1. Mempersiapkan bumbu emang penting banget, suapaya lebih cepat bikin menu buka puasa.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih tipsnya Mbak, sangat membantu nih.

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam