Sunday, 10 June 2018

Serunya Hunting Tiket Pesawat Murah untuk Mudik

Ilustrasi
Foto koleksi pribadi arinamabruroh.com

Pertama kalinya mudik luar pulau, bagi saya adalah pengalaman istimewa. Wow banget rasanya.
Baru bulan Maret yang lalu menjadi kenangan pertama kali saya melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

Setelah melewati berbagai hal seru-sedih-senang di rantauan, kami memutuskan untuk tidak mudik lebaran ini. 
Pertimbangannya, kami belum lama pindah, kondisi keuangan yang belum memungkinkan, dan bapak ibu mertua baru saja berkunjung.

Namun perkembangannya, akan ada acara keluaga penting yang rasanya kurang etis jika saya tidak pulang. Bulan syawal insyaAllah adik saya akan menikah, 2 orang sekaligus. Kalau hanya 1 orang mungkin saya tidak akan galau mempertimbangkan pulang atau tidak. Namun karena 2 orang sekaligus, mau tak mau kami harus memutar otak agar bisa pulang kampung.

Hampir setiap hari suami bersama saya mantengin situs pemesanan tiket online. Kami menelusuri jadwal dan harga tiket dari Denpasar menuju Kota Semarang atau kota terdekat lainnya. 
Banyak hal yang kami pertimbangkan dalam 'misi' ini, diantaranya:
- Jadwal sekolah anak
- Jadwal kerja suami
- Jadwal agenda saya
- Tanggal nikah adik-adik
- Kondisi dompet
- Kesiapan support system untuk membantu handle si Kakak

Rupanya segala pertimbangan itu menjadi benang kusut yang membuat pusing kepala dan tidur tidak nyenyak. 
Jadwal sekolah anak, sangat oke karena baru akan memasuki tahun ajaran baru Juli mendatang.
Jadwal suami, bermasalah karena hanya punya waktu off dua hari dan belum dapat jatah cuti. Maklum, ya masih pegawai baru pakai banget.
Jadwal saya? Semuanya bisa diatur dan dikomunikasikan. 
Tapi isi dompet memprihatinkan. Kalau bisa pulang ke Jawa, berangkat ke Bali lagi gimana? Ini juga bikin pusing tujuh puluh keliling!
Tanggal nikah adik-adik aman juga karena masih bulan syawal dan belum waktunya masuk sekolah.

Harus ada yang dikorbankan! Itu poin yang kami temukan.
Mengorbankan untuk tidak mudik adalah yang paling kami hindari. Pengorbanan yang paling rasional adalah: saya dan anak-anak pulang bertiga, sampai bandara dijemput bapak-ibu mertua, lalu pulang kampung saat nikahan adik-adik.

Namun pertimbangan ini juga susah karena bapak-ibu punya rencana akan renovasi rumah setelah lebaran. Hm.. 

Tiket pesawat paling murah menuju Jawa adalah via Solo. Jika memutuskan lewat Solo,maka harus dipikirkan juga bagaimana caranya menuju Semarang dan atau Wonosobo. 

Sampai buntu, kami belum menemukan juga solusi yang paling baik. Waktu itu bapak dan ibu mertua sedang bersiap untuk pulang ke Jawa. 

"Yasudah, pulang bareng Bapak ibu aja sekalian besok," tiba-tiba Bapak mertua saya punya usul. 

Kami diam dan saling berpandangan. Sepertinya tawaran yang menarik. Saya tak perlu bingung bagaimana menghandle dua anak dan barang saat di bandara dan selama perjalanan. Namun kami harus LDR (lagi) selama hampir 2 bulan.

Harus ada yang dikorbankan, bukan? 
Akhirnya suami cek lagi harga tiket pesawat yang akan ditumpangi bapak-ibu. Rupanya harganya belum berubah, masih sama dengan harga tiket yang telah dipesan jauh-jauh hari. Alhamdulillah, artinya bajet tidak terlalu membengkak.

Kami pulang ke Semarang via Solo, lalu menuju Semarang dengan naik bis patas. Cukup menguras waktu tapi bagi kami yang tidak terikat waktu, lumayan menghemat dan jadi cara menyenangkan untuk si Kakak yang jarang naik bis.

Setelah berkali-kali cek jadwal dan harga tiket, kesimpulannya:
- Pesan tiket jauh-jauh hari, meskipun untuk tanggal-tanggal di jadwal mudik tetap mahal karena memang ada aturan kenaikan harga khusus arus mudik dan balik lebaran
- Pertimbangkan untuk memulangkan anak-anak dan istri terlebih dahulu sebelum harga tiket pesawat dinaikkan. Ini jika memungkinkan, ya. Kalau tidak, risiko ditanggung bersama, hehe.
- Suami menyusul mudik menyesuaikan jadwal cutinya
- Begitu pun saat arus balik, suami terlebih dulu berangkat sementara istri dan anak-anak menyesuaikan jadwal sekolah anak terutama jika bisa mendapat tiket lebih murah
- Pertimbangkan untuk menggunakan moda transportasi lain terutama jika anak-anak sudah cukup besar. 

Begitulah serunya hunting tiket pesawat bagi kami keluarga proletar. Hihi. 
Sebagian orang tentu tak perlu pusing dengan mengatur ini-itu saat akan mudik menggunakan pesawat terbang. Tinggal lihat jadwal lalu pesan tiket dan urusan mudik pun beres.

Tak apa lah ya, cukup kami menikmati keseruan dan pengorbanan-pengorbanan itu. Yang akan menjadi cerita hingga kelak, bahwa ada suatu masa pahit getirnya perjuangan sebelum mendapatkan manisnya buah perjuangan itu.

1 comment:

  1. Seru, ya? Sayangnya, tahun ini aku nggak mudik. :'D

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam