Wednesday, 29 June 2016

Perjalanan Mudik Sepenuh Cinta

ilustrasi, credit pixabay
Idul fitri, adalah hari yang dinantikan oleh seluruh penduduk Indonesia karena hari itu artinya libur dan cuti nasional selama beberapa hari. Jika di negara timur tengah sana masyarakat merayakan Idul Adha dengan gegap gempita, maka di Indonesia sebaliknya. Moment idul fitri-lah yang paling istimewa. Karena telah menjadi budaya yang mengakar bahwa idul fitri adalah saatnya mengunjungi kampung halaman, berasyik masyuk dengan keluarga besar yang jarang ditemui. Saatnya menjalin silaturrahim dengan sanak saudara setelah berbulan-bulan menjalani hidup di perantauan.
Teman-teman, pernah merasakan idul fitri penuh sensasi? Pasti sering ya, terutama buat para mudik-ers. Saya sendiri merasakan sensasi mudik semenjak menjadi mahasiswa. Memang tidak sedahsyat perjuangan mudik teman-teman yang harus terjaga malam-malam untuk online demi mendapatkan tiket kereta api sejak jauh hari, atau harus berdesakan kereta api saat sistem perkereta apian di indonesia belum sebagus saat ini. Ada juga yang rela mudiknya diundur karena tidak mendapatkan tiket pesawat terbang, atau bahkan harus menahan haru menjalani hari idul fitri di kos yang sepi.

Tuesday, 28 June 2016

Es Kuwut dan Kisah PPT (Para Pencari Takjil)


Suka nonton serial TV special ramdhan PPT (Para Pencari Tuhan)? Saya tidak akan membahas sinetron itu, temans. Tapi ada cerita lain tentang PPT, yaitu Para Pencari Takjil. Entah siapa yang pertama kali mengeluarkan istilah plesetan ini, tapi bagi kami anak kos, menjadi PPT adalah keniscayaan terutama saat kantong kempis menyisakan uang ongkos mudik yang lebih mahal dari biaya transportasi di hari yang lain.
Biasanya, yang jadi PPT sih kaum adam yang tak malu-malu menggilir masjid demi masjid di sekitar kos untuk mendapatkan takjil dan atau makan malam gratis. Anak perempuan, gengsinya lebih besar jadi merasa sungkan untuk datang ke masjid sebelum berbuka, kecuali dalam kondisi sangat terpaksa.

Sunday, 26 June 2016

Cinta Kami Berawal dari Masjid




Menuliskan kisah ini seperti harus membuka kembali layar yang sudah beberapa tahun hanya teronggok di pojokan kamar, menjadi sarang tikus.
Kami bukanlah siapa-siapa, hanya sesama teman kuliah yang (sok) sibuk berorganisasi dan tak banyak saling mengenal. Sampai suatu hari sebuah proposal nikah datang lewat email, bukan dari dia, tapi dari perantara yang entah bagaimana ceritanya membawa proposal itu padaku.

Friday, 24 June 2016

Diah Kusumastuti, Bahagia karena Bersyukur

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum,
Teman-teman, apa sih bahagia itu? kalau ada yang bilang bahagia itu adalah sukses materi, punya mobil mewah dan berderet di garasi, isi rekening selalu gendut, punya villa di berbagai kota yang selalu ‘cring-cring’ menghasilkan pundi-pundi dollar.. atau sederet prestasi dunia lainnya, apakah Teman-teman setuju?
Saya malah kurang setuju dengan pendapat tersebut. Memang materi adalah salah satu sumber yang bisa membuat kita bahagia, tetapi yang jauh lebih penting, bahagia itu ada di hati manusia yang lahir karena rasa syukurnya pada apa yang diberikan oleh Sang pencipta.
Mba Diah dan senyum manisnya

Wednesday, 22 June 2016

Panduan Membuat Parcel Lebaran Kreasi Sendiri


Assalamu’alaikum, Teman...
Tak terasa Ramadhan sudah hampir memasuki 10 hari terakhir, yang artinya kesibukan mudik mulai terlihat dan aktivitas menyiapkan datangnya hari raya idul fitri pun mulai terasa. Semoga kesibukan yang banyak itu tidak membuat aktivitas di tempat ibadah lantas menjadi sepi karena orang-orangnya pindah ke mall, ya.... Sekarang  mah apa-apa bisa dilakukan hanya dengan menjentikkan jari, eh maksudnya scroll-scroll dan klak-klik gadget belanja online, jadi mau beli kebutuhan lebaran tidak perlu menghabiskan banyak waktu pergi ke pusat belanja, cukup duduk manis dirumah sambil menanti waktu berbuka beberapa hari kemudian barang yang dipesan sudah di depan mata. How easy life!
Selain menyiapkan perlengkapan lebaran untuk diri sendiri dan keluarga, biasanya kita juga perlu memberikan parcel untuk orangtua atau kolega kita kan? tradisi memberikan parcel ini menjadi semacam kewajiban tersendiri meskipun tidak ada hitam di atas putihnya.