Monday, 12 June 2017

Benarkah Kurma Smoothies Efektif sebagai ASI Booster?

Sumber gambar: vemale.com

Assalamu'alaikum, Temans
Apa kabar nih puasanya? Terutama para ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui), pastinya butuh perjuangan berat untuk melaksanakan kewajiban berpuasa. Memang bagi keduanya (bumil dan busui) ada rukhshah (keringanan) untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain/qadha. Namun, jika tidak ada yang membahayakan diri dan janin atau bayi yang disusui, menjalankan ibadah puasa jauh lebih utama dibandingkan meninggalkannya.
Dalam kitab Fiqih Puasa Yusuf Qardhawi disebutkan bahwa ibu hamil dan atau menyusui disamakan dengan orang sakit yang diperbolehkan tidak berpuasa ketika kondisinya tidak memungkinkan dan membahayakan diri atau janin dalam kandungannya.

Hal ini didasarkan pada ayat Al-Qur’an Surat AL-Baqarah ayat 183-184.
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.
(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa diantara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Juga dalam hadits:
“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Supaya tetap fit selama berpuasa, umumnya bumil dan busui memiliki trik khusus untuk mengatur pola makan dan asupan yang masuk untuk dirinya. 

Akhir-akhir ini viral (lagi) resep booster ASI dan booster energi untuk bumil dan busui yang terbuat dari Kurma dan susu. Teman-teman juga mendapatkan broadcast-nya? Atau pernah mencobanya?
Sebenarnya, resep tersebut sudah ramai dibicarakan orang sejak beberapa tahun yang lalu (kalau tidak salah saat saya masih menyusui 2 tahun lalu pun sudah mulai menyebar) namun menjadi lebih booming di Ramadhan tahun ini.
Resep tersebut sangat sederhana, yaitu dengan mencampurkan air rendaman kurma/nabidz/nabeez/naqi’ (sekaligus kurma yang sudah direndam) bersama susu (UHT/Susu steril/susu murni).
Sejak pertama membaca resep ini dan pernah melihatnya di salah satu acara TV (2 artis bersaudara memeragakan membuat kurma smoothies) saya selalu teringat bahwa Rasulullah mencontohkan untuk TIDAK MENCAMPUR BUAH DENGAN SUSU. Bukankah kurma termasuk buah? Maka saya memilih untuk hanya membuat rendaman kurma (nabidz) dan lebih sering makan buah kurma langsung.
Diantara menjaga pola makan yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah sarapan dengan kurma dan air putih, tidak mencampur buah dengan susu, tidak mencampur protein hewani darat dengan laut, makan buah sebelum makan, dll.
Akhirnya saya pun bertanya kepada salah seorang pakar thibbun nabawi yang kebetulan tergabung dalam satu WA grup (WAG).
"Pak, tinjauan thibbun nabawi untuk kurma smoothies (kurma+susu) bagaimana? Bukankah tidak disarankan mencampur buah dengan susu?"
"Benar. Rasulullah menyarankan untuk tidak mencampur buah dengan susu. Untuk kurma, baik berupa buah maupun rendaman (nabidz) sifatnya cenderung alkali dan tidak cocok dicampur dengan susu yang sifatnya asam."
Beliau juga melampirkan screenshot dari kitab thibbun nabawi tentang kurma dan susu yang berbunyi:
Dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi karya Imam Ibnul Qayyim (hal. 324), Bab “Berbagai Anjuran yang Bermanfaat dalam Pengobatandan gaya Hidup,” dinyatakan:
“Barangsiapa yang menggabungkan dalam lambungnya susu dengan nabidz, maka apabila ia menderita lepra atau asam urat, tidak ada yang bisa disalahkan kecuali dirinya sendiri.”
Pernyataan hampir sama didapati pada kitab Al-Adab Asy-Syar’iyyah (II/359), karya Imam Ibnu Muflih al-Maqdisi al-Hambali. Beliau rahimahullah mengutip pernyataan para dokter waktu itu, bahwasanya tidak cocok menggabungkan dalam lambung antara susu dengan nabidz karena akan mencetuskan penyakit lepra dan asam urat.
Secara definisi nabidz ada dua jenis, yang manis atau yang memabukkan. Terbuat dari anggur, kismis, kurma, buah Tin kering, madu atau bahan lain yang direndam dalam air, dimasak/ dan atau difermentasi.
Bahasan lengkap mengenai berbagai jenis nabidz dapat dibaca dalam kitab al-Mu’tamad fil Adwiyah al-Mufradah karya Ibnu Rasul AL-Ghassani.
Ketika merendam buah kering dalam air maka gula dari buah tersebut akan terlarut dalam air, inilah yang disebut dengan naqi’ (infusa/ infuse water). Apabila mengalami reaksi lanjutan bisa berubah menjadi khamr.
Lalu saya bertanya lagi, jika ingin mengkonsumi keduanya (kurma&susu) berapa jarak minimalnya?
Beliau mengatakan bahwa disunnahkan minum susu sebelum tidur sesuai hadits:
“Ketika aku diangkat menuju Sidratul Muntaha, aku melewati empat sungai, dua sungai telah nampak olehku sementara dua lainnya belum nampak, dua sungai yg nampak olehku adl sungai nil & sungai efrat, sedangkan dua sungai yg tak nampak olehku adl sungai yg berada di surga, lalu aku diberi tiga mangkuk, satu mangkuk bersisi susu, satu mangkuk lagi berisi madu & satu mangkuk lainnya berisi khamr, maka aku mengambil mangkuk yg berisi susu & meminumnya, lalu diberitahukan kepadaku; Kamu & ummatmu telah memilih fithrah. Hisyam & Sa'id serta Hammam berkata dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Malik bin Sha'sha'ah dari Nabi mengenai beberapa sungai seperti hadits di atas, namun mereka tak menyebutkan tiga mangkuk.” [HR. Bukhari No.5179]

Bagaimana, Temans?
Tentunya kita tidak bisa menafikan betapa besarnya manfaat kurma dan susu untuk kesehatan kita. Rasulullah pun mengajarkan untuk memakan buah kurma dalam jumlah ganjil dan biasanya disebutkan 7 butir kurma.
“Amer bin Saad dari ayahnya – berkata : Rasulullah, sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Lakukanlah ihtiar perlindungan dari sihir dengan makan 7 kurma”
Penelitian sudah tunjukkan kalau buah kurma miliki manfaat utama.
1. Kurangi tingkat kolesterol dalam darah dan mencegah aterosklerosis.
2. Wasir ,kurangi bentuk batu kepahitan dan memfasilitasi tahap kehamilan serta persalinan, lantaran mengandung serat serta makanan yang baik pencernaan dan gula.
3. Mencegah kerusakan gigi karena mengandung fluor.
4. Mencegah racun karena mengandung natrium, kalium dan vitamin c.
5. Penyembuhan anemia karena mengandung zat besi, tembaga, vitamin B-2.
6. Obat untuk rakhitis dan osteomalacia karena mengandung  kalsium, fosfor, vitamin A
7. Penyembuhan untuk anoreksia  dan kurangnya konsentrasi karena mengandung kalium.
8. Untuk pengobatan umum kekurangan , jantung berdebar karena mengandung magnesium, tembaga
9. Obat kanker rematik dan otak karena mengandung boron.
10. Anti-kanker karena mengandung  selenium
11.Pengobatan disfungsi ereksi karena mengandung boron, vitamin A.
12. Perawatan untuk kulit kering , penyakit kornea kering serta kebutaan malam karena mengandung vitamin A.
13. Obat untuk penyakit saluran pencernaan saraf karena mengandung vitamin B1.
14. Perawatan untuk rambut rontok , stres mata , peradangan pada selaput lendir rongga mulut serta radang bibir karena mengandung vitamin B-2.
15. Perawatan kulit inflamasi karena mengandung vitamin niacin.
16. Obat untuk penyakit kudis, melemahnya imum tubuh , jantung berdebar, sesak napas ,kontraksi pembuluh darah serta timbulnya bintik-bintik merah pada kulit serta kekurangan dalam tulang dan gigi, karena mengandung Vitamin C, atau asam askorbat 2.
17. Pengobatan keasaman di perut karena mengandung klorin, natrium dan kalium.
18. Pengobatan penyakit gusi dan kekurangan pembuluh darah kapiler, otot dan tulang
masyaAllah... pantaslah jika kurma pun disebut-sebut dalam Al-Qur’an. Manfaatnya sangat banyak untuk kehidupan manusia.
Manfaat kurma untuk bumil dan busui juga bisa kita ambil pelajaran dari kisah Maryam. Maryam yang melahirkan Nabi Isa AS mendapatkan ilham dari Allah untuk menggoyangkan pohon kurma agar buahnya berjatuhan. Buah kurma inilah yang memulihkan energi Maryam setelah persalinan.
Susu juga memiliki manfaat yang besar jika kita meminumnya secara benar. Rasulullah pun meminum susu yaitu susu Unta dan kambing segar.
Jadi kita yang hidup di Indonesia bisa menyesuaikan dengan hewan ternak penghasil susu yang ada. Meski begitu, bagi sebagian orang terutama yang tidak suka susu, kebutuhan nutrisi yang terkandung di dalamnya bisa digantikan dari sumber lain.


Oia, mungkin ada yang bertanya-tanya apa itu nabidz?
Dalam penjelasan kitab thibbun nawabi di atas telah dijelaskan bahwa nabidz atau nabeez  adalah rendaman buah kering seperti kurma, kismis, buah tin, dll. Airnya disebut Air Naqi’ atau Infused water.
Cara membuatnya: Rendam beberapa butir kurma (sebaiknya/ sunnahnya dalam bilangan ganjil) ke dalam segelas air masak. Pastikan rendaman kurma tersebut tertutup rapat. Lama perendaman adalah 8-12 jam, setelah itu bisa dikonsumsi dan kurma yang telah direndam pun bisa tetap dimakan. Teksturnya telah berubah lembut dan manisnya berkurang.
Sunnah membuat air naqi’ ini ada dalam hadits:
“....Aku pernah membuat naqi’ untuk beliau Sallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah kantung kulit pada malam hari. Kemudian aku mengikatnya dan menggantungnya. Lalu di pagi harinya beliau Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam meminumnya.” (HR. Muslim) (sumber: #AyoLebihBaik)
Idealnya membuat Naqi’ adalah pada waktu sore menjelang malam untuk dikonsumsi saat sahur/ bangun shalat malam. Dan membuat di pagi hari jika ingin meminumnya di waktu berbuka.
Teman-teman ada yang sudah mencobanya?
Saya sih baru beberapa kali membuat Naqi/nabidz karena sering lupa (wkwkwkwk. Bilang ada males)) dan lebih sering mengkonsumsi kurma langsung. Tapi beneran segar lho si Naqi’ ini. Buktikan aja kalau nggak percaya.
Dan kurma (buah kurma maupun Nabeez/nabidz/naqi’) memang menjadi booster ASI yang mujarab untuk ibu menyusui. Dulu saya pun rajin makan kurma terutama saat masih menyusui Hasna. Alhamdulillah waktu itu puasa pada saat menyusui tetap lancar dan ASI pun mencukupi hingga usianya 2 tahun.
Untuk booster energi ibu hamil pun cukup efektif, yaitu dengan makan 7 butir Kurma saat sahur dan berbuka. Bahkan sekarang ada metode Persalinan Maryam yang menjadikan kurma sebagai salah satu sarana terapinya. Yang terakhir ini semoga lain waktu bisa menulisnya.
Yuk ah, yang belum punya stok kurma segera hunting kurma mumpung pasar atau mall nya belum seramai detik-detik menjelang lebaran. Hihi.
Semoga bermanfaat, ya Temans.

Salam,  

8 comments:

  1. Jazakillah mb sudah diingatkan, aku kemarin2 pernah bikin jus kurma susu..terus ada yg posting ndak boleh dicampur, teruss ahire stop..ambil aman. Ahire ta makan pisah pisah, kadang air nabeez

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Cha, lbh aman nabisz atau kurma aja

      Delete
  2. Loh, jadi enggak boleh ya susu sama kurma dibikin smoothies?
    aih, baru tau aku..
    yaudah atuh minum rendaman kurmanya aja, susunya buat anakku, dia gak doyan rendaman kurma soalnya, huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi. Itu menurut thibbun nabawi Teh, kadang sama ilmu kedokteran modern masih blm terbukti 😀

      Delete
  3. mmm... Begitu yah... Makasih infonya mba... Bagusnya rendaman kurma aja berti yah... Salam kenal mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul.
      Salam kenal kembali, semoga bermanfaat

      Delete
  4. Banyak sekali manfaat buah ini, terimkasih sdah berbagi, kunbal y

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam