Tips Menyiapkan Menu Buka Puasa Praktis

Menu Buka Puasa Praktis


Berbuka puasa adalah salah satu kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa. Ada kesyukuran saat mendapatkan makanan dan minuman untuk meredakan rasa haus dan lapar yang telah tertahan sejak fajar hingga waktu berbuka. Bahkan bagi orang yang menyediakan makanan untuk berbuka, akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang berbuka tersebut tanpa mengurangi pahalanya. MasyaAllah.

Masa pandemi ini menyebabkan banyak ibu menjadi lebih rajin memasak, termasuk saya. Sehari-hari saya memang memasak sendiri, untuk alasan kesehatan keluarga dan ‘kesehatan’ finansial aliasn berhemat. Menu sehari-hari saya adalah menu praktis yang bisa saya buat sambil mengawasi anak-anak.

Meskipun sudah menyiapkan menu-menu praktis pun, rasanya masih sering keteteran saat menyiapkan makanan berbuka. Maklum, namanya masih punya batita yang seringkali merengek minta ini-itu, masih sering ke kamar mandi untuk pipis, berebut mainan dengan kakaknya, dan segala tingkah polah anak-anak yang ‘menemani’ waktu masak.

Supaya kegiatan masak-memasak dan menyiapkan makanan berbuka puasa menjadi lebih pratis, biasanya saya menyiapkan beberapa hal:

 

1.Menyiapkan Menu Buka Puasa Selama 1 Bulan

Menyiapkan menu buka puasa selama sebulan akan membuat urusan dapur kita menjadi lebih praktis. Setelah menyusun menu per pekan, kita bisa menyiapkan bahan-bahannya dan memasak sesuai dengan jadwal setiap harinya.

Namun saya belum pernah berhasil dengan susunan menu ini. Nafsu makan setiap hari berubah, kadang sudah menyiapkan menu sesuai porsi ternyata kurang, lain waktu menyisakan makanan. Nah, jika ada makanan sisa, saya memilih untuk mengolah kembali makanan tersebut supaya bisa dimakan, kecuali bahan makanan yang tidak bisa dirombak lagi seperti bayam dan kangkung, misalnya.

Solusinya, karena saya belanja ke warung dan atau belanja online di tukang sayur selama pandemi ini, saya hanya menyesuaikan sayur dan bahan-bahan yang tersedia. Setelah itu, memperkirakan menu apa yang memungkinkan untuk 2-3 hari ke depan sebelum belanja sayur lagi. Cara ini cukup efektif dan mengurangi kemungkinan sayur tersisa. Jika ternyata ada sayur yang masih tersisa dalam waktu 2-3 hari tersebut, maka saya tunda membeli sayur lagi untuk menghabiskan sayur yang masih ada.

2. Food Preparation

Food preparation atau dikenal juga dengan foodprep atau mealprep sedang marak dilakukan oleh ibu-ibu. Cara ini terbukti membuat waktu masak lebih praktis dan mengurangi terbuangnya bahan makanan.

Kita memerlukan wadah-wadah penyimpanan makanan, misalnya t*pperware atau sejenisnya. Sebenarnya tak harus sekualitas wadah penyimpanan mahal itu, kita bisa menggunakan wadah-wadah bekas asal kedap udara sehingga aman untuk menyimpan.

Saya dulu membeli paket wadah untuk foodprep yang sempat hits sekitar 2 tahun yang lalu. Maklum, saya baru menerapkan foodprep memang sejak tinggal di perantauan. Sebelumnya, urusan dapur hanya ngikut ibu mertua.

Setelah belanja, hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan sayuran dari kotoran dan memetiknya. Banyak orang yang langsung mencucinya, tapi saya memilih untuk langsung menyimpan tanpa mencucinya terlebih dahulu. Sedangkan untuk ikan, daging, ayam, udang, dll pasti sudah disiangi dan dibersihkan, masukkan ke wadah, bisa dikucuri perasan jeruk nipis dulu, lalu simpan di freezer.

Cara ini cukup efektif dan membuat kita tidak harus setiap hari belanja ke warung/tukang sayur. Saat akan memasak bahan di freezer, kita bisa men-defrost-nya terlebih dahulu. Sedangkan sayur-mayur yang sudah disiapkan bisa langsung dimasak sesuai rencana.

 

3. Menyiapkan Bumbu Dasar

Menyiapkan bumbu dasar supaya memasak menjadi lebih praktis, itu benar sekali. Saya pun sudah membuktikannya. Tersedianya stok bumbu dasar di kulkas membuat kita tak perlu memulai semuanya dari mengupas-mencuci-mengiris-mengulek dan segala macam ribetnya. Memang, sama halnya dengan foodprep kita akan sedikit repot di awal dengan menyiapkan bahan untuk membuat berbagai bumbu dasar, misalnya bumbu dasar putih, kuning, merah, baceman bawang, kaldu udang, dll.  Namun setelah semuanya tersedia, kita akan tersenyum senang karena masak menjadi lebih mudah.

Saya sendiri belum memiliki blender dan atau food processor, maka terima kasih kepada produsen bumbu dasar yang telah menjadi langganan saya. Sebenarnya bisa saja ngulek, tapi sudahlah, saya tidak kuasa membayangkan harus ngulek untuk menyiapkan bumbu-bumbu sementara ada krucil yang sedang ingin tahu segala hal yang dilakukan bundanya.

Tak masalah soal menyiapkan sendiri atau membeli bumbu dasar jadi, intinya adalah kita menyiapkan bumbu-bumbu tersebut supaya memangkas waktu memasak kita. Selain bumbu dasar, saya juga akhirnya memilih untuk membeli bumbu-bumu lain berupa bubuk, seperti kunyit, ketumba, dan merica. Sesekali kita masih memerlukan juga ulekan dan talenan, terutama saat memasak yang lebih spesial dan ingin rasanya lebih mantap.

Itu dia 3 cara menyiapkan menu buka puasa praktis ala saya. Temans pastinya punya cara sendiri yang berbeda, bukan? Silakan bisa berbagi di kolom komentar.

Semoga bermanfaat,

Salam,

No comments for "Tips Menyiapkan Menu Buka Puasa Praktis"