Tuesday, 31 July 2018

Masak Apa Saja Bisa dengan Bumbu Dasar Homemade 'DAPUR NAJNU'

Ayam masak kecap
dengan bumbu kuah santan Dapur Najnu
Dokpri

Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya, terutama anak-anak. Momen awal masuk sekolah tentu sangat repot dengan agenda (baca: kerempongan pagi) membangunkan anak, menyiapkan mereka untuk sekolah, menyiapkan sarapan keluarga sekaligus bekal untuk makan siang dan snack time.

Kalau di bayangin pasti bikin pusing, dan jika dijalani, ternyata makin pusing. Pusing yang bikin hati meleleh bahagia ketika si Kakak pulang dengan kotak bekal makan siang yang kosong, dan bilang ia menghabiskan makanannya karena enak. Gedubrakan pagi yang membuat hati menghangat bahagia karena anak-anak bisa belajar dengan tenang.

Sebagai ibu yang belum berpengalaman saat anak akan bersekolah sejak pagi hari, rasanya menghadapi pagi dengan segala drama-nya itu sungguh menakjubkan. Belum lagi masih ada bayi usia 9 bulan yang belum bisa ditinggal dalam waktu lama.

Saya pun harus memutar otak agar semua bisa berjalan normal dan efektif. Oke, saya pun berniat untuk membuat bumbu dasar supaya mudah saat akan memasak. Repot di awal pastinya, tapi akan terasa manfaatnya saat memasak.

Saya mencari info seputar resep bumbu dasar putih, bumbu dasar kuning, bumbu dasar merah dan baceman bawang. Berbagai saran dari teman di medsos juga saya catat baik-baik. Namun masalahnya saya belum punya blender untuk menghaluskan bumbu. Nguleg? Duh, saya belum siap mental untuk nguleg bumbu banyak-banyak. Hehe.

Baiklah, solusinya adalah menyiapkan dana untuk beli blender. Tapi mendadak saya harus pulang ke Jawa, maka budget untuk beli blender harus rela dipending lagi.

Hm... Well, namun begitu cerdasnya medsos karena setelah saya mencaru info tentang bumbu dasar, muncullah status jualan seorang teman yang memproduksi bumbu dasar.

Kepo, saya pun segera menghubungi beliau lewat whatsApp dan bertanya ini-itu seputar bumbu dasar.

Deal, saya memesan bumbu dasar untuk persiapan puasa. Kebayang kan, rempongnya saat buka dan sahur dengan krucils yang aktif? Nah, berharap banget bumbu ini akan bermanfaat.

Waktu bumbunya sudah dikirim, cukup dagdigdug sih, takut si bumbu pesanan nggak datang tepat waktu. Pesannya sudah bulan Ramadhan sih, jadinya lalu lintas ekspedisi sudah mulai ramai persiapan lebaran.
Alhamdulillah, waktu sampai tidak ada yang rusak. Semuanya masih terkemas rapi.

Kegalauan selanjutnya adalah: rasa bumbunya sesuai dengan selera nggak ya?!
Nah, nggak akan tahu kalau belum dicoba, bukan?

Cuss deh dicoba untuk masak sayur bening bayam kesukaan si Kakak. Alhamdulillah, ternyata dia suka. Pak Suami juga bilang rasanya enak. Jadi cocok sama lidah, lanjut dah!

Setelah itu nyobain bumbu kuah santannya untuk ungkep ayam, alhamdulillah pas juga. Setelah dipikir-pikir, bisa jadi masak dengan bumbu yang sama belum tentu rasanya sama karena takaran bumbu tambahannya (garam, gula, dll) pasti berbeda.

Setelah merasa pas di lidah, jadinya sekarang kalau mau masak tinggal cemplung bumbu. Praktis banget! Nggak perlu kupas-uleg lagi. Waktu itu sempat nyetok bawang merah dan bawang putih masing-masing 1/4kg, tapinya sudah 20 hari ini masih ada juga tuh duo bawangnya. Awalnya nyetok buat tambahan kalau pas nggak terlalu repot mau ngulek sendiri, ujung-ujungnya keseringan repotnya karena si Bayi sudah mulai belajar berdiri dan selalu 'membantu' bunda di dapur.

Sudah masak apa aja dengan bumbu homemade Dapur Najnu? Semua! Mulai dari goreng tempe/tahu, ikan, ayam, sayur bening, sup, capcay, ungkep ayam, opor, kuah kuning, dan banyak lagi. Belum nyoba bikin nasi uduk atau nasi kuning, sih. Kapan-kapan deh nyoba.
Kalai dari Dapur Najnu sendiri, ada panduannya nih kegunaan bumbu kuah bening dan kuah santannya.

VARIASI MENU VARIAN KUAH BENING:
1. Sup
2. Sayur asam
3. Garang asam
4. Swieke
5. Kuah baso
6. Kuah Mie, capcay dan seblak
7. Aneka gorengan(tempe,bakwan,tahu)
8. Aneka peyek (udang, teri, tepung goreng ikan/ayam)
9. Bumbu ikan goreng, Ayam kecap, telur dadar,  fuyunghay. 
10. Aneka olahan daging/ikan(bumbu nuget, bakso, otak otak, rolade, empek empek) 
11. Campuran aneka sambal (sambal terasi, sambal matah,kemangi)
12. Nasi goreng.
13. Dll

VARIASI MENU VARIAN KUAH SANTAN:
1. Opor
2. Mangut
3. Lodeh
4. Ungkep aneka unggas
5. Acar Ikan
6. Kare
7. Semur
8. Soto bening atau santan. 
9. Botok
10. Nasi Kuning, nasi liwet. 
11. Balado
12. Gorengan tempe, tahu, udang, teri dll
13. Olesan bakar (bakar kecap,  bakar berbumbu ala padang). 
14. Tahu, tempe bacem.
15. Mie Aceh.
16. Ayam kecap, tongseng. 
17. Daging gepuk. 
18. Dll

Nah, makin penasaran dengan Bumbu dari Dapur Najnu nggak Temans? Simak interview singkat dengan ownernya, Mba Chimayah aka May yuk! 

Credit Dapur Najnu

Bagaimana kisah awal dapur Najnu?

Tinggal di kota besar, biaya hidup tinggi mau tidak mau membuat kami harus banyak berhemat. Salah satu caranya ya dengan meminimalisir jajan. Untuk makan sehari-hari dipersiapkan dari dapur kecil kami. Bahkan sejak awal menikah suami hampir selalu membawa bekal dari rumah. Memang suami yang minta. Selain lebih hemat belanja, lebih sehat, juga lebih hemat waktu. Suami tak perlu keluar untuk membeli makan siang.

Meskipun punya anak masih kecil-kecil saya selalu sempatkan masak.  Bahkan setelah lahiran anak ke tiga, sepulang dari bidan pun saya langsung mempersiapkan makan untuk berbuka. Saat itu saya lahiran di bulan Ramadhan. 3 hari menginap di klinik bersalin suami selalu beli makan untuk buka dan sahur, katanya bosan "masakan umi lebih enak". Walaupun sederhana ternyata masakan rumahan tetep dinantikan keluarga. 

Tapi saya merasakan betul bahwa bagian yang cukup menyita waktu dari proses memasak adalah saat menyiapkan bumbunya. Dengan kondisi punya bayi, balita, dan anak usia SD saya tak bisa banyak berkreasi dengan masakan. Hanya menu sederhana saja semisal sayur bening dan tumis tumis. Lauk pun tak jauh-jauh dari ikan goreng yang hanya dibumbuin lada dan garam saja.

Hingga akhirnya suatu hari saya dapat info kursus bumbu dasar. Saya tertarik ikut saya fikir akan sangat berguna nantinya. 

Dan Alhamdulillah, betul dugaan saya. Setelah saya praktik membuat bumbunya dan mengaplikasikan dalam masakan ternyata benar-benar praktis. Dan lebih dari itu masakan saya pun makin bervariasi. 

Setelah merasakan manfaatnya saya pun mulai memproduksi bumbu dasar yang akhirnya saya nama Bumbu Dasar "Dapur Najnu" dengan harapan banyak ibu-ibu yang juga terbantu untuk menyiapkan masakan rumahan.

Bagaimana Saat mulai membangun usaha?

Produksi bumbu dasar Dapur Najnu pun mulai berjalan. Bumbu dasar "Dapur Najnu" ada 2 varian yaitu kuah santan dan kuah bening. Awalnya hanya mulai dari 2-3 resep saja sekali produksi, hingga akhirnya harus produksi masing-masing 10 resep jadi total sekali produksi bisa 10kg bumbu karena permintaan makin banyak.

Suka dan dukanya apa?

Suka nya saat dapat testimoni dari customer yang terbantu masaknya jadi lebih praktis dan enak. Pun Alhamdulillah saya punya tambahan penghasilan meskipun hanya dijalankan dari rumah, tapi customer saya dari berbagai kota bukan hanya di pulau jawa. 

Dukanya kalau harga bawang naik maka harus siap keuntungan berkurang banyak. Selain itu juga proses menyiapkan bumbu yang cukup lama dan masih banyak yang harus dikerjakan sendiri kadang cukup melelahkan.

Bagaimana kiatnya untuk memajukan Dapur Najnu? 
Dapur Najnu masih saya rintis. Awalnya saya terkendala di kemasan karena untuk pengiriman ke luar kota harus dipastikan bumbu tetap aman tidak rembes keluar kemasan. Saya beberapa kali ganti kemasan dan mungkin suatu saat pun ada kemungkinan bisa berganti kemasan lagi.

Meskipun kemasan ganti tapi untuk isi tetap saya pertahankan kualitasnya. Saya gunakan bahan-bahan pilihan, misalnya untuk bawang putih tetap saya pertahankan menggunakan bawang kating bukan bawang putih biasa. 

Kemasan awal saya jual masih polosan tanpa label bertahap hingga sekarang sudah berlabel.

Namun promosi masih belum optimal, online masih via facebook personal dan grup grup WA. Itu pun sekali produksi kadang masih belum bisa memenuhi pesanan yang masuk. Karena memang belum bisa produksi massal.

Barakallah Mba May dan keluarga dengan Dapur Najnu-nya. Semoga makin berkembang, makin berlimpah, makin banyak pelanggan dan makin memberi manfaat. Saya nih salah satu orang yang merasakan manfaatnya bumbu produksi Mba May.
Semoga selanjutnya bisa ngantongin No. PIRT dan Sertifikat Halal supaya bisa makin bersaing.

Mau pesan bumbunya? Lewat facebook Ummu Najla bisa. Gih kepoin! 😁

Semoga bermanfaat!
Salam, 

10 comments:

  1. Masakan rumahan memang yang terbaik :) heheh

    ReplyDelete
  2. Selain sehat, masakan rumahan juga buat kita jadi hidup hemat :)

    ReplyDelete
  3. Lihat ayam kecapnya, jadi pengin coba juga ...

    ReplyDelete
  4. Beragam ya bumbunya, dari masakan kering sampe yang basah :) jadi pengin coba nih ....

    ReplyDelete
  5. Solusi buat ibu-ibu yang pengin buat masakan tertentu tapi gak bisa buat bumbunya :)

    ReplyDelete
  6. wuih bisa nih dicoba. mo ceki2 IG nya ah. tfs ya say

    ReplyDelete
  7. wow keren menginspirasi sekali tulisannya. lope.. lope.. deh.

    ReplyDelete
  8. Wah keren nih bisa mengembangkan usaha begini. Namanya unik ya. Moga sukses selalu bisnisnya.

    ReplyDelete
  9. Menarik nih, intip IGnya ah hehehe

    ReplyDelete
  10. Andalan banget hihi aku biasanya dibikinin nyokap bumbu dasar berguna sekali

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam