Lebih dekat dengan Alquran saat Puasa di Rumah

Ide Kegiatan saat puasa

Melakukan ibadah di bulan Ramadhan yang 'hanya' dihabiskan di rumah, memang rawan menimbulkan kejenuhan. Namun cobalah kita melihat dari sisi yang lain, bahwa waktu yang disediakan tersebut adalah agar kita makin dekat dengan Sang Pencipta. Alih-alih mengutuk corona dan waktu yang terbuang percuma, kita bisa 'kembali kepada Alquran' sebagai ide kegiatan saat puasa.

'Yah, kalau bahas Alquran palingan juga itu-itu aja....'

Wait! Jangan salah, ada banyak aktivitas yang membuat kita tidak jenuh terus-menerus berinteraksi dengan Alquran, yang menjadi manual book alias panduan hidup manusia ini.

Paling tidak ada 5 kegiatan yang bisa kita lakukan, yaitu tilawah, Membaca tafsir alquran, Belajar Tahsin, Menambah Hafalan, dan membuat jurnal Alquran. Kelima kegiatan tersebut sudah mencakup dari membaca, menghafal dan mentadabburi Alquran. Menarik bukan? Mari kita bahas satu-persatu.

 

1. Tilawah Alquran Sebanyak-banyaknya

Memperbanyak membaca Alquran atau tilawah Alquran adalah salah satu amalan paling utama di bulan Ramadhan selain puasa itu sendiri.

Jika dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa Imam Syafi'i khatam Alquran sebanyak 60 kali selama satu bulan Ramadhan, maka kita bisa meneladani beliau. Tak harus sampai  mengkhatamkan 2 kali dalam satu hari, paling tidak bisa khatam 1 kali dalam satu bulan mulia ini.

Bagi temans yang sudah rutin khatam 1 kali dalam sebulan, pasti bisa lebih dari biasanya, InsyaAllah. Caranya dengan disiplin dan punya waktu khusus untuk membaca Alquran.

 

2. Tahsin Alquran

Tahsin atau membaguskan bacaan Alquran adalah kewajiban bagi setiap muslim. Hukum aslinya, belajar ilmu tajwid adalah fardhu kifayah, tetapi jika dinalar, bagaimana kita bisa membaca Alquran dengan benar tanpa belajar ilmu tajwid?

Entah dengan metode membaca Alquran yang mana pun, tujuannya sama yaitu agar benar dalam membaca Alquran. Dulu saya belajar tahsin dengan metode yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Aziz Aburrauf LC Alhafidz, setelah itu belajar metode qiroati (meskipun belum berkesempatan ujian/tashih saya keburu pindah ke Bali), lalu sekarang ikut belajar tilawati karena di sekolah Kakak menggunakan Tilawati sementara saya belum punya pengetahuan tentangnya. Saya ikut tahsin metode tilawati agar bisa back-up ngaji si Kakak di rumah, dan menambah ilmu bagi saya sendiri.

Ketiganya hampir sama, jika ada perbedaan bukanlah pada hal yang esensial. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Ambil dan lanjutkan metode yang menurut temans lebih nyaman dan mudah dipelajari.

Catatannya, belajar tahsin harus dengan guru, dan harus istiqomah. Saat pandemi seperti sekarang kita bisa memanfaatkan platform video conference untuk belajar.

 

3. Membaca Buku Tafsir Alquran

Setelah membaca dan membaguskan bacaan Alquran, kita lanjutkan dengan membaca tafsir Alquran. Mulailah dari surat-surat pendek terlebih dahulu. Atau dengan memilih mengambil ayat-ayat tertentu yang ingin kita pelajari.

Banyak buku tafsir Alquran terjemahan yang bisa kita gunakan, misalnya tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Jalalain, dll. Selain buku tafsir terjemahan, kita juga bisa membaca karya ulama tafsir Indonesia seperti Hamka. Dengan membaca tafsir dan memahami sebab turunnya ayat/surat, pandangan kita akan lebih 'jernih' dalam memahami ayat-ayat Alquran.

 

4. Menambah Hafalan Alquran

Tersindir nggak sih, dengan meme seputar puasa di rumah, yang mana digambarkan shalat jamaah tetapi imamnya baca surat itu-itu saja. Saya sih tersindir, hehe. Jadi penyemangat juga buat saya untuk bersemangat menambah hafalan.

Menambah hafalan dengan metode apa? Banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya dengan metode tikrar (mengulang-ulang bacaan), dengan Alquran per ayat sehingga bisa sekaligus membaca terjemahnya, atau dengan sering-sering mendengarkan murotal Alquran dari para qari'/imam masjidil haram.

Metode apapun yang dipakai, sesuaikan dengan kemampuan diri sendiri. Lagi-lagi kuncinya adalah Istiqomah. Konsisten dan disiplin menghafal sedikit demi sedikit.

 

5. Quran Journaling

Quran journaling adalah salah satu cara untuk tadabbur Alquran. Untuk yang satu ini, saya baru mengenalnya beberapa pekan terakhir, menjelang Ramadhan.

Bagi temans yang sudah rutin membuat jurnal, pasti cukup mudah karena sudah terbiasa, hanya mengganti objek saja. Namun bagi yang belum terbiasa seperti saya memang harus belajar dari awal.

Beberapa referensi yang bisa kita contoh adalah akun instagram @thequranjournal.id, @journalink, @creativitybygwan, dan @ibujerapah. Setidaknya akun-akun tersebut yang saya tahu. Jika Temans punya referensi lain, boleh banget loh sharing di kolom komentar.

Gimana nih? Ternyata Alquran pun bisa jadi sederet ide kegiatan menarik selama puasa, bukan? Jika selama ini membaca Alquran belum menjadi kegiatan menarik, teruslah berproses sampai kita nyaman mendengar suara kita sendiri saat tilawah.

Berinteraksi dengan Alquran memang membutuhkan energi dan dedikasi. Tak apa, mari kita nikmati prosesnya sampai Alquran benar-benar menjadi sahabat kita.

 

Semoga bermanfaat,

Salam,


No comments for "Lebih dekat dengan Alquran saat Puasa di Rumah"