Friday, 6 October 2017

5 Tips Sebelum Wisata Belanja di Surganya Pecinta Kulit, MANDING Yogyakarta




Assalamu'alaikum, Temans.
Siapa yang hari ini teriak-teriak TGIF! (Thanks God It's Friday!)?
Nahloh yang senyum-senyum sendiri pasti tadi 'merayakan' datangnya hari Jumat dan besok libur yeay!  Buat yang libur maksudnya. Kalau kayak saya mah libur kapan aja *gaadaliburmaksudnya*, wiken malah sering banyak acara *ecurhat
Memang sih, hari Jumat itu hari bahagia, bagi umat islam juga adalah 'hari raya' di setiap pekan dan banyak keutamaan ibadah di hari itu. Nah, berkah sekali dan membahagiakan bukan?
Biasanya wiken gini Teman-teman merencanakan traveling atau quality time bersama keluarga kan? Nah, buat yang akan pergi ke Jogja, ada tempat asyik nih terutama buat Ibu-ibu yang doyan belanja atau buat pecinta kerajinan kulit.
Sudah tahu? Iya betul namanya Manding. Manding ini adalah sentra kerajinan kulit di Bantul, Yogyakarta.
Jika Teman-teman adalah kolektor tas kulit atau barang-barang serba kulit, cocok sekali datang ke tempat ini. Ini adalah kawasan pengrajin kulit (umumnya kulit sapi) yang sekaligus berupa toko yang menyediakan berbagai macam kreasi kulit seperti tas, sepatu, dompet, jaket, topi, ikat pinggang, dll. Banyak banget deh pokoknya! Bakalan bingung milih kalau baru pertama kali ke sana.

Saya ke sana belum lama ini setelah perjalanan ke Sindu Kusuma Edupark (SKE) bersama rombongan wisata RT.
Niatnya sih nggak belanja karena tahu sendiri ya, namanya barang-barang dari kulit semurah-murahnya juga tetap lebih mahal dari kulit sintetis.
Meskipun nggak niat belanja, tetap lah window shopping. Daripada duduk ngelangut di dalam bis yang panas mending turun dan cuci mata karena sama-sama panasnya. Keluar-masuk toko lihat-lihat sandal dan sepatu eh ko ada yang kepincut, ada selop yang nyaman di kaki saya yang lebar dan sandal trepes untuk oleh-oleh ibu. Harganya pun standar banget, selop seharga 100ribu dan sandalnya 80ribu. Nah, murah banget kan?
Tapi ternyata setelah saya tanyakan ke karyawan yang melayani, sepatu dan sandal itu tidak keseluruhannya terbuat dari kulit. Hm.. Pantes aja ya! Harganya miring banget. Tapi akhirnya beli juga karena suka modelnya dan cukup nyaman di kaki.
Salah satu toko di Manding, Bantul, Yogyakarta
Etapi begitu window shopping ke toko sebelahnya, nemu dompet murah dan selop yang sama persis harganya selisih 10ribu lebih murah. Aaak! Jadi agak nyesel kan, pengen dompetnya juga tapi budget sudah full. Hm... Semoga lain kali bisa ke Manding lagi kalau begitu.
Ada juga sih yang dapat sepatu full kulit dengan harga yang sangat murah, berkisar 100-150ribu. Kudu pinter ngubek-ubek semua toko untuk mendapatkan yang terbaik dan harga yang paling cocok.
Tips Sebelum Berwisata Belanja Ke Manding
Saya ke Manding waktu itu agak underestimate sih, karena pada dasarnya kurang suka wisata belanja. Jadinya semacam males ke sana, apalagi usulan ke Manding ini juga datang dari beberapa ibu sosialita yang memang hobi belanja. So, kalau Teman-teman memang berniat datang ke sana, sebaiknya terapkan beberapa tips berikut:
1. Cari Informasi Sebanyak-banyaknya Tentang Manding dan Bahan Kulit
Sebelum meluncur ke Manding, perbanyaklah mencari informasi seputar Manding. Mulai dari lokasi, jam buka toko, kisaran harga, dll. Rata-rata toko di sana buka sampai malam hari, namun lebih baik datang di waktu masih terang benderang karena kita akan lebih mudah memilih barang yang akan dibeli, tidak terganggu gelap atau cahaya lampu.
Untuk harga pun tergantung kualitas bahan kulit yang digunakan. Kulit sapi nabati lebih murah dibanding kulit sapi pull up. Apa sih bedanya nabati dan pull up? Ini pernah saya tanyakan waktu ingin membeli tas kulit super murah di online shop.
Kulit Nabati (Vegetable Leather) : kulit nabati adalah jenis kulit dengan karakter yang keras dan kaku. Dinamakan kulit nabati karena kulit ini didapat dari penyamakan dengan bahan-bahan nabati bukan buatan. Jenis kulit ini berwarna putih agak kemerahan, atau dengan kata lain pink, tapi tidak pure pink, karena terkadang ada juga yang terlihat putih, tergantung keberhasilan pada proses penyamakan. Kulit jenis ini bisa dibuat untuk berbagai macam kerajinan kulit, seperti : tas, dompet, sepatu, gantungan kunci, strap, dll. Kebanyakan pengrajin kulit menggunakan kulit nabati karena harganya yang murah serta banyak dijual di pasaran. Jenis kulit nabati ini masih bisa untuk diwarna, karena memang dari proses penyamakan tidak menggunakan minyak pewarna yang dapat menutupi bagian permukaan kulit. Akan tetapi penggemar leather goods lebih menyukai barang-barang dengan warna asli pada kulit nabati karena merupakan ciri khas dari kulit sapi.
Pull Up Leather : kulit jenis ini juga banyak beredar di pasaran. Kulit pull up ini meggunakan bahan kimia dalam proses penyamakan, berbeda dengan nabati. Hasilnya jauh lebih lentur dan lemas. Walau sudah diberi warna, namun di permukaan kulitnya masih terlihat jelas tekstur kulit yang menjadi ciri khas ketika sudah menjadi barang konsumsi, sehingga bahan ini masih menjadi favorit bagi pengrajin dan konsumen.
Jenis kulit sapi akan menentukan kualitas dan harga

Katanya sih masih ada beberapa jenis kulit sapi yang kualitasnya di atas nabati dan pull up. Kualitas lebih baik tentunya harganya pun jauh lebih tinggi. Bagi pecinta kulit, sangat worth it sih. Buktinya beberapa produsen kulit lokal sampai membuat antrian panjang dan aturan ketat untuk Pre order sebelum produksi. Ini karena (katanya) harganya lebih murah dibanding kualitas serupa (apalagi brand impor). Kalau menurut saya harganya tetap mahal karena saya hanya melihat harga, bukan kualitas kulitnya. Hehe.
2. Cari Referensi Melalui Kenalan yang Punya Langganan di Manding
Punya teman atau kenalan di Yogya? Yuk, manfaatkan networking ini untuk mencari referensi seputar Manding. Siapa tahu si kenalan memiliki langganan di sana dan kita bisa mendapatkan harga sesuai dengan yang biasa dibelinya. Atau bisa juga memperoleh barang yang kualitasnya lebih baik dibandingkan toko lain.
3. Bandingkan Dulu Harga dan Kualitas di Setiap Toko Sebelum Membeli
Tak perlu takut untuk tanya harga dan muterin toko di Manding. Pelayan toko pasti juga sudah paham jika ada orang yang belum cocok dengan harga atau barangnya. Kadang memang ada sih pelayan yang jutek dengan orang seperti itu, tapi cuekin saja karena niatnya memang mau beli tapi pilih yang terbaik dan (kalau bisa) harga termurah.
Dari toko ke toko membandingkan harga dan kualitas
4. Tanyakan Apakah Produk Benar-benar Terbuat dari Kulit atau Bahan Sintetis
Ini penting sekali, jangan sampai tergiur dengan harga murah ternyata barang yang dibeli bukan terbuat dari kulit sapi asli. Nyesel kan jadinya, sama aja beli di pasar biasa kalau seperti ini kasusnya. Pastikan juga jenis bahan apa yang digunakan baik itu kulit sapi nabati, pull up atau jenis lainnya.
Kita juga harus membekali diri dengan informasi atau tips seputar bagaimana ciri-ciri atau cara mengenali kulit sapi, cara membedakannya dengan kulit sintetis, dll. Hal ini untuk antisipasi jika ada penjual yang tidak jujur dengan barang dagangannya. Bukan su’udzon, hanya jaga-jaga supaya kita terhindar dari praktik penipuan atau rayuan maut penjual.
5. Siapkan Budget Secukupnya Sesuai Rencana
Niat belanja apa saja? pastikan dari rumah, jangan sampai kalap di toko sehingga membeli banyak barang yang sebenarnya tidak atau kurang dibutuhkan.
Setelah mengetahui kisaran harga, kita bisa membuat daftar belanja sekaligus budget yang diperlukan. Pastikan benar-benar saat di sana untuk menyimpan erat-erat ATM atau kartu pembayaran lainnya supaya anggaran tidak jebol.
Bagaimana, Temans? Siap melancong dan belanja suka-suka di Manding?
Atau mungkin bagi Teman-teman yang lebih menyukai belanja online, sekarang pun banyak sekali produsen kerajinan kulit lokal yang memiliki toko online di marketplace terkenal. Yang perlu diperhatikan tentu kredibilitas dan kualitas barang yang akan kita beli, jangan sampai kecewa karena barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang ditawarkan penjual.
Selamat berbelanja dan semoga bermanfaat,

Salam,

3 comments:

  1. Kalau di Garut kota kelahiran dan tempat domisili ortuku, ada juga kerajinan dari kulit sapi dan kambing, dari jaket, dompet, tas, sepatu dan asesoris, manding ini mengungatkanku pada sukaregang Garut 😊

    ReplyDelete
  2. Aku belum pernah ke Manding, Mbak..Mau ah, kalau pas ke Jogja mampir. Karena tas kulit itu awet dan berkesan elegan...Thanks infonya:)

    ReplyDelete
  3. Aku baru tau malah tentang manding. Wkwkkwk... kurang piknik nih aku. Biasanya kalau kulit asli lebih mahal ya, mba. Perawatannya jg lebih susah yah?

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam