Thursday, 24 August 2017

Wisata Keluarga di Sindu Kusuma Edupark Yogyakarta




Assalamu'alaikum, Temans.
Beberapa waktu yang lalu saya dan keluarga mengikuti acara wisata bersama yang diadakan oleh warga RT kami. Wisata menjadi program rutin dalam 1 putaran ketua RT.  Artinya,  setiap 3 tahun sekali ada wisata bersama menjelang berakhirnya masa kepemimpinan ketua RT.  Dipilih jarak 3 tahun ini agar warga tidak terlalu terbebani. Yup! Kalau rutin tahunan pasti banget membebani, apalagi dengan aturan tiap KK harus ikut minimal 2 orang. Selain itu jika jaraknya lebih lama juga bisa menyiapkan dana sejak jauh hari yang difasilitasi dengan adanya tabungan wisata di arisan Bapak - bapak maupun arisan ibu - ibu PKK.
Periode sebelumnya diadakan piknik ke Kebumen, namun keluarga kami tidak ada yang ikut berangkat.  Waktu itu si Kecil Hasna baru berusia 6 bulan dan di rumah ada tanggungan mbah buyut yang sudah sepuh dan sedang sakit. Alhamdulillah tahun ini bisa menggiring si Kecil piknik bersama warga.

Hasil keputusan rapat warga, tujuan pikniknya ke yogyakarta supaya tidak terlalu jauh dari Semarang. Kami akan mengunjungi beberapa tempat di sana. Tujuan pertama adalah SINDU KUSUMA EDUPARK (SKE)  yang Berada di wilayah Sleman,  tak jauh dari terminal Jombor.
Meski berangkat pagi - pagi,  kami sampai di SKE sudah hampir pukul 11 siang,  sehingga suasananya cukup panas menyengat.  Saat kami datang,  hanya ada sedikit pengunjung.  Lokasi terlihat sepi terlebih areamya luas. Setelah urusan ticketing selesai,  kami pun dipersilakan masuk untuk melihat - lihat dan mencoba aneka permaian yang disediakan. Oia,  tiket masuknya Rp. 15.000 dan mendapat free akses ke kereta klotok,  rumah batik dan kolam renang. 
Tiket masuk SKE dan wahana bermain
Puas berfoto di depan SKE dan di lapangan, kami pun mencoba kereta klotok bersama - sama seluruh warga.  Yasalam...!  Rupanya keretanya hanya memutar sedikit dan berjalan dengan sangat lamban.  Wkwkwkwk!  Padahal tadinya sudah lelarian mengejar rombongan,  takut tertinggal dan memperlama antrian tunggu naik kereta.

kereta klotok di SKE
Setelah rela berpanas dan bersabar ria di atas kereta - yang kecepatannya kalah dengan orang berjalan kaki normal- kami pun berpencar dan beraktivitas masing - masing keluarga, memilih sendiri wahana yang cocok. Jangan lupa bayar juga ya! Wkwkwk.
Si kecil sebenarnya ingin bermain air,  tapi berhubung siang terik maka kami melarangnya dan mengajaknya naik ferriswheel untuk mengobati kecewanya. Iya,  dari rumah sudah diiming - iming mau berenang,  malah zonk

Bianglala yang cukup tinggi
Ferriswheel alias bianglala di SKE mencapai ketinggian hingga 40 meter.  Bianglala ini terus berjalan, tidak pernah berhenti berputar sejak dinyalakan di pagi hari sampai taman ditutup di malam hari.
Setelah membeli tiket dengan membayar Rp.  10.000, kami dipandu petugas untuk berdiri di dekat pintu ferriswheel.  Petugas akan membukakan pintu lalu kami bergegas masuk karena bianglala akan terus berputar.  Sempat waswas lho,  takut ketinggalan. Padahal jalannya juga pelan banget.
Bianglala perlahan melaju ke atas,  menyisakan pemandangan indah di bawahnya.  Sayang kami naik saat tengah hari sehingga tidak terlihat lampu - lampu yang indah seperti di malam hari.  Angin kencang yang berembus pun tak bisa mengalahkan panasnya udara. Dari atas akhirnya hanya menikmati pemandangan seputar SKE dan (terpaksa) menikmati panas menyengat.
Begitu ferriswheel kami sampai di dekat landasan,  petugas bergegas membukakan pintu dan kami pun meloncat keluar.  Duh..  Alhamdulillah bumil nggak kenapa - napa.
Dari bianglala kami tidak tertarik lagi untuk bermain di wahana lainnya.  Ingin sih naik kursi mabur (terbang),  tapi demi keselamatan bumil dan janin lebih baik mengalah.  Ingin main yang lain, tak tahan dengan panasnya.  Akhirnya kami memilih membeli minuman dingin dan camilan di kantin.

Kursi mabur
Menurut penjual di sana,  SKE akan ramai mulai sore hingga malam hari.  Yaah..  Salah pilih waktu dong kita..! Bukanya memang mulai pukul 10.00 - 21.00 dan saat week end atau liburan tutup lebih lama pukul 21.30.
Bagi Teman-teman yang ingin membeli oleh - oleh,  di dekat pintu masuk ada gerai Raminten yang menjual berbagai macam oleh - oleh dan kerajinan khas jogja.  Tempat ini berada di jalur keluar SKE. Jadi kalau ke sana pasti melewati gerai Raminten sebelum keluar arena SKE.

Pengen naik ini tapi malas sama panasnya

Setelah shalat dhuhur di masjid SKE kami pun melanjutkan perjalanan untuk makan siang dan menuju tempat wisata selanjutnya.
Bagaimana kesan kami di SKE?  Kalau saya sih kecewa. Mungkin harusnya kecewa dengan pihak biro travel nya,  bukan dengan SKE-nya.
Memang sih,  sebagian tempat di SKE sedang direnovasi dan itu juga mengganggu kenyamanan.  Apalagi ada banyak wahana yang belum dibuka (masih ada catatan coming soon).  Dan saat kami penasaran dengan rumah batik, ternyata tidak terbuka juga. hm.. ini kan wahana yang free.   Sayang kan,  harusnya bisa menjadi wahana edukasi terutama untuk anak-anak usia sekolah.  Saya juga pengen tahu kan,  di dalam rumah batik ada apa saja,  tapi malah tutup. 
Sebaiknya,  jika Temans ingin ke SKE, atau taman bermain semacam itu memang idealnya pagi atau sore hari karena cuaca sudah cukup sejuk,  tak panas menyengat.
Btw ada yang pernah ke SKE juga? barangkali punya kesan yang menarik, tidak seperti saya yang salah waktu. Hihi.

Semoga bermanfaat,

Salam,

3 comments:

  1. Ini deket rmhku mba.. Pernah ke sini, pas grandopening..udah lama bnget. Klo dulu malah lebih mahal e masuknya.. Beli e-card gitu. Model kayak di timezone..jadi isi, trus nanti berkurang sesuai wahana yang dinaiki. Iya sih, klo siang di sini panas.

    ReplyDelete
  2. naik kreta klotok kayaknya seru...

    ReplyDelete
  3. belum pernah ke sana kak, tapi kalau dilihat-lihat mirip Jungle Fest dekat rumahku kak.. ^^

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam