Review Deodoran Alami “La Natura”, Atasi Bau Ketiak
Asalamu’alaikum, Temans! Masalah bau badan dan ketiak menjadi masalah umum yang dialami oleh warga negara Indonesia, di mana negara tropis memiliki kelembapan udara yang tinggi. Terlebih lagi bagi Perempuan muslim yang sehari-hari mengenakan pakaian tertutup dan berjilbab.
Masalah Umum Bau Badan dan Ketiak
Saya mengalami masalah bau badan dan ketiak ini sejak lama, terlebih saya biasa berjalan kaki. Saat sekolah, kuliah, hingga bekerja, saya banyak berjalan kaki. Tentunya, kondisi ini semakin meningkatkan produksi keringat dan berakibat munculnya bau badan dan ketiak.
Kondisi ini semakin memburuk Ketika mengalami perubahan hormon, seperti saat hamil dan saat menjalani program KB (saya memutuskan untuk menggunakan alat kontr*s*psi/KB Implan dalam jangka waktu 3 tahun – mungkin kelak akan saya ceritakan di blog post lain).
Gonta-ganti Sabun dan Deodoran
Mengatasi bau badan, saya sampai gonta-ganti sabun mandi dan deodorant. Beberapa sabun mandi dan atau antiperspirant justru malah memicu masalah lain seperti kulit ketiak menebal dan menghitam, serta muncul beruntusan yang sesekali terlihat seperti jerawat, terasa perih, meradang, dan di dalamnya berisi seperti jaringan lemak berwarna putih.
Kondisi ini benar-benar menyiksa, apalagi saya dengan hidung yang sensitif. Bau badan sendiri terasa lebih kuat sehingga menimbulkan rasa insecure saat bertemu orang lain. Saat itu, hal yang saya upayakan Adalah mengganti sabun dan deodorant. Namun hasilnya belum memuaskan. Malah beberapa aroma sabun, terutama sabun dengan aroma wangi yang kuat, membuat badan lebih cepat bau.
Tak terbilang berapa merek sabun yang saya coba. Akhirnya, kurang lebih setahun ini sudah cocok dengan sabun Dett*l aroma original. Meskipun harganya lebih mahal dibanding sabun di pasaran, tapi lebih “aman” untuk badan saya. Begitu pun dengan deodorant. Beberapa kali saya mencoba berbagai macam jenis, mulai dari yang berbahan tawas utuh, bedak, hingga berbagai merek deodorant roll. Sebagian cukup mampu mengusir bau, tapi tetap menimbulkan efek samping berupa kulit ketiak yang menebal, hitam, dan beruntusan. Belum lagi nodanya membuat kaus dalam yang terkena menjadi bernoda, kaku dan menebal.
Penyebab Utama Bau Badan
Menurut beberapa sumber, bau badan dan ketiak muncul ketika keringat dari kelenjar apokrin bercampur dan diurai oleh bakteri di permukaan kulit.
1. Aktivitas Bakteri
Keringat murni sebenarnya tidak berbau, namun bakteri mengurai protein dan lemak dalam keringat sehingga menghasilkan aroma tajam.
2. Kelenjar Apokrin
Kelenjar apokrin terletak di area berambut seperti ketiak dan aktif saat stres, pubertas, atau perubahan hormon. Bisa jadi, yang saya alami Adalah karena penyebab kelenjar apokrin ini. Saat stress dan hormon tidak stabil, sangat rawan menimbulkan bau badan berlebih.
3. Makanan dan Minuman
Konsumsi bawang, makanan pedas, daging merah, kafein, dan rempah tajam memicu senyawa sulfur keluar melalui pori-pori.
4. Kebiasaan atau Kondisi
Kurang menjaga kebersihan, pakaian tidak menyerap keringat, bulu ketiak lebat, atau kondisi medis seperti hiperhidrosis (keringat berlebih). Keringat berlebih ini juga saya alami, sehingga baru sebentar berganti pakaian, rasanya keringat sudah bercucuran.
Cara Mengatasi Bau Badan
Mandi secara Teratur
Gunakan sabun antibakteri minimal dua kali sehari, lalu keringkan badan dengan handuk bersih terutama di lipatan kulit. Gunakan Deodoran atau Antiperspiran: Oleskan antiperspiran pada malam hari saat kelenjar keringat tidak terlalu aktif untuk mengurangi produksi keringat.
Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, sabun antibakteri cukup efektif untuk mengatasi masalah bau badan yang saya alami.
Rutin Cukur Bulu Ketiak
Langkah ini mencegah penumpukan keringat dan bakteri yang terperangkap di rambut ketiak.
Pilih Pakaian Tepat
Gunakan pakaian berbahan katun atau serat alami yang longgar dan mudah menyerap keringat. Hal ini juga yang saya terapkan. Terasa sekali Ketika menggunakan pakaian berbahan polyester (PE) yang kurang menyerap keringat, bau badan pun lebih tajam. Sayangnya, bahan katun atau serat alami memang lebih mahal disbanding bahan PE, dan biasanya lebih mudah kusut.
Batasi Makanan Pemicu
Kurangi konsumsi bawang putih, makanan berempah tajam, dan makanan pedas. Konon, mengonsumsi kemangi, minum air sirih, dan sayuran mentah lain bisa menghilangkan bau badan (disclaimer: saya belum memastikan kebenarannya secara ilmiah).
Review Singkat Deodoran Alami “La Natura”
Pertama kali mengenal merek deodorant alami “La Natura” ini, saat tiba-tiba muncul di feed Instagram, yang membahas tentang zat yang lebih aman dan lebih direkomendasikan sebagai deodoran. Berlanjut saya ‘kepo’ di toko Orens, dengan pencarian La Natura. Awalnya saya kaget karena harganya masih cukup affordable. Lebih murah disbanding deodorant alami merek lain (tentu saja lebih mahal disbanding deodorant yang biasanya ada di pasaran).
La Natura menyediakan deodorant ini dalam beberapa varian, yaitu aroma vanilla, lavender, Ylang (kenanga), Plumeria (Kamboja), Night Queen (sedap malam), TeaTree, Peppermint, dan Coffee. Saya pun bingung milih varia napa, khawatir kurang cocok. Awalnya ingin memilih aroma kopi karena saya suka aroma kopi. Namun setelah chat dengan admin dan meminta rekomendasi, akhirnya saya memilih lavender, yang menurut admin lebih cocok untuk yang keringatnya berlebih.
Alasan memilih Deodoran Alami La Natura, karena harga lebih affordable disbanding produk serupa merek lain, sudah bersertifikat halal, BPOM, dan terbuat dari bahan alami tanpa aluminum dan bahan keras.
Sejujurnya, saat purchasing, saya tidak banyak berekspektasi, asal cocok dipakai saja sudah cukup. Karena mendukung sustainable living, produk ini dikemas dalam bahan kaleng yang bisa digunakan Kembali setelah produk habis, atau bisa disetorkan ke tempat daur ulang logam. Pengemasannya pun menggunakan material berbahan kertas.
Aromanya cukup lembut, tapi cukup kuat, lebih dari ekpektasi saya (notes: aroma lembut yang sedang, harum tapi tidak menyengat/menusuk hidung. Saat diaplikasikan ke permukaan kulit, tercium aromanya di sekitar kulit, tapi tidak sampai tercium jika tidak berdekatan).
Tekstur produknya seperti bahan body scrub dengan butiran yang lebih halus. Minusnya, bagi saya agak tricky untuk mengaplikasikan, karena sulit diratakan. Sebenarnya tersedia versi roll on, dengan harga yang 2x lebih mahal, tapi saat itu sedang habis.
Saat pertama pemakaian, saya gunakan untuk kegiatan sehari penuh di dalam ruangan ber-AC. Saya berjalan kaki kurang lebih 600 meter menuju lokasi, setelah itu dari pukul 7.30 – 17.00 di dalam ruangan ber-AC, sampai rumah masih terasa aroma lavender-nya. Namun saat esoknya digunakan untuk aktivitas yang lebih berat, aromanya lebih cepat hilang.
Kurang lebih sebulan pemakaian, saya merasa cocok dan kulit ketiak menjadi lebih halus, meskipun belum ada perubahan warna yang signifikan.
Sejauh ini, deodoran alami La Natura saya rekomendasikan bagi Temans yang mengalami masalah bau badan dan ingin beralih ke produk alami. Tentunya, tetap dengan memperhatikan pemicu bau badan, ya, supaya hasilnya lebih efektif.
Semoga bermanfaat,
Salam,







Posting Komentar
Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)
Salam