Throwback 2016: My Blogging Up and Down
Assalamu'alaikum, Temans.
Kali ini mau ngajakin Temans buat throwback ke tahun 2016 terutama yang berkaitan dengan blog ini. Agak degdegan gimana gitu ya, mau kilas balik dan ngulik blog ini 10 tahun silam.
Btw, how's life in 2026, Temans? Semoga makin menyala-shining-shimmering-splendid-berkah berlimpah-murah rezeki-sehat-selamat-sukses dunia akhirat. Aamiin..
Tak pernah menyangka, masih bertahan ngeblog sampai sekarang, dengan segala pasang surut kembang-kempisnya. Meski tak seproduktif dulu, blog ini masih menjadi rumah digital kesayanganku.
Kilas Balik Blog "IstanArina" 10 Tahun yang Lalu
Pertama Kali Ngadain Giveaway di Blog
Saat itu, banyak teman yang mengadakan giveaway di blog untuk berjejaring dan menaikkan traffic blog. Saya pun tergiur untuk mengikuti, setelah sebelumnya juga kerap mengikuti event serupa di blog teman-teman.
Nekat sih sebenarnya, dengan modal hadiah barang-barang yang saya punya di rumah, seperti baju jualan yang belum laku, buku, dan pernak-pernik lain. Tentunya, juga dapat dukungan sponsor dari teman sesama blogger juga.
Waktu itu, atmosfer blogger sedang mulai bagus-bagusnya. Banyak blogger pemula seperti saya, banyak blogger senior yang low profile, tak sedikit blogger yang sharing ilmu seputar blogging dan printilannya. Job untuk blogger mulai berdatangan sedikit demi sedikit, meskipun di daerah masih tahap meningkatkan awareness tentang blogger pada brand/instansi.
Saya meminta bantuan Mbak Ika Puspita untuk menjadi juri dari giveaway (GA) yang saya adakan (ah ya, waktu itu beliau minta dirahasiakan namanya, tak apa ya sekarang saya sebut, sudah 10 tahun berlalu. Anggaplah sebagai tambahan ucapan terima kasih).
MasyaAllah, saat itu benar-benar melebihi ekspektasi, yang mengikuti GA dengan tema Nostalgia Putih Abu mencapai 51 orang/blogpost. Hal ini sungguh membuat saya terharu. Saya, yang masih pemula ini, sok-sokan ngadain GA bukan dengan hadiah uang atau barang berharga lainnya, tapi mendapatkan dukungan penuh dari teman-teman komunitas dan teman blogger online lainnya. MasyaAllah.. gimana nggak terharu dan makin semangat kan?.
Dari GA ini, tentunya jejaring blogger saya makin luas, dan menjadi semacam fondasi buat saya untuk makin percaya diri dan bersemangat ngeblog.
![]() |
| Kenangan 2016 bersama teman komunitas blogger Semarang |
Semangat Membara untuk Selalu Update Blog
Bisa dibilang, tahun 2016 itu, saya tengah semangat membara untuk ngeblog. Total 134 postingan di tahun 2016, atau rata-rata 11 postingan per bulan. Wah, ternyata cukup banyak, ya! Kalau tidak salah, postingan sebanyak itu karena ikut challenge '1 week 1 post' dan 'Arisan link' di komunitas online, juga ada beberapa sponsored post dengan artikel yang sudah disediakan oleh agency. Tentunya, Tagline "ngeblog ben rak ngganjel" itu relate banget, karena kebanyakan isi blog saya juga hasil curcol dan pengalaman sehari-hari.
Rajin Ikut Kegiatan Komunitas Daring dan Luring
Saat komunitas blogger mulai menjamur, saya pun terbawa arus ikut komunitas online di sana-sini. Mulai dari komunitas yang isinya semua blogger perempuan, komunitas blogger ibu-ibu, komunitas blogger muslimah, hingga komunitas umum lintas gender lintas daerah.
Tetap saja, yang paling melekat di hati adalah komunitas blogger Semarang, Ganjel Rel. Bagaimana tidak? Komunitas ini lah yang pertama kali kuikuti, pertama kali menerimaku sebagai seorang blogger. Ibarat kata, di sini lah saya berproses dan bertumbuh dari nol. MasyaAllah...
Rasanya lebih nyaman tergabung dalam komunitas yang isinya perempuan, apalagi banyak juga yang seumuran, jadi makin nyambung saat ngobrol.
Terima kasih atas bimbingan dan kebersamaannya, juga pemantik semangat untuk terus menulis, Ganjel Rel dan GRes. Selamat ulang tahun GR ke-11, semoga terus eksis, makin jaya, makin bermanfaat khususnya untuk blogger Semarang dan Indonesia umumnya. Love you, full!
Meskipun sekarang saya sedang berdomisili di pulau Bali, tetap saja, Jateng (baca: Semarang dan Wonosobo) adalah kampung halaman yang selalu kurindukan. Lalu, teman-teman blogger yang terpisah jarak pun masih saling mendukung satu sama lain. Berkahnya berkomunitas, kubilang.
Bertemu Blogger Idola di Workshop Blogging
Tahun 2016, setelah anak pertamaku berhasil disapih, saya mulai lebih longgar untuk ikut kegiatan blogger. Kadang si Kecil bersama ayahnya, atau dititipin neneknya di rumah. Alhamdulillah, senang sekali dapat kesempatan mengikuti workshop blogging "Fun Blogging" yang dipandu Mbak Shinta, Mbak Haya, dan Teh Ani Berta. MasyaAllah... Mereka bertiga ini di antara para blogger idola saya, penulis dan blogger keren nan produktif luar biasa. Bisa dapat ilmu di workshop yang diadakan di Gedung Indosat itu, sungguh suatu privilege.
Selain acara ini, di tahun 2016, Semarang dapat jatah Arisan Ilmu KEB juga. Senang sekali bisa ketemu founder Kumpulan Emak Blogger, para blogger kece nan famous.
![]() |
| Bersama sebagian blogger idola dan blogger Semarang & sekitarnya |
Pertama Kali Ke Luar Kota Bersama Komunitas dan Memenangkan Lombanya
Di tahun 2016, untuk pertama kalinya juga, saya bisa pergi sendiri tanpa membawa anak untuk ikut kegiatan kolaborasi Gandjel Rel dengan IIDN dan Penerbit Gradien ke Desa Bahasa Borobudur. MasyaAllah... Ini juga pengalaman yang sangat berkesan, di mana bisa belajar langsung dengan Mr.Hani, founder Desa Bahasa Borobudur dan mengikuti kegiatan seru di sana. Luar biasa! Apalagi masing-masing juga dapat buku belajar Bahasa Inggris yang ditulis oleh beliau.
Hal luar biasa lainnya, ternyata nama saya masuk dalam salah satu pemenang lomba blog setelah kegiatan itu. Aih.. seneng banget.. dapat hadiah merchandise dan seabrek buku dari penerbit. Sebelumnya, soal menang lomba, baru di tahap sesekali "nyantol" di GA yang diadakan teman blogger.
![]() |
| Kenangan dapat hadiah lomba |
Keluarga Menerima Saya sebagai Seorang Blogger
Sebelumnya, saya sering ditanya, "nggak cari kerja lagi?" dan semacamnya.
Beruntung, suami saya selalu menjawab, "biar kerja di rumah saja, jualan online dan nulis."
Awalnya orang-orang di rumah belum sepenuhnya paham. Lambat laun, mereka menerima juga dan tahu, tiap saya jalan-jalan, artinya saya juga sedang mencari bahan untuk menulis. Istilah Jawanya, ngiras-ngirus, sekali dayung 2-3 pulau terlampaui. Anak-anak senang karena diajak jalan, saya dapat pengalaman dan bahan tulisan. Akhirnya, semua paham, saat makan di luar, ada 'ritual khusus' yaitu foto-foto sebelum menikmati makanan. Terlebih setelah mereka tahu juga kalau saya sedang getol belajar fotografi HP dan ngonten.
Now, 2026: Apakah Masih Relevan Menulis Blog?
Kembali ke masa sekarang, 2026. Jujur, semangat saya untuk menulis dan update blog sudah jauh terkikis dibanding 10 tahun yang lalu. Mungkin karena tanggung jawab yang makin bertambah dan prioritas yang mulai berubah. Dulu anak masih 1, saya masih menumpang di rumah orang tua. Urusan pekerjaan rumah, saya hanya bantu-bantu, ditambah ngurusin printilan anak/suami.
Saat ini, merantau tanpa saudara dekat, anak-anak sudah sekolah, di mana butuh pendampingan ekstra dari orang tua juga. Kegiatan di organisasi pun makin bertambah. Waktu untuk baca buku makin berkurang, kesempatan untuk jalan-jalan bersama keluarga juga makin langka. Berujung saya stuck, bingung mau nulis apa karena input-nya minim.
Maafkan, malah jadi curcol.. hehehe. Saya merasa sedang tidak baik-baik saja, sejak pandemi dan makin parah sih. Seperti sering kehilangan semangat untuk melakukan hal-hal yang dulu sangat kusukai. Kegiatan menulis, kebanyakan berkisar nulis rilis dan berita kegiatan untuk organisasi.
Akhir tahun 2025, saya sempat ragu, apakah tetap akan melanjutkan membayar domain blog ini, atau biarkan 'dibuang' saja. Oh ya, sebelumnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan 1 domain blog khusus traveling. Saya putuskan tidak lagi melanjutkan blog tersebut karena memang sangat jarang bisa update.
Setelah berpikir panjang, domain blog ini tetap saya pertahankan, karena nilainya tak terhingga.. Kenangan di dalamnya tak tergantikan, seperti kilas balik ke masa 10 tahun silam, ternyata bikin hati 'nyes' juga.
Jadi, apakah masih relevan untuk terus nulis di blog di tengah gempuran artificial intelligence (AI)? Ternyata, masih relevan, lho! Ambil contoh dari paradigma portal berita/news room. Mereka akan tetap mempertahankan website meskipun media audiovisual lebih banyak dilirik. Karena dari sumber di website ini lah, ketika seseorang googling dengan kata kunci tertentu, search engine akan mengarahkan ke website yang sesuai, yang lebih terpercaya.
Meskipun saat ini, saya tidak terlalu memedulikan SEO dan printilannya, entah blog saya masih muncul di pencarian atau tidak, saya tetap berupaya untuk menulis, dengan harapan bisa memberi manfaat untuk pembaca, sesuai motto blog saya: "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat." Setidaknya, ketika tidak ada yang membaca blog saya, minimal saya tengah membuat tulisan untuk diri saya sendiri. Sampai detik ini pun, saya masih meyakini bahwa setiap tulisan akan menemukan pembacanya.
Sekali lagi, selamat Ultah ke-11 untuk Komunitas Blogger Semarang Gandjel Rel.
Doa terbaik untuk seluruh founder dan member. Love you all!
Semoga bermanfaat,
Salam,









Posting Komentar
Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)
Salam