Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hadiah Umrah yang Berkesan

hadiah umrah yang berkesan

Setiap musim haji tiba, gemuruh di dada tak tertahankan. Rasa haru menyeruak melihat mereka yang tahun ini mendapat rezeki panggilan dari Allah untuk menyempurnakan rukun islam, menunaikan ibadah haji ke Mekah dan Madinah.

“Allah… mudahkan jalan kami juga untuk mengunjungi dan beribadah ke RumahMu,” batinku penuh pengharapan dan doa.

Setiap musim haji pula, baris-baris kenangan bersama Simbah Kakung datang bertubi-tubi. Tentu, biasanya juga kami selalu mengingat beliau, tapi bagiku, tiap memasuki musim haji, yang teringat adalah menjelang berpulangnya beliau yang seolah sedang menuju baitullah dengan menumpang kapal. 

Saking melekatnya cerita menjelang ajal simbah ini, saya pernah membuat tulisan Flash True Story  (FTS) terispirasi dari kisah beliau, Menjadi Tamu di Surga-Nya

Waktu itu memang bapak yang menceritakannya, saya masih di Semarang saat simbah berpulang. Waktu ditelpon dikabari simbah meninggal, saya tengah menjadi panitia acara kampus di luar kota (kalau nggak salah, di Kabupaten Kendal). Saya pun dibantu adik kelas, dibonceng motor sampai depan kost supaya lebih cepat dan bisa nebeng keluarga kakak sepupu untuk segera pulang ke wonosobo. 

Sampai akhir hayat, simbah kakung belum melaksanakan ibadah haji, tapi sepeninggal beliau, telah dibadalkan haji oleh kakak sepupu yang melaksanakan ibadah haji kedua kalinya di tahun 2010. 

Oh ya, sedikit koreksi, di FTS yang saya tulis itu, saya menggunakan kata “perahu” tentu saja maksudnya adalah “kapal”. Saya terbiasa menggunakan kata “perahu” karena di daerah saya, orang menyebut perahu dan kapal dengan diksi yang sama, “perahu’. 

Cerita Umrah yang Mengesankan

Beberapa hari yang lalu, keluarga teman kami baru saja pulang dari ibadah umrah. Saat berilaturahmi, beliau pun bercerita bagaimana pengalamannya selama beribadah. masyaAllah, memang benar kalau saat di Haram itu semacam mendapat ganjaran atas perbuatan selama ini. Mereka_yang memang orang baik banget_ bercerita kalau selama di Madinah dan Mekah selalu mendapat kemudahan, bahkan waktu umrah pun lengang, selang beberapa jam setelah selesai rukun umrah, sekitar ka’bah tak pernah sepi, selalu padat hingga jadwal mereka pulang ke tanah air. 

Mereka juga merasakan udara yang sejuk, apalagi saat di Madinah. “Udaranya panas, tapi nggak sumuk (jawa, gerah), Mbak, nggak gobyos (Jawa, berkeringat parah) kek di sini,” katanya. 

Kami yang mendengar hanya bisa mengucap ‘MasyaAllah’ berkali-kali. Saat itu saya juga mewek lagi teringat cerita bapak saat simbah kakung menjelang ajal dan bermimpi sedang naik kapal untuk melaksanakan ibadah haji. 

“kami dua kali ketemu rombongan umroh lain, sebagian ibu-ibu bercerita kalau di Mekah nggak enak, panas dan makanannya nggak enak. Kami tetap berharap semoga semuanya berjalan dengan baik. Alhamdulillah, di Mekah tetap nyaman, makanan juga nggak ada masalah,” lanjutnya. 

Teringat cerita ustadzah di Semarang dulu, saat beliau berhaji, membantin kalau beliau bosan dengan menu yang disediakan, tahu-tahu seharian itu apa pun yang beliau makan, rasanya hambar. Beliau pun menyadari kesalahan, lalu beristighfar sebanyak-banyaknya.

Menjadi pengingat buat kita semua untuk selalu berbaik sangka kepada Allah dan terus berbuat baik. Jika di dunia saja kita sudah seringkali mendapatkan balasan, bagaimana nanti di akhirat? Apakah siap dengan balasan ketika yang kita lakukan adalah hal-hal yang buruk dan sia-sia? Astagfirullah… 

Hadiah Umroh yang Bikin Speechless

Sepulang dari rumah teman kami, rasanya semakin kuat keinginan untuk bisa beribadah ke baitullah, apalagi untuk ibadah haji.

Oh ya, kami juga dibekali segepok hadiah umrah yang komplet banget. Tak sekadar hadiah umrah biasa, tapi sajadah custom dengan kaligrafi nama saya dan suami di masing-masing sajadah, benar-benar bikin kami speechless. Rasanya sulit digambarkan, seberkesan itu, berasa sudah dipanggil-panggil dari Mekah dan Madinah untuk bisa menyusul beribadah ke sana. MasyaAllah… 

Di foto ini, hanya sebagian yang sempat saya foto. Aneka kacang, snack, cokelat, roti croissant fenomenal 5 Days, dan berbagai macam oleh-oleh haji/umroh sebagain sudah langsung ludes oleh anak-anak sesaat setelah saya buka, makanya sengaja saya foto hadiah yang paling berkesan ini: Tote bag ‘Madina’, sajadah dengan kaligrafi nama kami, gantungan kunci Dubai (mereka transit dan wisata di Dubai dulu 1 hari), dan gantungan kunci Mekah lengkap dengan oramen masjidil haram. MasyaAllah… 

Hadiah sajadah kaligrafi nama ini juga sangat berkesan karena berkali-kali melihat viceo reels yang berisi rekomendasi oleh-oleh haji/umrah berupa sajadah custom kaligrafi nama dan selalu mupeng tiap ada video sejenis itu. 

Kami hanya bisa berdoa semoga ibadah umrahnya diterima oleh Allah dan mendatkan balasan kebaikan yang berlipat-lipat dari-Nya. Juga tak henti berdoa agar kami pun bisa mengikuti jejaknya untuk beribadah ke Mekah dan Madinah. Aamiin. 

Semoga bermanfaat, 

Salam, 

Posting Komentar untuk "Hadiah Umrah yang Berkesan"