3 Kunci Keberhasilan Membangun Bisnis Rumahan

Daftar Isi
kunci sukses berbisnis

Pernah punya semangat menggebu menjadi seorang entrepreneur? Saya mengalaminya sejak masih di bangku kuliah. Kebutuhan hidup mengharuskan saya mengais rezeki dengan berjualan berbagai macam barang. Jualan jilbab, donat, pulsa, ngajar les privat, dll pernah saya lakoni demi menyambung hidup akibat kiriman orang tua yang sering terlambat. 

Setelah lulus kuliah, menikah dan punya anak saya masih melanjutkan berjualan gamis dan jilbab. Sayangnya, saya belum bisa mengelolanya. Dalam benak saya hanya sekadar ‘jualan’ bukan membangun bisnis. Karena itulah lama-kelamaan modal habis sementara stok tidak bergerak. Akhirnya saya menyerah dan tidak melanjutkannya. 

Kejadian yang sama terjadi pada suami saya. Berkali-kali membuka usaha berakhir gagal. Usaha peternakan ayam potong, warung es kelapa muda, usaha jasa penerjemahan dokumen, dll. Setelah itu ia meyakini bahwa menjadi karyawan jauh lebih baik baginya. 

Menurut Abi Darwis, seorang pengusaha dan konsultan bisnis, banyak orang mengalami kegagalan dalam berbisnis karana mindset-nya. Dalam sebuah kesempatan seminar virtual bersama Genpro Bali, beliau menyampaikan bahwa hal utama sebelum membenahi yang lain adalah benahi mindset terlebih dahulu. Termasuk ucapan-ucapan/afirmasi yang harus dilakukan dan dihindari. Sebagai contoh, sebaiknya menghindari mengatakan ‘saya punya bisnis kecil-kecilan’, ‘saya hanya ini-hanya itu’ dan sebagainya. Gunakan kalimat positif agar menjadi doa bagi diri-sendiri dan usaha yang sedang dijalani. 

Di luar itu, beliau menambahkan bahwa hanya ada 3 golongan orang yang akan berhasil menghadapi tantangan dan tidak tergerus arus. Mereka adalah orang yang memiliki Inovasi, berkolaborasi, dan agile. 

3 Kunci Sukses Berbisnis ala Abi Darwis

Innovation

Inovasi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki beberapa makna, salah satunya adalah berarti ‘penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat)’. 

Seorang pengusaha hendaknya selalu berinovasi agar bisnisnya bisa terus berjalan mengikuti perkembangan teknologi dan pasar. Sebagai contoh, saat ini manusia tergantung dengan sarana digital akibat kondisi pandemi. Seorang pengusaha harus bisa mengambil langkah bagaimana mengembangkan bisnis yang dulunya konvensional menjadi berbasis digital sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. 

Collaboration

Tren saat ini adalah tren orang berkolaborasi, bukan hanya berkompetisi. Siapa yang bisa mengambil peluang untuk berkolaborasi dengan orang/pihak yang tepat dalam keahlian/bidang yang dibutuhkan, dialah yang akan memimpin dan beratahan. 

Memiliki dan membangun tim, mempercayakan bisnis kepada orang lain jika memang tidak bisa menjalankan sendiri (misalnya seorang pegawai yang ingin berbisnis), dll.

Agile 

Secara singkat, agile sesuai kamus merupakan kata sifat (adjective) yang artinya able to move quickly and easily (bisa bergerak dengan cepat dan mudah-tangkas/gesit). Memiliki sifat ini, artinya seseorang akan lebih mudah beradaptasi, bergerak, lentur, fleksibel dalam mengembangkan bisnis dan menemukan solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi. 

Ketiga hal di atas menurut Abi Darwis yang membuat bisnis bisa bertahan tak terkecuali dalam masa pandemi. 

3 sikap yang harus dimiliki pengusaha agar bertahan membangun bisnis

Bagaimana Memulai Bisnis Rumahan tanpa Modal? 

Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana jika baru mau memulai bisnis tapi terkendala modal? Jawabannya adalah MULAI AJA DULU! 

Apakah setelah saya bangkrut itu kemudian saya berdiam diri? Tentu tidak! saya tetap berusaha mencari koneksi bagaimana bisa menambah penghasilan tanpa saya keluar modal. Maka ‘jalan ninja’ saya adalah menjadi reseller buku, dan gendongan bayi (sebenarnya tidak hanya gendongan bayi saja tetapi perlengkapan ibu dan bayi) dengan sistem dropship

Mengenai sistem dropship, masih ada pro/kontra khususnya dalam agama islam yang saya anut. Ada yang memberikan pendapat dropship haram, ada yang membolehkan. Saya pernah membaca di rubrik konsultasi syariah salah satu majalah islami, narasumber mengatakan dropship boleh jika diqiyaskan dengan akad salam/wakil.

Sitem salam adalah, uang tunai terlebih dahulu diserahkan tidak bisa dicicil, lalu barang belakangan. Bentuknya adalah pembeli mengirimkan uang tunai kepada pihak toko online seharga barang yang hendak dia beli, kemudian pihak toko online mencarikan barang pesanan pembeli. Lalu pihak toko online membeli barang, dan selanjutnya barang dikirim ke pembeli oleh tanpa disyaratkan pemilik toko online tersebut yang mengirimnya, bisa saja pihak produsen (grosir) yang mengirimnya secara langsung pada pembeli. (sumber rumaysho).

Masih ada sistem dropship yang diperbolehkan, seperti sebagai calo/broker dengan komisi yang sudah disepakati antara produsen/supplier dengan broker.

Kembali ke kisah saya, setelah berkali-kali gagal, apakah kemudian saya menyerah untuk berusaha berpenghasilan dari rumah? TENTU TIDAK!

Sebenarnya, memiliki penghasilan sendiri juga bukan kewajiban seorang istri. Apalagi suami saya memang tidak mengizinkan saya bekerja di luar. Meski begitu, beliau tetap mengizinkan saya melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah. Contohnya seperti yang sudah saya sebutkan di atas, yaitu menjadi reseller buku dan gendongan bayi. 

Rasanya ada kepuasan tersendiri ketika memegang uang hasil keringat sendiri seberapapun besarannya. Tentu ini berlaku bagi saya belum tentu sama buat yang lain, ya! 

“Saya juga ingin memulai bisnis dari rumah tanpa keluar modal, apalagi di masa pandemi ini, butuh pemasukan tambahan. Gimana caranya?” 

Banyak yang mengeluhkan hal serupa. Ya, pandemi membuat kita harus memutar otak, mengeratkan ikat pinggang dan menahan keinginan untuk hal-hal yang bukan urgent. Saya pun mulai melirik sumber pemasukan lain juga karena yang sebelumnya mulai terlihat sepi. 

Bisnis Rumahan Tanpa Modal bersama ISC (Indo Supply Chain)

Indo Supply Chain (ISC) merupakan perusahaan distributor yang berkomitmen mendukung UKM. Produk kebutuhan dasar dari UKM diditribusikan ke pembeli melalui mitra ISC di berbagai kota khususnya di Pulau Jawa dan Bali. Kebutuhan dasar seperti beras, tepung, kecap, gula aren, sabun, dan aneka camilan ini di-branding dengan merek Gotong Royong.

Tentunya, kebutuhan dasar seperti sembilan bahan pokok (sembako) ini adalah kebutuhan yang paling dicari oleh masyarakat. Terlebih di masa pandemi saat kebutuhan sekunder apalagi tersier tak mendapat tempat. 

5 kelebihan ISC

5 Kelebihan Bergabung dengan ISC

1. Tanpa Modal

Kabar baiknya, ISC membuka peluang bisnis kepada masyarakat umum untuk bisa menjadi mitra dengan ikut menjual produk-produk yang mereka distribusikan. Seorang teman menyarankan untuk bergabung dengan Indo Supply Chain (ISC) sebagai solusi tepat bisnis tanpa modal yang bisa dijalankan dari rumah.

Kita cukup bergabung, melakukan promosi produk ISC, dan jika mendapatkan calon pembeli, ISC yang akan mengirimkan barang pesanan tersebut setelah pembeli dan mitra menyelesaikan urusan pembayaran. Setelah itu, mitra bisa mendapatkan komisi yang bisa dicairkan setiap bulan.

2. Registrasi Mitra Mudah

“Proses daftar mitra-nya mudah, ko. Saya baru-baru ini bergabung dan sudah dapat pesanan beras. Itu juga prosesnya cepat,” kata teman saya itu. 

Yes! Hanya dengan mengisi kelengkapan data yang dibutuhkan, kita bisa terdaftar menjadi mitra. Pastikan isi data dengan sebenarnya, ya!  Oh ya, biaya pendaftaran juga gratis dan keanggotaannya berlaku selamanya karena bisa diwariskan. 

3. Store dan Wilayah Pengiriman Tersebar di Pulau Jawa dan Bali

Aha! Saya pun segera meluncur ke website ISC dan menemukan kalau selain ada distribution center di Tangerang Selatan dan Yogyakarta juga ada ISC Stores di Cibubur, Surabaya, Denpasar, Semarang, dan Bandung. Iyes! Ada di Denpasar juga! jadi yakin banget kalau prosesnya akan lebih mudah dan biaya pengiriman ke pembeli lebih murah. 
Silakan inti-intip, ya, Temans. Kalau daerah kamu termasuk dalam wilayah pengiriman, boleh banget segera mendaftar. 

4. Aplikasi yang Memudahkan

Saat ini, hampir setiap orang memiliki ponsel pintar yang mendukung kerja berbagai aplikasi. Nah, ISC juga bisa dijalankan dalam aplikasi yang bisa diunduh di appstore dan playstore. Memudahkan sekali, bukan? Adanya aplikasi memudahkan mitra dan pembeli untuk memantau pesanan. 

Kalaupun nggak punya aplikasi, pembeli tetap bisa belanja melalui website. Fleksibel, kan?

5. Mitra sekaligus Pembeli 

Jadi mitra untuk mendapatkan potongan saat pembelian pribadi? Tentu saja sah-sah saja. inilah salah satu keuntungan menjadi mitra, kita akan tetap mendapatkan komisi saat membeli kebutuhan pokok untuk keluarga sendiri. 

Ngomong-ngomong, saya tergiur sama gudeg Wijilan kalengan, sambal botolan, dan kerupuknya. Hm... sepertinya harus join mitra ISC deh!

produk ISC
Contoh produk ISC

Bagaimana? Setuju juka Indo Supply Chain ini adalah solusi yang tepat sebagai bisnis rumahan tanpa modal? Silakan temans buktikan sendiri.


Semoga bermanfaat,

Salam, 




Tulisan ini diikutsertakan pada 

Blogging Competition Indo Supply Chain bersama komunitas blogger Gandjel Rel

2 komentar

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam
Comment Author Avatar
6 Maret 2021 pukul 13.43 Hapus
Asyik juga ya sambil berbelanja memenuhi kebutuhan rumah tangga, kita dapat komisi dan membantu UMKM..gotong royong...
Comment Author Avatar
9 Maret 2021 pukul 21.54 Hapus
Bener, cocok buat siapa aja termasuk IRT apalagi pas pandemi gini
Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner