Rekomendasi Homestay dan Aktivitas untuk Liburan Akhir Tahun di Dieng

Daftar Isi

rekomendasi homestay murah di Dieng
Homestay Pringgondani, Dieng Kulon
credit diengplateu..id


Menghabiskan Liburan Akhir Tahun di Dieng

Liburan akhir tahun 2020 telah di depan mata. Pastinya, banyak yang sudah merancang liburan bersama keluarga. Ya, di tengah pandemi seperti ini, setelah terkungkung dengan aktivitas terbatas selama 9 bulan terakhir, pastinya butuh hiburan dan sejenak melepas penat dengan suasana baru. 

Dieng, bisa menjadi tujuan wisata yang cukup aman, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) masa pandemi baik selama dalam perjalanan maupun di tempat wisata. Kawasan wisata Dieng baru dibuka kurang lebih pada bulan September dan cukup ketat menerapkan prokes.

Rekomendasi Homestay di Dieng: Pringgondani Homestay

Saat berkunjung ke suatu tempat, biasanya kita menginginkan untuk membaur dengan penduduk lokal supaya merasakan budaya mereka secara langsung. Di Dieng, kita bisa berinteraksi langsung dengan warga jika menginap di homestay

Umumnya warga Dieng berprofesi sebagai petani kentang. Di luar itu, sebagian membuka usaha home industry olahan carica dan penginapan. Awalnya dulu, mereka hanya menyewakan 1 – 2 kamar di dalam rumah untuk para wisatawan. Seiring perkembangan pariwisata di Dieng dan permintaan penginapan semakin meningkat, mereka pun membangun homestay yang dilengkapi dengan fasilitas memadai.

Semakin menjamurnya penduduk yang membuka homestay membuat pemerintah desa membuat peraturan khusus untuk mengaturnya. Paguyuban pemilik usaha homestay pun dibuat guna menjadi sarana silaturrahmi dan sharing seputar usaha penginapan oleh warga setempat. 


fasilitas yang ditawarkan di homestay Pringgondani Dieng
fasilitas di Homestay Pringgondani

Pringgondani Homestay adalah salah satu homestay yang cukup direkomendasikan di Dieng. Letaknya di Jalan Pringgondani, Desa Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara. Lokasinya tak jauh dari kawasan wisata candi Arjuna. Jika menginap di sana, pengunjung bisa berjalan kaki menuju kawasan wisata bersejarah tersebut.  

Bangunan megah 3 lantai tersebut memiliki 8 kamar yang disewakan. Lantai 1 digunakan oleh pemilik rumah dan terdapat garasi yang bisa menampung 4 mobil. Lantai 2 dan 3 berupa kamar sewa dengan berbagai fasilitas yang disediakan. Selain itu, di atas juga terdapat rooftop yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati pemandangan Dieng dari ketinggian. 

Syukur, pemilik homestay mengaku membuka usaha penginapan tersebut sejak tahun 2014. Menurutnya, usaha tersebut dikelola bersama istrinya karena mata pencaharian utamanya dari bertani kentang. 

Harga sewa kamar di Pinggondani homestay terbilang murah, mulai 175 ribu hingga 400 ribu untuk ukuran kamar mulai 3x3m hingga 3x6m. Fasilitas yang diberikan berupa free wifi, air hangat untuk kamar mandi, parkir yang cukup luas, minuman kopi dan teh sepuasnya. Tersedia juga dapur dan ruang TV di setiap lantai, dan mushala di lantai 3. 

Kondisinya memang hampir sama dengan homestay lain yang tersebar di Dieng. Namun tempat ini sangat bersih, pemiliknya ramah, dan dari tempat ini kita bisa menikmati pemandangan tanpa keluar homestay. Jadi, cocok bagi yang datang ke Dieng sekadar untuk merasakan udara sejuk dan pemandangan hijau, atau untuk staycation. Buat yang mau hanimun, mari merapat. Uhuk! 

Menariknya, homestay di Dieng rata-rata tidak menerima tamu pasangan yang belum menikah. Pengelola akan mengecek KTP dan buku nikah jika diperlukan. Jadi, jika akan bepergian sebaiknya sediakan foto copy buku nikah, ya! atau mungkin foto buku nikah di HP suami dan istri supaya aman dari razia. 

Warga Dieng pun akan menyambut ramah para tamunya. Di sana, kita akan merasakan pengalaman unik, dimana jika ada tamu yang datang dan cuaca sedang lebih dingin dari biasanya, yang pertama disuguhkan kepada tamu adalah kompor penghangat. Dulunya, mereka menggunakan tungku bayu bakar sebagai sumber penghangat ruangan. Saat ini, umumnya memanfaatkan penghangat dengan bahan bakar gas, semacam kompor. 

Biasanya, Pringgondani akan penuh saat liburan dan ada event di Dieng. Banyak pengunjung yang berlangganan dan setiap ke Dieng pasti menginap di sana. Jadi, pastikan untuk reservasi terlebih dahulu melalui nomor 085328023345

penghangat ruangan di rumah warga dieng
penghangat ruangan di rumah warga Dieng


Alternatif Menghabiskan Liburan Akhir Tahun di Dieng 

Staycation di homestay/hotel

Awal Desember ini saya mengunjungi seorang teman di Dieng, namun tidak ke tempat wisata. Waktu itu di sana gerimis dan turun kabut. Cuacanya sangat dingin, sehingga enaknya duduk-duduk di dalam rumah di depan perapian atau penghangat sambil menikmati makanan dan minuman hangat.

Jadi, tak ada salahnya jika ke Dieng sekadar untuk staycation di homestay. Pilihlah homestay yang menyajikan pemadangan indah cukup dari dalam kamar atau di areanya tanpa perlu keluar terutama jika kondisi tidak memungkinkan. 

Urusan makan bisa mengandalkan delivery order atau memesan makanan catering via homestay atau warung terdekat. 

Alternatif kegiatan wisata di Dieng
Saat ke Dieng sore hari dan turun kabut

Bersepeda keliling Dieng 

Sejak pandemi, kegiatan bersepeda kembali naik daun. Orang berbondong - bondong membeli sepeda dan mengadakan kegiatan bersepeda baik sendiri maupun rombongan. Bersepeda di Dieng tentu menyenangkan. Jika perlu, bawa sendiri sepeda lipat supaya tidak perlu mencari persewaan sepeda di sana. 

Oh ya, karena wilayah Dieng adalah semacam kaldera, semacam ceruk yang dikelilingi perbukitan, jadi di sana tidak banyak tanjakan/turunan. Cukup nyaman untuk melakukan aktivitas bersepeda meskipun belum ahli. 

Berkunjung ke Home Industry Carica

Aktivitas apa lagi selain mengunjungi tempat wisata, atau menghindarinya jika ramai? 

Ya, kita bisa mengunjungi home industry pengolahan carica dan purwaceng, tanaman herbal khas dataran tinggi Dieng. Banyak warga Dieng terutama kaum perempuan yang membuka usaha olahan carica. Mereka biasanya menjualnya ke pada tamu homestay atau dititipkan ke toko-toko di sekitar tempat wisata. 

Tak akan sulit untuk menemukan home industry semacam ini karena tersebar mulai dari Kabupaten Wonosobo hingga Banjarnegara terutama wilayah Dieng dan sekitarnya. 

Pastinya akan menjadi pengalaman berharga, melihat langsung proses pembuatan makanan dari buah carica yang identik dengan Dieng dan tidak bisa berbuah di tempat lain. 

Nah, pastikan untuk menginap di Pringgondani homestay saat berkunjung dan menginap di Dieng, ya!. Namun jika akhir tahun ini Temans masih belum berani untuk keluar, sebaiknya tetap di rumah dan melakukan aktivitas lain supaya anak-anak dan keluarga tetap terhibur. 

Semoga bermanfaat, tetap sehat dan semangat!

Salam, 

1 komentar

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam
Comment Author Avatar
3 Januari 2021 pukul 00.15 Hapus
Ada wacana pengen liburan keluarga ke Dieng, tapi lagi pandemi gini akhirnya cuma bisa banyakan di rumah. Blogwalking ke sini, Mbak. Jangan lupa BW balik ya hehee. Bucket list setelah pandemi, pengen jumpa Mbak Arina di Bali. Aamiin :)
Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner