Kapan Harus Mengulang Tambal Gigi?

waktu yang tepat untuk mengulang tambalan gigi

Tambal Gigi Di Puskesmas

Bisakah menambal gigi di puskesmas? Dan berapa biayanya?

Banyak orang ragu-ragu untuk memeriksakan giginya ke puskesmas. Sebagian karena tidak yakin dengan kredibilitas pelayanan di puskesmas, dan sebagian lainnya memang tidak tahu jika ada pelayanan dokter gigi di sana.

Sebenarnya, hampir semua puskesmas apalagi di kota atau kecamatan suburban sudah memiliki perlengkapan periksa gigi yang cukup memadai. Namun jadwal dokter gigi tidak sama di tiap puskesmas. Ada yang setiap hari menerima periksa gigi, ada yang hanya di hari-hari tertentu. Kita bisa melihat langsung di jadwal puskesmas terdekat.

Pengalaman saya mengetahui layanan periksa gigi di puskesmas adalah sejak menemani seorang teman pada tahun 2008. Kebetulan waktu masih kuliah, sahabat saya periksa ke puskesmas Semarang I (di sebelah kantor DKK Semarang) di Jalan Pandanaran. Waktu itu beliau menggunakan askes, sehingga biaya periksa dan tambal giginya gratis. Menurut petugasnya, jika tidak ada kartu askes dikenakan biaya sekitar 15 ribu rupiah.

Selanjutnya saat saya sudah bekerja di kota kelahiran, tahun 2013 saya periksa gigi ke puskesmas II Wonosobo, di Kalianget. Awalnya hanya berniat untuk periksa, tetapi setelah ngobrol dengan dokternya, saya tertarik untuk melakukan scalling atau membersihkan karang gigi. Saya pun membuat janji untuk datang lagi keesokan harinya.

Alasan saya memilih untuk scalling di puskesmas adalah biaya yang lebih terjangkau. Jika saya datang ke praktik dokter, biayanya kurang lebih 100 – 150 ribu sedangkan jika di puskesmas, hanya membayar 50 ribu biaya tindakan dan 5 ribu biaya pendaftaran. Sayang sekali sekarang layanan scalling tidak termasuk tindakan yang tercover BPJS.

Saya kembali periksa gigi ke puskesmas setelah pindah ke Semarang. Waktu itu melakukan tambal gigi di Puskesmas Tlogosari Kulon pada tahun 2016. Total biaya yang saya keluarkan untuk periksa dan tambal gigi adalah 30 ribu rupiah untuk registrasi dan tindakan. Terjangkau sekali, bukan? Karena jika periksa ke dokter gigi apalagi tanpa BPJS biayanya bisa mencapai 500 ribu rupiah.

Waktu yang Tepat untuk Memperbarui Tambalan Gigi

Kapan sih, waktu yang tepat untuk memperbarui tambalan gigi?

Menurut beberapa sumber, usia tambalan gigi bisa berbeda di setiap orang. Ada yang bisa lebih dari 2 tahun, ada pula yang kurang dari itu sudah rusak dan gigi berlubang terasa nyeri kembali.

Saya sendiri menambal ulang gigi saya setelah kurang lebih 2 tahun dari tambalan pertama. Sejak masih hamil anak kedua di tahun 2017, saya sudah mulai merasakan nyeri di gigi geraham. Namun saya menunda memeriksakan gigi karena takut yang tak beralasan. Seharusnya jika terasa nyeri, semakin cepat tertangani akan semakin baik sebelum bakteri menyebar kembali dan membuat lubang di gigi makin membesar dan menyebar ke gigi lain.

Setelah si Kecil lahir menjelang akhir 2017, saya tak sempat lagi memikirkan untuk periksa gigi. Maret 2018, saya mengurus kepindahan ke Bali menyusul suami yang sudah terlebih dahulu di Pulau Dewata. Saat mengurus sertifikat imunisasi si Kakak di puskesmas, saya putuskan untuk menambal gigi sekaligus.

Tak seperti pertama kali menambal gigi, yang harus kontrol kembali setelah seminggu, untuk pembaruan ini cukup sekali penambalan. Proses tambal gigi permanen ini masih sama, tambalan gigi sebelumnya dibor, dibersihkan, lalu ditambal dengan tambalan permanen. Saya juga disarankan untuk tidak makan/minum minimal selama 2 jam setelah tindakan. Tidak ada obat/antibiotik yang diresepkan. Biayanya pun masih sama yaitu 30 ribu rupiah.

Alhamdulillah, sampai saat ini, sudah 2 tahun lebih belum saya periksakan kembali gigi berlubang yang sudah ditambal itu. Awal pandemi pernah terasa nyeri, namun saya masih waswas untuk periksa ke dokter. Sejak saat itu gigi geraham berlubang tersebut hanya sesekali saya pakai untuk mengunyah. Jika makan makanan yang cukup keras, saya gunakan geraham lain yang masih sehat.

Sejauh ini cara tersebut masih aman, tetapi entah sampai kapan bisa bertahan. Saya akan periksa jika terasa nyeri kembali dan suasana telah aman untuk konsultasi dengan dokter gigi. Temans yang punya keluhan sakit gigi semoga bisa segera teratasi juga, ya!

Semoga bermanfaat,

Salam,

No comments for "Kapan Harus Mengulang Tambal Gigi?"