Berkah Puasa di Masa Pandemi Covid-19

Daftar Isi
Berkah puasa di masa pandemi


Pandemi Covid-19 ini adalah masa suram bagi seluruh penduduk di dunia. Korban nyawa berguguran, tenaga kesehatan yang tak lain adalah ‘aset bangsa’ bertumbangan. Sektor ekonomi tak kalah mengenaskan, banyak perusahaan gulung tikar terutama yang berkaitan dengan sektor pariwisata mulai dari trasnportasi, restoran, hingga perhotelan.

Rasanya saya pun makin stres jika terus-menerus memikirkan dampak corona yang kita hadapi ini. Anak-anak yang sekolah di rumah, pekerja yang harus bekerja dari rumah, mobilitas terbatas, ekonomi sulit, dan sederet permasalahan lainnya.

Namun di balik semua itu, jika kita lihat dari sisi lain, ada berkah yang harus kita syukuri dengan kondisi saat ini terutama di bulan Ramadhan.


1. Sampah Berkurang

Secara umum, karena aktivitas manusia berkurang, hanya di seputar rumah kecuali bagi yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya maka produksi sampah pun berkurang. Dulu, saat Ramadhan tiba, terkadang banyak sampah menumpuk di masjid-masjid dan lokasi buka bersama. Sampah kemasan menu untuk berbuka puasa tersebar di mana-mana.

Sekarang, kita hanya bisa buka bersama secara virtual dengan orang di luar rumah. Sampah berkurang, bisa jadi ini adalah cara Allah agar bumi punya waktu untuk ‘me time’ setelah sebelumnya harus bekerja esktra keras dan perlahan-lahan ‘tumbang’.

 

2. Udara yang Lebih Bersih

Di kota-kota besar, terasa sekali jika polusi udara berkurang jauh. Udara pun menjadi lebih bersih, langit terlihat lebih cerah. Tentu, karena banyak pabrik tak beroperasi, kendaraan bermotor dibatasi, dan  orang-orang pun lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.

 

3. Lebih Banyak Waktu untuk Beribadah

Bulan Ramadhan, adalah saatnya berlomba-lomba memperbanyak ibadah. Ibadah wajib dinaikkan kualitasnya, ibadah sunnah ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Bisa jadi, dulu kita pernah mengeluhkan ketika Ramadhan tiba pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita justru semakin padat sehingga menjadi alasan untuk tidak mengejar amalan mulia di bulan Ramadhan.

Sekarang, keinginan untuk fokus beribadah di bulan Ramadhan telah Allah kabulkan. Adakah alasan lagi untuk tidak memanfaatkan waktu yang ada?

 

4. Lebih Dekat dengan Keluarga

Sebelumnya, saya sering mengeluhkan jadwal kerja suami yang tidak mengenal tanggal merah dan weekend. saat jadwalnya libur saat weekdays, otomatis kami tak punya banyak waktu berkumpul karena si Kakak sekolah. Sedangkan saat si Ayah libur saat weekend dan anak libur sekolah, gantian saya yang seringkali punya agenda. Akibatnya, jarang bisa benar-benar punya waktu untuk bersama selain beberapa jam saja di rumah.

Bisa jadi ada yang bernasib seperti saya, dan merindukan masa-masa bisa membangun quality time dengan keluarga, fokus dengan keluarga, tak memikirkan sederet aktivitas lainnya. Alhamdulillah, di tengah pandemi ini kita bisa memaksimalkan waktu untuk keluarga. Berharap semoga kondisi ini tak memunculkan masalah baru seputar kejenuhan akut.

 

5. Jeli Mengatur Keuangan

Setiap orang terdampak covid-19 dari sisi ekonomi. Dalam kondisi ini, supaya bisa bertahan maka harus makin jeli mengatur pengeluaran. Rata-rata semua orang berfikir untuk membeli hanya yang penting dan mendesak. Urusan lain kecuali sedekah dan zakat, misalnya biasanya dikesampingkan terlebih dahulu sampai suasana kembali normal dan kegiatan ekonomi pulih kembali.

 

6. Mudah Bersyukur

Jika kita masih bisa makan dengan layak (bukan berlebihan) dan masih memiliki tabungan/gaji minimal hingga bulan depan, tak ada alasan untuk tidak bersyukur. Kondisi pandemi ini memgajarkan kita untuk mudah bersyukur dengan yang dimiliki saat ini sesuai dengan kemampuan.

Dulu, mungkin berharap memiliki barang branded ini-itu yang sebenarnya hanya untuk lifestyle, bukan kebutuhan utama. Sebagain orang rajin mengoleksi barang-barang branded impor. Dalam situasi serba tidak pasti seperti ini, barang-barang seperti itu hampir tak ada manfaatnya, bukan? Mau dijual kembali pun bisa jadi sulit karena orang memilih untuk membeli barang yang lebih dibutuhkan terlebih dahulu.

Kita juga melihat banyak pengusaha yang gulung tikar, karyawan yang dirumahkan, toko-toko yang terpaksa tutup, UKM yang tak mampu beroperasi karena tak kuat menanggung beban operasional, dan sederet masalah lainnya.

Subhanallah... kita benar-benar harus mensyukuri kondisi kita saat ini, apapun itu.

 

7. Banyak Orang Peduli

Salah satu hal yang membuat sudut hati menghangat ketika membicarakan perilaku orang Indonesia adalah kedermawanan dan kepedualiannya. Di tengah pandemi ini, masih banyak orang yang mau berbagi dengan sesama meski dirinya pun bukan dalam kondisi berlebih.

Salut dengan para donatur dan relawan yang setiap hari bergerak memberikan bantuan dari satu pintu ke pintu lain. Tak hanya para ojek online yang menjadi perhatian, juga mereka yang penghasilannya terhenti karena efek covid-19 membutuhkan uluran tangan.

 

8. Tak Bisa Mudik, Ambil Hikmahnya

Tahun ini, kami merencanakan mudik dengan jalur darat, sebelumnya tengah menyusun rencana untuk sewa mobil atau pulang naik bis. Namun kebijakan terkait covid-19 membuat kami tak bisa mudik. Meski sedih luar biasa, kami juga bersyukur karena anggaran yang harusnya untuk mudik bisa kami gunakan untuk support biaya lain-lain termasuk kebijakan pemotongan gaji.

 

9. Memahami Hakikat Puasa

Puasa, sejatinya tak hanya menahan diri dari lapar dan haus, tapi juga dari hal-hal yang membatalkannya. Tak sampai di situ, saat puasa kita juga merasakan kondisi yang dialami mereka yang tak bisa makan, atau terpaksa menahan lapar karena tak memiliki uang atau bahan makanan.

Dulu, saat berbuka puasa adalah waktunya untuk ‘balas dendam’ setelah seharian terbayang lezatnya makanan dan minuman. Sekarang, kita harus merasa cukup dengan apapun yang bisa terhidang, tak perlu berlimpah-limpah, cukup untuk mengganjal perut saat berbuka dan sahur.

 

Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Ada berkah di balik musibah. Itulah hikmah yang saya rasakan baik sebelum memasuki bulan puasa maupun saat ini. Ternyata, banyak hal yang patut kita syukuri saat puasa di tengah pandemi ini, khususnya ibadah menjadi lebih optimal.

Kita berharap covid-19 segera berakhir, senantiasa kita selipkan dalam doa kita agar Allah memanggil kembali mahkluk mikroskopiknya tersebut untuk lenyap dari muka bumi, atau bagaimanapun cara Allah supaya pandemi berakhir. Aamiin.

Stay safe, stay healthy, stay potitive thinking!

Semoga bermanfaat.

Salam,

Posting Komentar

Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner