Friday, 15 November 2019

Segar dan Sehat dengan Yoforia Fresh Yogurt Drink with Live Probiotics



Anak sudah mau disapih tapi pola makanku masih sama seperti saat menyusui. Alhasil perut semakin membuncit, sering dikira sedang hamil beberapa bulan.
Selain itu, perut terasa begah, BAB kurang lancar, badan mudah capek dan ngantuk. Ada yang memiliki masalah yang sama?
Saya tahu, ada masalah dengan pencernaan saya. Saya sudah mengatasinya dengan mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, namun sepertinya masih kurang karena belum juga berubah, gejala yang sama masih terasa.

Pentingnya Dietary Fiber dan Probiotik

Di dalam agama islam yang saya anut juga sudah menekankan untuk menjaga perut karena dari sana lah munculnya berbagai macam penyakit.

“Tidaklah seorang anak Adam (manusia) mengisi bejana (kantong) yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap yang bisa menegakkan tulang sulbinya. Jikalau memang harus berbuat, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Imam Ahmad, at-Tirmidzi dan rahimahumullah selainnya).
Dalam hadis tersebut ditekankan untuk menjaga asupan makanan, yakni cukup, tidak berlebihan. Sayangnya, kita seringkali terbawa nafsu untuk mengonsumsi makanan apa pun yang disukai tanpa memperhatikan porsinya. Seringkali parameternya adalah kenyang, padahal belum tentu rasa kenyang tersebut sesuai dengan kebutuhan tubuh, seringkali justru berlebihan. Untuk itulah pentingnya mengatur pola makan dan diet sehat sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Solusinya, saya harus rutin mengonsumsi minuman probiotik untuk membantu memperbaiki kondisi pencernaan. Saya memilih minuman yoghurt, karena mudah didapat di minimarket terdekat, serta manfaatnya cukup terasa.
Probiotik adalah istilah untuk bakteri yang bekerja membantu fungsi normal tubuh dan menjaga keseimbangan kedua jumlah bakteri. Jika bakteri patogen lebih banyak, tubuh akan lebih mudah limbung, sehingga diperlukan probiotik untuk mendukung pertmbuhan dan pertahanan tubuh. Selain itu, diperlukan juga makanan prebiotik yang akan bersinergi dengan probiotik.
Dulu, saya hanya mengonsumsi yoghurt saat terkena diare. Saat saya tengah menderita diare seorang teman menyarankan untuk mengatasinya dengan makan yoghurt atau minum minuman yang mengandung yoghurt. Saya sempat sangsi karena menurut saya, rasa asam yoghurt justru akan menambah rasa sakit. Namun saya tetap mencobanya. Alhamdulillah ternyata diare teratasi. Rupanya itu adalah akibat dari adanya bakteri baik yang terkandung di dalam yoghurt.
Selain itu, faktor yang tak kalah penting adalah tercukupinya dietary fiber, yang seringkali masih kurang meskipun kita sudah mengonsumsi buah dan sayur (sebagai sumber serat) secara rutin. Inilah yang membuat usus menjadi bersih. Ketika usus bersih, nutrisi yang terkandung dalam makanan yang kita cerna akan lebih optimal terserap oleh tubuh dan menjadikan tubuh segar serta sehat.



Sejarah dan Manfaat Yogurt

Kata yoghurt berasal dari bahasa Turki yoğurt (pengucapan: [jɔˈurt]) diambil dari kata sifat ‘yoğun’, yang berarti “padat” dan “tebal”, atau dari kata kerja yoğurmak, yang berarti “memijat” dan kemungkinan berarti “membuat padat” aslinya – bagaimana yogurt dibuat. (sumber Wikipedia).
Yoghurt juga memiliki nama yang berbeda-beda di beberapa negara, seperti zabady di Mesir dan Sudan, dahee di India, cieddu di Italia, dan filmjok di Skandinavia.
Minuman yoghurt mengandung bakteri hidup sebagai probiotik. Maksudnya adalah, minuman ini mengandung mikroba yang tidak berbahaya malahan sangat baik untuk saluran pencernaan kita.
Jenis probiotik yang paling banyak pada yoghurt adalah bakteri asam laktat dari golongan Lactobacillus bulgaricus,  Streptococcus themophilus, dan Lactobacillus casei.
Asal muasal yoghurt ditemukan tanpa sengaja sejak 2000 tahun yang lalu. Pedagang dari Turki membawa bekal susu yang disimpan di dalam kantong usus domba. Rupanya, susu tersebut berubah menjadi padat akibat teriknya matahari dan dinginnya udara di gurun. Rasanya yang asam sangat menyegarkan dan disukai oleh mereka.
Di negara lain, yoghurt dipercaya bisa menjadi obat, seperti di India, yoghurt dimanfaatkan untuk mengatasi sakit perut. Selain itu, sejak lama orang Persia telah menggunakan yoghurt sebagai masker wajah yang konon bisa menunda timbulnya keriput.
Manfaat yoghurt tersebut memang belum terbukti secara ilmiah pada waktu itu, karena hanya digunakan secara tradisional dan belum ada yang menelitinya.
Manfaat yoghurt dapat dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuan Rusia, Ilya Metchnikkoff pada abad ke-19. Beliau menemukan fakta bahwa bangsa Bulgaria mempunyai kebiasaan mengonsumsi yoghurt yang menjadikan mereka tetap sehat meskipun usianya sudah tua. Dari hasil penelitiannya,  diketahui yoghurt mengandung bakteri asam laktat yang ternyata mampu meningkatkan kerja enzim galaktosidase.
Bakteri Ini memberi manfaat pada sistem pencernaan seperti memudahkan pencernaan laktosa dalam usus, meningkatkan kualitas nutrisi atau asupan makanan, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mencegah kanker, dan mengatasi diare. (sumber: bobo.gridid)

source: web Yoforia


Yoforia, Fresh Yogurt Kaya Manfaat untuk Badan Lebih Segar dan Sehat

Pilihan Rasanya Banyak!

Nah, apakah Temans juga suka mengonsumsi minuman yoghurt sekaligus suka minum kopi? Hm... bagaimana jika keduanya berpadu?! Hm...
Yakin?!
Yup! Salah satu varian rasa Yoforia yang mengandung live probiotics adalah rasa coffee cream. Kira-kira gimana rasanya? Yang pasti tetap segar, dan kalau penasaran buktikan aja sendiri!
Ini salah satu keunggulan Yoforia loh Temans, ada 7 varian rasa yang bisa dipilih, mulai dari Authentic, Coffee cream, Soursop bliss, Berry smooth, Blueberry good, Peach delight, dan rasa yang terbaru Lyechee blast.
Sejauh ini, saya paling suka dengan varian rasa Blueberry. Padahal biasanya untuk kue atau perisa lainnya, saya kurang suka blueberry. Tapi saat mencoba Yoforia blueberry ternyata melebihi ekspektasi.
Tekstur Yoforia yogurt drink, lebih creamy dibanding minuman sejenis lainnya. selain itu, kandungan gulanya juga lebih rendah, jadi lebih aman untuk kita konsumsi.
Nah, saya masih penasaran banget nih sama rasa Soursop. Soalnya Sirsak juga jadi buah favorit untuk dijadikan jus, ditambah sedikit gula rasanya jadi manis asam nyengerin banget. Sayangnya waktu hunting di supermarket belum dapat varian rasa soursop, mungkin saking larisnya ya, jadi stoknya sering kosong. Selain yang Soursop, saya juga penasaran dengan peach delight. Fix, besok hunting lagi terutama untuk 2 varian rasa itu.

Pilihan rasanya banyak, dan mudah didapat di minimarket terdekat


Yogurt Yoforia Tanpa Melalui Proses Lain

Selanjutnya, kelebihan Yoforia adalah setelah menjadi yogurt tidak melalui proses seperti pemanasan atau UHT sehingga bakterinya tetap hidup dan manfaatnya terjaga.

Mengandung Live Probiotics

Yoforia menggunakan live probiotics khusus sehingga rasa yang dihasilkan tidak terlalu asam dan lebih creamy. Probiotik yang digunakan berupa Lactobacillus delbruckli subsp bulgaricus dan Streptococcus thermophylus. Kombinasi kedua bakteri baik ini akan membantu menyehatkan usus kita dan melawan bakteri jahat.

Menggunakan Dietary Fiber Alami

Yoforia juga mengandung dietary fiber dari buah jeruk alami sehingga teksturnya lebih lembut dan cocok untuk diet.
Nah, kabar gembira kan, buat Temans yang lagi diet? Jadi meskipun diet tetap bisa menikmati makanan dan minuman lezat. Etapi memang sebenarnya diet itu kan menyeimbangkan ya, bukan memangkas semuanya. Tentunya, tekstur yang lebih creamy akan membuat rasa kenyang yang lebih lama.

Bagaimana caramu menikmati Yoforia?

Cara Asyik Menikmati Yoforia

Ngomong-ngomong, gimana nih cara Temans menikmati Yoforia supaya dapat manfaatnya untuk kesehatan? Saya bagi beberapa cara ya,
  • Dinikmati langsung selagi dingin. Ini cara yang paling mainstream. Apalagi saat cuaca panas seperti akhir-akhir ini, menikmati sebotol Yoforia yang baru diambil dari lemari pendingin sepertinya hanya butuh sekian detik sampai semua isinya tandas. Nggak apa-apa, pastinya akan menyegarkan dan menyehatkan badan. Cocok juga nih saat jalan keluar bisa bisa jadi bekal, seperti saat olahraga atau menikmati suasana pantai.
Simpan Yoforia di lemari pendingin, nikmati langsung begitu dikeluarkan
  • Nikmati bersama buah kesukaan. Caranya, blender buah kesukaan bersama yoforia dingin atau beku. Nge-blend nya sebentar saja yes supaya bakterinya nggak mati kena panas.
  • Jadikan campuran sup buah. Caranya, bekukan Yoforia dalam cetakan es. Siapkan aneka buah, potong-potong lalu tuang dalam mangkuk. Tambahkan yoforia yang telah menjadi es batu. Tambahkan topping chia seed atau granola. Hm... yummy!
Cara anti mainstream menikmati Yoforia
  • Nah, cara yang terakhir ini agak ekstrem, dan sebenarnya kurang recommended untuk menikmati minuman yogurt, tapi saya suka. Haha. Saat udara sangat panas dan ingin minum es, biasanya saya masukkan beberapa balok es ke dalam gelas, lalu tuangkan Yoforia. Aduk sedikit, lalu habiskan sampai tandas. Segaaaar! Meskipun rasanya jadi sedikit kurang creamy ya, karena ada tambahan es batu. Please, jangan di-bully karena cara ini. Bagi saya yang penting saya dapat manfaatnya dan rasa haus juga terobati. Rasa Yoforia-nya masih enak ko!

Temans punya cara menikmati Yoforia selain cara di atas? Sharing yuk!
Yuk, kita mulai beralih ke pola hidup sehat. Mulai dengan minum air putih yang cukup, konsumsi serat yang memenuhi kebutuhan tubuh, istirahat yang cukup, juga ditunjang dengan probiotik untuk melengkapi dan mendukung tercukupinya nutrisi untuk tubuh.
Semoga bermanfaat,
Salam,

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam