Wednesday, 23 October 2019

[REVIEW] Mie Ongklok Instan, Kuliner khas Wonosobo


[REVIEW] Mie Ongklok Instan, Kuliner khas Wonosobo

UKM di daerah saat ini terus digenjot untuk berinovasi supaya produknya bisa diterima oleh masyarakat luas di seluruh Indonesia bahkan ke kancah Internasional. Tak terkecuali di Kabupaten Wonosobo sebagai salah satu destinasi wisata paling banyak dikunjungi di Jawa Tengah. Guna mendukung sektor pariwisata, UKM terus mengembangkan produk dan layanan untuk memenuhi permintaan pasar terutama pasar oleh-oleh makanan khas Wonosobo.

Berbicara tentang Wonosobo, pastinya tak akan lepas dari kuliner khas-nya, Mie ongklok beserta ubo rampe-nya seperti tempe kemul dan geblek. Setiap pulang kampung ke Wonosobo, nikmatnya semangkuk mie ongklok dengan pelengkapnya itu selalu menggoda. Sayang, kenikmatannya hanya bisa didapatkan di Wonosobo.
Eits! Tenang, ternyata sekarang ada loh mie ongklok instan yang bisa kita nikmati di manapun. Sebelumnya saya tahu mi ongklok instan dari seorang teman namun belum pernah mencobanya. Saat pulang kampung ke Wonosobo berkali-kali saya lupa untuk mencarinya di toko oleh-oleh. Barulah saat mudik pasca lebaran kemarin, saya menemani suami membeli oleh-oleh untuk teman kantornya dan mendapati mie ongklok instan berbagai varian rasa di gondola.
Tanpa pikir panjang saya pilih mie ongklok original dengan harga 10 ribu rupiah per kemasan. Bagaimana rasanya? Tenang.... kita bahas satu-persatu dulu, ya! Apalagi saya baru mencobanya tadi malam setelah membelinya sejak bulan Juli lalu. Muehehehe.

Kemasan Mie Ongklok Instan

Packaging

Kemasan mie ongklok instan ini cukup berkelas, setidaknya orang tidak akan berpikir panjang untuk mencomotnya dari gondola setelah menilik harganya. Kemasan plastiknya menggunakan plastik tebal warna silver (apa ya istilahnya, yang mirip aluminum foil) sehingga ketika dibawa dalam perjalanan jauh pun, kemasannya tidak mudah rusak. Seal-nya sangat rapat sehingga menjaga isinya supaya tidak mudah rusak.
Diproduksi oleh PT Adi Daya Group yang telah mengantongi izin dari Dinkes dan sertifikasi halal MUI. Tertera juga nama ‘Mas Desta’ mungkin owner-nya ya? Saya kurang paham. Jadi kalau dibaca namanya semacam menjadi ‘Mie Ongklok instan ‘Mas Desta’.
Di bagian depan dilengkapi dengan stiker mie ongklok dan klaim ‘pertama di dunia’. Bener juga sih, karena baru ini ada mie ongklok khas Wonosobo kemasan instan. Di stiker kemasan tersebut juga berisi cara memasak dan komposisinya. Tanggal kadaluarsa juga tertera dengan jelas dan tulisannya tidak mudah terhapus.

Isi mie Ongklok Instan

Begitu kemasan dibuka, saya membantin, ‘waduh isinya cuma segini, tahu gitu beli lebih banyak.’ Tapi yasudahlahya sudah jauh ini, palingan kapan-kapan nitip adik untuk dikirim atau bersabar nunggu waktu mudik lagi. Sebenarnya, di kemasan ada tulisan netto-nya 80 gram, tapi kemasannya memang besar sehingga terlihat seolah isinya banyak. Rata-rata kemasan makanan untuk oleh-oleh memang seperti ini, ya.
Lanjut ke isinya, ada mie telur, bumbu dan kecap untuk topping, daun kucai kering, tahu kering, dan bubuk cabe kering.

Isi di dalam kemasan. komplet!

Membuatnya semudah memasak mie instan

Seperti mie instan pada umumnya, memasak mie ongklok instan ini juga sangat mudah. Cukup ikuti instruksi cara memasaknya, dalam waktu kurang dari 10 menit mie ongklok sudah siap dinikmati.

Rasanya Seperti Mie Ongklok asli

Hm... rasanya memang sangat identik dengan mie ongklok asli. Hanya bumbu topping-nya yang sedikit berbeda, terasa ada tepung-tepungnya (memang bahannya dari tepung tapioka LOL). Perbedaan lainnya, mie ongklok asli menggunakan sayur kol sebagai pelengkap, sedangkan mie ongklok instan tidak dilengkapi sayur kol kering. Saya berinisiatif menambahkan kol saat memasak, supaya rasanya makin mirip.
Catatannya, untuk bumbu topping, masih ada rasa tepung tapioka-nya jika hanya diseduh menggunakan air mendidih. Solusinya, rebus bumbu topping-nya dengan cara diencerkan dengan sedikit air, lalu masukkan ke dalam air yang masih mendidih sesuai takaran di kemasan (sekitar 100 ml) sambil diaduk cepat.

Menikmati semangkuk Mie Ongklok instan bersama suami

Hanya saja, kita tak bisa membeli suasana

Ya, makan mie ongklok panas di Wonosobo bukan hanya faktor mie ongklok-nya namun juga suasananya. Sebagian orang kurang menyukai mie ongklok karena kuah bumbunya yang menggunakan tambahan tepung tapioka (maaf, jadi seperti berlendir). Namun bagi yang menyukainya, paduan manis dan gurihnya sangat pas di lidah. Terlebih makan mie ongklok panas saat Wonosobo tengah dingin atau mendung, ditemani seporsi sate sapi, tempe kemul dan geblek, juga segelas teh hangat. Hm... nikmatnya tak tergantikan.
Bagi yang memiliki kedekatan historis dengan Wonosobo, pastinya akan selalu merindukan momen dan nikmatnya melahap aneka makanan sambil bergelung sarung atau selimut dan tangan mendekap gelas teh atau kopi panas.

 Ingin Membeli lagi?

Yup! Kemarin saya makan semangkuk berdua dengan suami (karena cuma punya sebungkus). Sepertinya kalau nanti pulang ke Wonosobo harus beli lagi untuk ‘bekal’ saat kangen rumah. Mie ongklok instan ini cocok untuk oleh-oleh, tapi sebaiknya berikan untuk orang yang pernah dan makan mie ongklok. Bagi yang belum pernah makan, akan lebih berkesan jika menikmatinya langsung di Wonosobo. Sst! Ini sepertinya cocok juga untuk dibawa bekal para TKI asal Wonosobo yang bekerja di luar negeri. Jadi tamba kangen sekaligus mengenalkan mie ongklok di tempat kerjanya.

Buat yang penasaran tentang Mie Ongklok, bisa baca tulisan tentang Wisata kuliner makanan khas Wonosobo yang satu ini: Mie Ongklok Longkrang

Sekali lagi, inovasinya sangat bagus dan patut diacungi 2 jempol. Semoga produk tersebut semakin baik di masa depan dan makin dikenal masyarakat luas.
Semoga bermanfaat,
Salam,

5 comments:

  1. Kelihatannya enak banget Mbak, bikin perut jadi lapar lagi heheh.

    ReplyDelete
  2. Bagus banget jika memiliki tujuan untuk lebih baik lagi, agar produknya bisa dikenal banyak orang.

    ReplyDelete
  3. Praktis banget sekarang sudah ada kemasan instannya hehe, jadi bisa digunakan sebagai oleh-oleh tanpa takut keburu tidak enak di jalan.

    ReplyDelete
  4. Cara masaknya pun praktis banget ya Mbak, seperti masak mie instan pada umumnya hehe.

    ReplyDelete
  5. Jadi ingin nyobain juga Mbak, di mana ya kira-kira ada yang jualan mie ongklok instannya?

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam