Monday, 26 August 2019

Tergoda Diskon 50% Burger King

Tergoda Diskon 50% Burger King
Diskon 50% Burger King

Assalamu'alaikum! Apa kabar Temans?

Weekend kemarin, saya senang sekali karena jarang-jarang bisa ngerasain akhir pekan beneran. Maksudnya, berakhir pekan saat suami juga libur. Biasanya kan jadwal kerjanya nggak kenal akhir pekan atau tanggal merah lainnya, jadi ketika jatah libur jatuh di akhir pekan, saya bahagia tak terkira.

Sayang, beliau sakit karena terlambat makan lalu minum kopi tak lama setelah menghabiskan sebutir jeruk. Belum lagi sehari sebelumnya nganterin saya kemana-mana sehingga kurang istirahat saat jadwal kerja shift malam. Si Kakak pun batuk pilek dan malam sebelumnya demam. Sedihnya tak terkira saat ada anggota keluarga sakit.

Niat untuk pergi bareng ke Burger King harus ditahan-tahan nunggu semua kembali sehat. Alhamdulillah, Senin pagi suami sudah kembali bekerja meski masih mengonsumsi obat mag. Si Kakak pun sudah sekolah seperti biasa.

Resto Burger King Teuku Umar Denpasar
Burger King Teuku Umar Denpasar

Well, jangan diketawain please, kenapa moment makan di Burger King ini harus sampai ditulis di blog. Wkwkwkwk. Anggap saja supaya update blog karena saya sedang kehabisan ide nulis.

Saya dan suami sepakat untuk tidak sering-sering mengajak anak membeli makanan di resto fastfood maupun di restoran bergengsi lainnya. Alasan utamanya karena kami masih harus survive di Denpasar, dan kami ingin mengajarkan mereka untuk menghargai makanan yang mereka punya. Kami tidak ingin anak-anak menjadi manja dan hanya mau makan fastfood sejenis. Apalagi, lidah dan perut saya dan suami lebih cocok makan menu warteg dan nasi padang, soto, atau makanan Indonesia lainnya.

Sesekali makan untuk selingan tentu tak masalah. Jika ada Temans yang punya pemikiran berbeda, bebas dong, semua punya pertimbangan keluarga masing-masing. *smile*

Saya penasaran dengan Burger King karena iklan yang berseliweran dan diskon 50%-nya. Yeah.. Ini memang pertamakalinya kami ke Burger King. Sebelumnya kalau sesekali (itupun jarang sekali) ingin jajan paling ke gerai ayam goreng dekat rumah atau melipir ke 'dua tetangga dekat'nya Burger King (You know what lah.. Si M*D dan K*C, hehe).

Hanya memakan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di resto Burger King terdekat. Senin, bakda maghrib. Sudah bisa diprediksi kalau pengunjung tidak terlalu ramai. Yes! Saat kami masuk, beberapa pengunjung duduk di kursi luar, sebagian di dalam namun masih menyisakan beberapa meja kosong. Antrean pun hanya 1-2 orang, lainnya abang ojol yang tengah ditangani security.

"Selamat malam, Ibu. Silakan mau pesan apa," sapa Mbak kasir sesuai prosedur.
"Mbak, diskon ini masih berlaku?" tanya saya sembari menunjukkan gambar diskon dari akun instagram Burger King.
"Masih, Bu."
"Baik, saya pesan ini, ya."
Si Mbak kasir pun sigap membuat struk pesanan saya lalu mempersilakan menunggu setelah saya membayar.

Saya terkikik geli, dari rumah saya ngobrol dengan suami kalau diskon sudah tidak ada (misal stok habis atau alasan lain), kami akan bermuka badak meninggalkan resto lalu melipir ke gerai makanan siap saji lokal.

Oia, sebelumnya saya juga harus negosiasi dengan si Kakak karena dia ingin membeli menu anak-anak yang minuman di paketnya adalah Milo kesukaan.

Si Kakak sedikit ngambek kemudian berlalu dan menuju pojok mainan. Sesaat kemudian, saat di meja telah terhidang nasi, ayam kesukaannya, burger dan esteh, manyun-nya berubah menjadi ceria.

Memanfaatkan diskon 50% Burger King
Menu pesanan kami. Banyak ya! 

"Wah.. Aku mau burger yang ini!" katanya heboh meski kemudian meletakkannya setelah gigitan pertama.
"Nah, suka nggak? Bunda udah belikan burger sesuai janji Bunda. Waktu itu Kakak pernah minta."
"Nggak suka. Mau ayamnya aja!" ujarnya.
Saya nyengir kuda, jurus untuk meredam keinginannya makan di resto sejenis lagi, berhasil. Etapi kalau sama ayam sih dia doyan, hihi.

Ini baru pertama kalinya saya mencoba Burger King, tapi entahlah rasanya tidak ingin mencoba datang lagi.
Tempatnya cukup nyaman dengan parkir luas, pelayanannya pun ramah, anak-anak suka karena dapat mahkota kertas dan bisa main. Namun rasa menunya kurang cocok di lidah. Kan... Sudah saya bilang, kami cocoknya makan menu warteg/nasi padang, hihihi. Saat mencoba makan ayamnya, rasanya ada after taste getir gitu. Entah karena efek saya habis makan burger yang triple cheese atau bagaimana.

Saya penasaran dengan burger-nya tentu saja, karena namanya BURGER KING pastinya menu utama adalah burger. Maka saya makan burger terlebih dahulu saat masih hangat dan keju masih meleleh. Hm... Yummy!

Burger triple rasher cheese saya suka! Penyuka keju pasti juga suka ini. Kejunya kaya banget, berlimpah dan lumer-lumer. Sedangkan 2 burger lainnya, standar sekali rasanya.

Setelah menghabiskan 1 burger, saya sudah tak berselera makan nasi dan ayamnya, untung ada si Ayah yang mau menghabiskan. What?! Semua dihabiskan?! Tentu tidak! Kami juga sudah antisipasi hal ini. Menu di paket berupa 5Pcs ayam, 3 nasi, 3 burger, dan 3 es teh pasti tak akan habis kami makan sekaligus.

Ayamnya masih sisa :D

Saya sudah menyiapkan wadah yang tersimpan di jok motor. Jadi ketika ayam masih sisa, saya bawa keluar dengan piring kertasnya, lalu masuk ke wadah yang saya bawa. Aman...!

Yes, kami bukan termasuk orang yang suka membuang sisa makanan. Saat ada snack/makanan sisa dari acara, biasanya saya 'selamatkan' dengan memasukkan ke dalam tas setelah sebelumnya dibalut tisu. Nggak malu?!  Nggak lah, apalagi kalau itu snack box. Kalau prasmanan pun, saya ambil sesuai porsi, ketika ternyata tidak habis, saya bawa pulang. Tak ada niat untuk mengantongi makanan.

Komitmen resto fastfood untuk mengurangi penggunaan plastik juga patut diacungi jempol. Tidak lagi menggunakan sedotan plastik dan semua tempat makan terbuat dari kertas. Tapi ternyata bayar ya, paper plate-nya, hihi. Sama sih seperti kalau saya pesan mie goreng di warung langganan. Kalau saya request pakai wadah kotak bento kertas, saya harus nambahin biaya 1ribu/kotak. Nggak apa-apa lah, niatnya go green ini. 

Keceriaan anak-anak sepulang dari Burger King

Oke, selain karena anak-anak yang super bahagia sekembalinya dari Burger King, sepertinya saya tidak punya alasan untuk kembali ke sana. Anak-anak mah diajak ke mana aja biasanya juga senang 😆

Alhamdulillah ala kulli haal, terlebih setelah suami dan anak-anak kembali sehat seperti sedia kala. Menyadari kembali bahwa nikmat sehat itu jauh lebih berharga dari nikmat materi lainnya. MasyaAllah walhamdulillah...

Terima kasih jika ada yang membaca curhatan ini sampai akhir. Selamat kembali melangkah meniti hari dengan karya.

Salam semangat, semoga bermanfaat!

1 comment:

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam