Thursday, 15 August 2019

Pahami dan Atasi Osteoarthritis


Pahami dan Atasi Osteoarthritis pada Lutut
Pahami dan atasi osteoarthritis pada lutut

Tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang kakek/nenek selain membersamai cucu-cucu kesayangan. Terlebih ketika telah memasuki masa pensiun dan tinggal menikmati hidup. Banyak yang bilang kakek/nenek sangat memanjakan cucunya karena bisa jadi saat anaknya masih kecil mereka belum bisa melakukan berbagai hal, sedangkan ketika hidupnya telah mapan, si anak telah dewasa sehingga pelariannya adalah si Cucu.

Sayangnya, kebahagiaan bersama sang cucu terkadang harus terenggut begitu saja ketika nyeri lutut mendera. Ingin main kejar-kejaran bersama cucu akhirnya harus pasrah tak berdaya karena untuk berdiri saja harus sampai berpeluh. Duh, yang melihatnya pun kasihan.
Itulah sedikit gambaran saat usia semakin menua dan kondisi tubuh pun semakin melemah. Ibarat mesin, ada masanya mulai mengalami penyusutan performa. Bapak mertua saya pernah mengalami hal serupa. Beliau sering mengalami nyeri sendi di lutut yang menyebabkan beliau kesulitan untuk berdiri dari duduk atau duduk setelah berdiri. Setelah diperiksa, beliau mengalami osteoarthritis.
Pengobatan kimia dan herbal telah beliau jalani, namun nyeri sendi di lututnya hanya berkurang saat beliau mengonsumsi obat. Akhirnya perlahan beliau mengurangi konsumsi obat dan beralih menerapkan pola hidup sehat dan aktif bergerak. Hal ini tentu tidak banyak berpengaruh terhadap osteoarthritis-nya, hanya mencegah supaya tidak semakin memburuk. Maklum, usia beliau juga sudah lebih dari setengah abad sehingga lebih rawan terkena penyakit.

Jangan biarkan osteoarthritis renggut kebahagiaan bersama anak cucu



Mengenal Osteoarthritis
Osteoarthritis atau OA adalah penyakit yang terjadi karena adanya pengapuran sendi. Penyakit ini membuat sendi terasa nyeri dan kaku. Kondisi ini umumnya terjadi saat tulang rawan yang seharusnya melindungi bagian ujung tulang (seperti bantalan tulang) mengalami kerusakan. Tidak hanya sendi lutut, osteoarthritis juga bisa terjadi di sendi lainnya seperti tangan, siku, tulang punggung, dll.

Faktor Risiko Osteoarthritis
Osteoarthritis rawan terjadi pada orang yang telah menginjak usia 50 tahun ke atas. Namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada usia muda. Penderita obesitas atau kelebihan berat badan juga termasuk yang rentan menderita osteoarthritis.
Selain itu, ada sejumlah sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena osteoarthritis, yaitu:
  • Jenis kelamin, wanita lebih sering mengalami osteoarthritis dibandingkan pria.
  • Adanya cedera pada sendi, sendi yang mengalami cedera atau pernah menjalani operasi memiliki kemungkinan osteoarthritis yang lebih tinggi dibanding sendi yang masih normal.
  • Faktor keturunan, rupanya risiko osteoarthritis diduga bisa diturunkan secara genetika. Jika keluarga yang menderita osteoarthritis, sebaiknya lebih waspada karena kemungkinan terkena lebih tinggi.
  • Menderita kondisi arthritis lain, misalnya penyakit asam urat atau rheumatoid arthritis.
  • Cacat tulang, seperti pada tulang rawan atau pembentukan sendi.
  • Pekerjaan atau aktivitas fisik yang membuat seseorang mengalami penekanan di titik tertentu secara terus-menerus.
  • Ada penyakit lain yang bisa memunculkan osteoarthritis.

Gejala osteoarthritis yang sering dialami oleh penderitanya:
  • Sendi terasa sakit selama atau setelah digerakkan.
  • Sendi terasa lebih lunak saat diberikan tekanan.
  • Sendi terasa kaku di pagi hari saat bangun tidur, dan ketika sedang tidak aktif melakukan kegiatan.
  • Peradangan pada sendi.
  • Sendi kehilangan sifat fleksibilitasnya, yang membuatnya menjadi lebih kaku dan sulit untuk digerakkan.
  • Munculnya taji tulang di sekitar sendi sasaran, yakni tonjolan tulang yang keras dan tajam.

Pengobatan Osteoarthritis



Pengobatan Osteoarthritis
Osteoarthritis sebenarnya tidak bisa diobati sampai benar-benar tuntas/sembuh. Upaya yang bisa dilakukan hanyalah untuk mengurangi gejalanya dan mencegah penyakit ini semakin memburuk. Selain pengobatan, beberapa hal bisa dilakukan, seperti:
Melakukan terapi fisik
Terapi fisik adalah prosedur perawatan yang akan membantu kita melatih otot-otot di sekitar persendian yang nyeri. Terapi ini juga dapat meningkatkan jangkauan gerak, sekaligus meredakan rasa sakit. Jika melakukan terapi fisik, kita harus memastikan menggunakan jasa terapis yang telah teruji.
Melakukan Terapi okupasi
Terapi okupasi adalah jenis perawatan yang biasanya ditujukan khusus untuk upaya penyembuhan orang dengan keterbatasan fisik dan mental. Namun, metode pengobatan ini juga tak kalah baik untuk diterapkan bagi penderita osteoarthritis lutut.
Prosedur operasi penggantian sendi
Jika prosedur pengobatan, terapi, maupun suntikan masih tidak mempan, penderita oesteoarthritis stadium 4 biasanya akan disarankan untuk melakukan prosedur  operasi penggantian sendi.
Operasi penggantian sendi (artroplasti) bertujuan untuk mengangkat permukaan sendi yang rusak kemudian menggantinya dengan suatu bahan khusus. Bahan tersebut bisa terbuat dari plastik atau logam khusus. Kekurangannya, bahan yang dimaksudkan sebagai pengganti sendi tersebut bisa kehilangan fungsinya dan memerlukan penggantian.
Rasanya ngeri ya, membayangkan bedah lutut baik sebagian maupun tulang. Namun, jika itu merupakan prosedur kesehatan yang harus dialui, pastinya seorang penderita oeteoarthritis akan memperjuangkannya.
 
Total Knee Replacemenet, Operasi Penggantian Tulang Lutut Total
Total knee replacement dokter.my
Second Opinion untuk Penanganan yang Tepat
Sebelum memutuskan untuk melakukan pengobatan osteoarthritis dan operasi lutut, ada baiknya kita melakukan mendapatkan second opinion terkait terapi atau tindakan terhadap penyakit yang diderita. Salah satunya melalui situs kesehatan dokter.my. Situs kesehatan ini melayani konsultasi kesehatan secara online dan memberikan saran kepada pasien. Konsultasi bisa dilakukan melalui telepon, Whatsapp dan website. Tentu prosedurnya dengan melampirkan hasil pemeriksaaan X-Ray maupun MRI supaya bisa diputuskan dengan jelas bagaimana penanganannya.  
Dapatkan "Second Opinion" Medis Anda. Mudah, independent dan transparant. Berpihak kepada anda dan HANYA ANDA.
Inilah yang menjadi tagline dan layanan situs kesehatan dokter.my, dimana kita sebagai pasien bisa memiliki pilihan untuk ikhtiar penyembuhan.
Sebelum menggunakan layanan dan melakukan reservasi untuk konsultasi, terlebih dahulu kita harus mendaftar melalui website-nya. Mudah ko, hanya ada beberapa item yang harus diisi. Setelah diterima, kita bisa melakukan konsultasi melalui media yang diinginkan.
Nah, supaya lebih jelas Temans bisa langsung  intip-intip ke website-nya ya!
Semoga bermanfaat,
Salam,

13 comments:

  1. Hmm ternyata yang lebih besar terkena osteoarthritis ini adalah kaum hawa ya alias perempuan

    ReplyDelete
  2. Sendi terasa sakit selama atau setelah digerakkan ini juga merupakan salah satu gejala osteoarthritis

    ReplyDelete
  3. Semoga semuanya sehat selalu nih ya Mbak aamiin. Jangan sampai deh terkena penyakit itu aamiin

    ReplyDelete
  4. memang kalau osteoarthritis ini harus dicegah sejak masih mudah, menerapkan hidup sehat, jangan sampai terjadi pengapuran sendi di masa tua.

    Kalau untuk operasi, ngeri sih bayangkannya mbak, karena tempurung lutut diganti sama bahan khusus, hiii, kalau saya mending pilih second opinion dulu

    ReplyDelete
  5. Iya sedih kalo ibu kita kena osteoarthritis ya, ibu mertuaku nih yang kena ini. Awal tahun kemarin aku sempat nganterin seminggu sekali ke rumah sakit buat terapi dan disuntik di lututnya

    ReplyDelete
  6. Ah..trims infonya Rin. Aku mo intip2 webnya ah..nampaknya aku punya salah satu faktor resiko OA itu..hiks..

    ReplyDelete
  7. Ibuku saat ini sedang mengeluhkan punggungnya, Mbak. Dan itu kutahu sangat menyiksaaaa banget. Aktivitas jadi terganggu. Mau ngapa-ngapain susah. Sudah berobat ke mana-mana pula.

    Dari kejadian ini aku jadi belajar, kudu rajin dan rutin jalan kaki agar bisa olahraga setiap hari.

    ReplyDelete
  8. pengetahuan kayak gini nih penting banget, ya, apalagi gaya bahasanya mudah dipahami jadi makin suka bacanya

    ReplyDelete
  9. Huaaa bosku kena ini nih lututnya..kasihan sekarang rutin fisio terapi seminggu dua kali..makasih banyak nih wawasannya buat self reminder

    ReplyDelete
  10. Biasanya kalau usia udah lanjut ga berani operasi ya Rin.
    Tapi ada baiknya memang dikonsultasikan terlebih dahulu dan mencari second opinion seperti tips yang kautulis ini. Biar mantep gitu memilih penangangan osteoarthritisnya.

    ReplyDelete
  11. Ibuku juga kena OA, padahal kalo secara usia teerbilang masih muda. Sering ngilu katanya. Sekarang pun masih terapi..

    ReplyDelete
  12. Wes langsung kepo ke website nya mba lantaran sendiku juga ikutan bermasalah hiks

    ReplyDelete
  13. Iya, tanteku juga kena, ngga boleh beraktivitas berat yang bertumpu pada lutut kayak naik tangga, kebanyakan jalan kaki dll

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam