Thursday, 16 May 2019

Memasak Praktis dengan Panci Presto

Memasak Praktis dengan Panci Presto
Cara memasak ketupat dengan panci presto

Memasak adalah aktivitas rutin dalam kehidupan rumah tangga. Entah istri atau suami yang bertugas memasak pasti menginginkan proses memasak yang praktis dan hasilnya memuaskan sehingga bisa membahagiakan seluruh anggota keluarga.
Terkadang, bagi emak-emak rempong semacam saya, aktivitas memasak yang sebenarnya menyenangkan berubah menjadi menjengkelkan ketika ada masalah. Salah satunya adalah lamanya memasak. Bayangkan saja, hidup di rantauan dan jauh dari keluarga dengan 2 balita tanpa ART. Bisa rutin memasak sudah merupakan prestasi luar biasa bagi saya (tentu berbeda setiap orang, ya!). terpaksa, makan pun harus seadanya makanan yang mudah dimasak karena belum memungkinkan mengolah makanan yang membutuhkan waktu lama untuk memasaknya. Kecuali jika punya dan mengetahui cara memasak menggunakan panci presto untuk menghemat waktu.

Hm... beberapa waktu yang lalu hanya sekadar masak ungkep ayam saja sampai gosong ditinggal menyusui Baby Salsabila. Lalu saat ingin makan singkong keju olahan sendiri, menggosongkan panci lagi (dan lebih parah dari saat masak ungkep ayam :P) dengan kejadian yang hampir sama. Fyuhh... kalau sudah begini, akhirnya harus pasrah lagi masak sepraktis mungkin. Menu sehari-hari hanya yang digoreng, direbus, dan ditumis. Tumis kacang panjang, sup buncis wortel, tempe/ayam/ikan goreng, sup ikan, dan segalanya yang serba praktis. Jika sesekali masak olahan daging, saya harus menunggu suami libur, supaya ketika saya sedang menyalakan kompor dan panggilan alam dari si Kecil satang, saya bisa menitipkannya kepada suami, supaya tidak gosong lagi.
Ngomong-ngomong tentang olahan daging, iduladha 2 tahun yang lalu saya pernah membantu ibu-ibu komplek memasak daging qurban. Supaya proses memasaknya cepat, tuan rumah menyediakan panci presto untuk merebus daging yang akan diolah menjadi gulai. Daging kambing/sapi yang telah dipotong dan dilumuri bumbu (dimarinasi selama beberapa menit) direbus dengan menggunakan panci presto. Hanya memakan waktu kurang lebih 30 menit, daging telah empuk dan siap untuk direbus kembali bersama kuah gulai. Hm... malah membayangkan lezatnya gulai kambing qurban. Hehe.
Ternyata, panci presto memang membantu sekali untuk memasak supaya lebih cepat empuk, dan konon kandungan gizinya tetap terjaga. Rasanya jadi pengen ngembat panci presto punya ibu di Semarang yang nggak pernah dipakai. Hehe.

Cara memasak Ketupat dengan Panci Presto

Nah, menjelang idulftitri pasti sudah terbayang ketupat, opor ayam, rendang, dan sambal goreng ati, bukan? Hm... tapi malas banget ya, kalau harus masak ketupat selama sekian lama. Boros gas dan waktu. Hehe.
Tenang, kita bisa memasak ketupat dengan praktis menggunakan panci presto. Sure?! Really! Bagaimana caranya?
Berikut cara memasak ketupat menggunakan panci presto:
1. siapkan selongsong ketupat dan isi dengan beras yang telah dicuci bersih dan ditiriskan. Isilah sekitar ½ - ¾ sesuaikan dengan jenis beras yang akan dimasak.
2. siapkan panci presto lalu isi air hingga kira-kira cukup untuk ketupat yang akan dimasak
3. didihkan air dalam panci presto
4. masukkan selongsong ketupat yang telah diisi beras, pastikan benar-benar terendam air
5. tutup panci presto, pastikan karetnya pas dan menutup rapat
6. masak hingga kurang lebih 30 menit
7. sebelum mengambil ketupat yang telah masak, sebaiknya tunggu beberapa saat agar suhu di dalam panci sedikit turun, supaya tidak mengeluarkan uap panas yang membahayakan.
Bagaimana? Praktis sekali, bukan?
Nah, selain menggunakan panci presto, memasak ketupat dengan cara yang praktis bisa dilakukan dengan rumus 5-30-7. Artinya, memasak ketupat dalam panci tertutup selama 5 menit terhitung sejak air mendidih, lalu matikan api kompor. Biarkan panci tertutup di atas kompor selama 30 menit. Setelah 30 menit, nyalakan kembali dan masak selama 7 menit.
Yes, saya menemukan resep ini tahun lalu di facebook. Ada seorang teman yang berhasil mempraktikkannya. Saya sendiri belum pernah mencoba karena belum pernah masak ketupat sendiri. mungkin tahun ini jika saya masak ketupat, adalah ketupat janur kelapa pertama yang saya buat. Sebelumnya saya hanya biasa membuat ketupat dengan kantong plastik :P.
Sepertinya resep 5-30-7 ini bisa diterapkan, meskipun saya merasa sangsi apakah jika ketupat yang belum matang itu direndam selama 30 menit tidak membuat nasinya lembek alias benyek? Hehe. entahlah.. let see. Atau Temans ada yang sudah mempraktikkan cara ini? silakan sharing di komentar ya,
Selamat berpuasa dan menyiapkan idulfitri.
Semoga bermanfaat,
Salam,

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam