Friday, 17 May 2019

Cara Memakai Hijab Segiempat Lebar nan Simpel ala Saya

Cara Memakai Hijab Segiempat Lebar nan Simpel ala Saya
Cara Memakai Hijab Segiempat Lebar dengan praktis asnti ribet

Assalamu’alaikum..!
Kita sudah hampir memasuki setengah perjalanan di bulan Ramadhan, apa kabar semangatnya, Temans?  semoga selalu gaspol panen pahala di bulan ini, yes! Aamiin..
Ngomong-ngomong sebentar lagi akan sampai di hari raya idulfitri, pasti kita juga disibukkan dengan agenda mudik dan hari raya. Berkumpul dengan keluarga di hari istimewa pasti menyenangkan sekali bukan? Atau mungkin ada yang masih disibukkan dengan urusan outfit untuk hari raya? Masih sibuk browsing tutorial hijab untuk hari raya? Atau cara memakai hijab yang benar? Sok, diselesaikan sebelum lebarannya besok banget. Hihi.

Saat lebaran, saya jarang sekali mengenakan baju baru. Ups! Ralat, saya kecil dulu, hanya punya baju baru saat lebaran. Praktis hanya setahun sekali bisa membeli 1 stel pakaian. Lalu baju hari raya itu disayang-sayang dan hanya dikenakan untuk acara spesial atau saat akan pergi jauh. Jika telah masuk 15 hari bulan Ramadhan tapi mamak belum juga memiliki uang untuk beli baju dan sandal baru, rasanya sungguh gundah dan sedikit marah. Apalagi jika bukan karena teman sebaya yang telah pamer baju dan sandal untuk lebaran.
Namun setelah kuliah dan mulai bisa menabung dari hasil kerja sambilan kecil-kecilan, akhirnya perlahan bisa membeli baju bukan hanya menjelang idulfitri. Sejak saat itu, saya tidak mengkhususkan memiliki baju baru untuk lebaran.
Btw kenapa malah ngomongin pakaian, sih? kan mau bahas hijab. Wkwkwkwk.

Mengenakan Hijab Menutup Dada

Dalam Alquran surat An-Nur Allah berfirman: “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (aurat-nya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
Ayat ini menjadi dasar atas perintah berhijab bagi seorang muslimah. Lebih khusus lagi, berhijab dengan mengulurkannya hingga menutup dada. Jadi, jika ada seorang muslimah yang mengenakan jilbab lebar bukan berarti lebih beriman dan alim, hanya saja sedang mencoba untuk menjalankan perintah dengan sebaik-baiknya.
Meskipun urusan menutup dada ini masih menjadi khilafiyah atau perbedaan pendapat, bagi saya pribadi mengenakan hijab/kerudung yang menutup dada terasa lebih nyaman dan aman. Simpel juga loh, saat sedang menyusui bisa langsung nutupin tanpa pakai apron menyusui lagi, hihi. Yes, saya selalu sedia apron menyusui, hanya saja tidak selalu menggunakannya, tergantung situasi dan kondisi.
Saya yang tidak suka neko-neko, sebenarnya lebih senang mengenakan hijab segiempat. Namun karena hijab segiempat lebih rawan tidak rapi dan rusak saat ditarik-tarik si Kecil, jadilah saya lebih sering memilih hijab instan.
Hijab segiempat sebenarnya praktis karena bisa dikenakan dalam segala suasana. Formal, kasual, semi-formal, hijab segiempat itu bisa banget! Memakainya juga praktis dan anti ribet, kecuali bagi yang ingin modifikasi bermacam-macam.

Tutorial Hijab Segiempat Lebar Praktis

Dan.... ini dia tutorial hijab segiempat lebar praktis ala saya. Sekali lagi, ini cara yang super simpel dan cocok untuk pemula yang baru mengenakan hijab maupun yang sudah lama berhijab.
Hijab segiempat dibuat seperti pashmina

Tutorial 1, Model shawl/pashmina/kerudung panjang

1. siapkan hijab segiempat ukuran 130x130 (untuk model shawl, sebaiknya minimal ukuran 115x115)
2. lipat ke dalam salah satu sisi kurang lebih 1/3-nya
3. kenakan dengan salah satu ujung lebih panjang (kurang lebih 1:3), sematkan peniti/jarum pentul di dagu
4. tarik sisi yang lebih panjang ke kepala bagian atas belakang, sematkan jarum pentul
5. semarkan bros di sisi kanan/kiri sesuai selera

Model klasik simpel

Tutorial 2

1. siapkan hijab segiempat ukuran 130x130 (minimal bisa 115x115 untuk menutup dada)
2. lipat segitiga dan sesuaikan panjangnya dengan selera kita
3. kenakan, dan pastikan panjangnya simetris. Sematkan jarum pentul/peniti di dagu
4. tarik salah satu sisi hijab ke pundak, sematkan dengan peniti
5. tarik sisi lainnya ke pundak yang lain, sematkan bros untuk mempermanis penampilan

Cara praktis memakai hijab segiempat

Tutorial 3

1. step 1-4 sama dengan tutorial 2
2. tarik ujung yang masih bebas ke belakang kepala atas, sematkan dengan jarum pentul atau bros juntai kecil
3. rapikan bagian depan, sematkan bros di sisi sesuai selera

Praktis sekali, bukan? tak sampai 5 menit akan selesai dan tanpa ribet.
Selain cara memakai hijab, kita juga perlu memperhatikan bahan hijab yang akan kita kenakan supaya lebih nyaman saat dikenakan, diantaranya:
  • Pilihlah bahan yang menyerap keringat
  • pilih bahan yang tidak menerawang namun tidak terlalu tebal. Karena bahan yang terlalu tebal membuat telinga seperti tertutup rapat mengganggu pendengaran (keplepek, kata orang Jawa).
  • pilih bahan yang sedang, tidak terlalu ringan dan tidak terlalu berat. Bahan yang terlalu ringan akan mudah tersingkap angin, sedangkan bahan yang terlalu berat juga kurang nyaman dikenakan karena bagian atas seperti tertarik ke bawah karena beratnya.
  • pilih bahan yang tidak mudah kusut terutama bagi muslimah yang banyak beraktivitas
  • pilih bahan yang mudah set saat dikenakan, jika terlalu licin akan lebih mudah ‘rusak’
  • pilih ukuran yang sesuai. Sebaiknya, minimal 115x115 untuk menutup dada. Sesuaikan juga dengan postur tubuh

Ngomong-ngomong soal bahan, berhubung banyak sekali jenis dan kualitas bahan, sesekali kita juga perlu dolan ke toko kain untuk survey berbagai kain bahan hijab segiempat. Gunanya, saat membeli hijab secara online sudah ada gambaran mengenai bahannya. Meskipun ketika datang bisa saja berbeda dari perkiraan karena banyaknya jenis dan kualitasnya.
Di gambar di atas, saya mengenakan hijab segiempat bahan velvet. Sebenarnya, saya kurang nyaman mengenakan hijab dengan bahan tersebut. Namun karena bahan ini yang cukup cocok dengan outfit saya beberapa waktu lalu, jadilah saya membeli bahan dan membuatnya menjadi hijab segiempat ukuran 130x130 dengan bantuan adik saya.
Nah, membeli bahan lalu menjahit kelim pinggirannya (atau dineci) adalah salah satu cara praktis dan hemat untuk membeli hijab segiempat sesuai dengan warna pakaian kita. Yup! Dibanding membeli hijab jadi, membeli kain lalu dijadikan hijab bisa membantu kita menghemat sedikit anggaran.
Contoh kain yang cukup recommended untuk membuat hijab segiempat lebar dan cukup nyaman dikenakan: katun ima, wolvis, bubblecrepe, mosscrepe, sifon jepang, voal, velvet dan sejenisnya  (kain mengkilap, cari yang tidak terlalu licin).
Nah, pakai hijab segiempat lebar, tidak ribet bukan?
Semoga bermanfaat!
Salam,

2 comments:

  1. Simple banget ya tutorialnya. Kalau aku lebih suka pakai hijab instant karena praktis. Aku tuh masih belum paham tentang jenis-jenis kain gitu, Mbak. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, simpel biar makemak ga ribet pakai hijab 😄😄

      Aku sedikit paham kain karena keluargaku banyak yg jadi penjahit, Mbak. Trus dulu pernah jualan jilbab bikin sendiri jadi sering main ke toko kain. Sambil nyari kain aku pegang2, lihat namanya sama lihat harga 😂😂

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam