Friday, 22 February 2019

Paxel Antarkan Kebaikan dengan Layanan ‘Same Day Delivery’


Butuh Pengiriman Same Day Service nggak Pakai Ribet?! Paxel-in Aja!

Perkembangan teknologi 4.0 saat ini sangat berkembang pesat di Indonesia. Akibatnya, berbagai lini kehidupan pun mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Salah satunya dalam perekonomian dengan maraknya industri kreatif yang menjamur. Hal ini merupakan kabar baik yang harus diapresiasi oleh seluruh masyarakat dan pemerintah Indonesia.
Bisnis e-commerce dan start-up terus melaju dengan ide dan kreativitas anak bangsa. Kemajuan tersebut harus didukung serta dengan perkembangan dan inovasi bisnis dalam bidang logistik, agar kemudahan digital tersebut bisa dinikmati secara nyata oleh masyarakat.
Pernah merasakan akibat peran bidang logistik yang kurang memadai? Saya pernah ketika memesan makanan secara online. Saya berharap dengan kemasan yang telah dirancang sedemikian rupa, makanan tersebut akan tahan kurang lebih 2x24 jam sesuai estimasi pengiriman. Rupanya, barang sampai melebihi estimasi, dan ternyata kemasannya pun kurang sesuai dengan harapan. Well, saya sudah mengantisipasi hal tersebut, sehingga tidak terlalu kecewa ketika makanannya sudah kurang segar, masih untung belum busuk.
Belum lagi masalah lain yang sering muncul mulai dari barang rusak, tertahan di gudang, terbawa kurir, atau di catatan tracking barang telah sampai ke penerima namun si Penerima belum mendapatkan barang tersebut dan tak tahu ke mana rimbanya. Jika sudah begini, komplain terkadang tak membuahkan hasil, hanya menyisakan kekesalan hati.
Inilah kenapa kita membutuhkan jasa pengiriman barang yang bisa sampai dengan cepat, terutama untuk pengiriman frozen food atau barang yang cepat rusak jika terlalu lama di suhu ruangan. Paxel menjawab permasalahan ini dengan same day service-nya.
Berpose bersama blogger dan crew Paxel

Apa itu Paxel? Yuk kita ulas lebih dalam. Beruntung saya bisa hadir dalam acara launching Paxel Denpasar di Ke(M)bali Innovation Hub, Jl. Sunset Road, Kuta, Bali akhir pekan kemarin. Acara bersama kurang lebih 50 blogger dan influencer Bali tersebut berlangsung dengan lancar dan gayeng. Apalagi para petinggi Paxel pun hadir untuk memberikan pencerahan kepada audiens.
 
Bapak Djohari Zein
credit Yuni Handono

Ada Apa di Balik Paxel

Paxel adalah brand perusahaan di bidang logistik yang belum lama ini hadir di Indonesia. Bapak Djohari Zein, seorang mullaf dari Sumatera Utara merupakan founding father-nya. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai CEO salah satu perusahaan ekspedisi terkemuka di Indonesia. Saat ini beliau adalah Eksekutif Advisor Paxel.
Menurut beliau, titik balik hidupnya didapatkan saat tengah menjalankan ibadah di Baitullah. Tepatnya di Jabal rahmah, beliau mendapat insight mengenai hidup yang tak sekadar mengurus diri sendiri, tetapi bagaimana memberi manfaat untuk orang lain. Sama halnya dalam bisnis, bahwa bisnis tak sekadar urusan untung rugi, tetapi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada ilahi.
Sejak saat itu, baik dalam membangun bisnis ekspedisi sebelumnya, beliau selalu menekankan nilai-nilai relijius. Orientasi bisnis yang beliau jalankan tidak sekadar untuk urusan dunia, tetapi juga untuk akhirat.
Setelah sukses dengan bisnis logistik, beliau berinovasi dengan membuat perusahaan baru di bidang yang sama yang lebih menjawab kebutuhan konsumen. Di sini, beliau pun tetap mengusung semangat untuk menebar kebaikan.

Paxel=Pax + accelerate
credit Paxel


Why Should Paxel?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita bahas tentang Paxel dulu deh ya. Nama Paxel merupakan akronim dari Pax dan Accelerate, atau secara harfiahnya manusia yang berakselerasi. Kenapa harus berakselerasi? Yakni agar menjawab tantangan zaman dan memudahkan untuk membagi kebaikan terhadap sesama.

Credit Paxel


Same Day. Same Price.
Inilah keunggulan Paxel yang tidak dimiliki oleh bisnis logistik lainnya. di saat masyarakat membutuhkan banyak hal secara cepat, Paxel hadir menjawab tantangan tersebut. SAME DAY delivery service Paxel hadir di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Jogja, Surabaya, dan Denpasar. Yang lebih penting lagi, biayanya flat, dan pengiriman bisa sampai maksimal 10 kg.
Kalau ada yang bilang harganya lebih mahal dengan ekspedisi biasa, lebih penting mana sih waktu yang lebih singkat dibanding uang yang harus dikeluarkan terutama untuk kondisi genting dan penting?
Menurut Pak Bryant Christanto, CEO Paxel, ada kisah yang cukup menggelitik terkait pengiriman same day ini. Ada seseorang yang terlupa meninggalkan laptopnya di kamar hotel yang disewa, sedangkan ia telah tiba kembali di Jakarta. Maka ia segera menggunakan jasa Paxel untuk mengirim kembali laptop tersebut ke alamatnya.
Lain halnya dengan seorang perempuan yang ketinggalan gaun pestanya. Saat itu ia hendak menghadiri pernikahan sahabatnya di Bali. Sadar telah melupakan barang yang sangat penting, ia menemukan solusi dengan Paxel. Gaun pun akhirnya di tangan dan rencana mendampingi pernikahan temannya berjalan mulus.
Urban Shipment
Saat hampir semua orang menggunakan ponsel pintar untuk berbagai keperluan sehari-hari, maka aplikasi Paxel pun bisa digunakan untuk mempermudah mereka. Voila!
Credit Paxel

We’ve Got You Covered
Prinsip Paxel dalam #AntarkanKebaikan adalah mengantarkan barang tidak sekadar sampai, namun menciptakan senyum dan dengan kondisi yang lebih baik. Paxel memiliki packaging box yang khas dan diberikan kepada pengguna saat mengirimkan barang. So, barang yang berada jauh di sana akan lebih aman sampai di tangan kita.
Ready When You Are
Selain menanti barang, terkadang pelaku bisnis online juga mengalami kerepotan saat akan mengirimkan barang. Nah, dengan Paxel kita bisa mengatur kapan barang akan diambil dan dikirimkan, sehingga lebih mudah dan kita bisa mengaturnya sesuai kesiapan kita.
No More Waiting Game
Hayoo... siapa yang malas banget saat melihat tracking barang tidak beranjak dari posisi sebelumnya? itu seperti menanti bisul pecah, ya. Apalagi jika barang yang dipesan tersebut sangat penting dan berharga. Dengan Paxel, kita bisa memantau secara langsung lokasi barang meskipun jauh di luar pulau. Iyes, misalnya mengirim barang dari Jakarta ke Denpasar.
Oia, ada pengalaman teman saya yang mengirim paspor ke Jakarta via Paxel. Bayangkan, barang sepenting itu. Kalau bukan karena kepercayaannya terhadap Paxel dan kredibilitasnya, pasti tidak akan mempertaruhkannya.

Credit Paxel

Brand Happiness Hero Antarkan Kebaikan

Brand Happiness Hero adalah istilah untuk kurir yang bekerja di Paxel. Mereka inilah para ‘pahlawan’ dalam bisnis logistik yang berperan sangat penting. penting banget kan, kalau tidak ada mereka, bagaimana barang bisa sampai? Ye kan...
Menurut Bapak Alexander Zulkarnain, Manager Brand Happiness Hero, mereka sangat memerhatikan para Hero, mulai dari character building, training rutin untuk meningkatkan SDM, dll. Mereka juga dilatih untuk selalu jujur dalam mengemban amanah.
Brand Happiness Hero
credit Paxel

Selain itu, semangat #AntarkanKebaikan ini juga diwujudkan oleh Paxel dengan berbagai kegiatan charity dan kolaborasi dengan berbagai yayasan. Salah satunya adalah dengan yayasan Rachel House.
Yayasan rachel House berbasis di Ibu Kota, adalah yayasan yang menangani anak-anak penderita kanker dan HIV.
Dalam kesempatan bersama Paxel tersebut, hadir Ibu Maggy Horhoruw dari Rumah Rachel yang menyampaikan kondisi dan bagaimana kerjasamanya dengan Paxel. Menurut Ibu Maggy, Rachel House menyediakan asuhan medis spesialis (disebut asuhan paliatif) untuk anak dari keluarga prasejahtera yang hidup dengan penyakit serius seperti kanker dan HIV AIDS.
Didirikan di tahun 2006, Rachel House memelopori asuhan paliatif anak di Indonesia. Didorong oleh suatu keyakinan bahwa tidak ada anak yang seharusnya hidup atau meninggal dalam kesakitan, tim perawat terlatihnya menyediakan asuhan rawat rumah bagi anak-anak dari kelompok masyarakat marjinal di Jakarta, secara bebas biaya.

Credit Rachel House
Selain itu, Rachel House juga mengedukasi dan membekali tenaga kesehatan dan anggota masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan asuhan paliatif agar dapat memberikan asuhan bagi mereka yang membutuhkan. Sungguh, membaca kisah anak-anak yang ditampilkan di web rachel House  tersebut membuat hati trenyuh tak karuan.
Rachel House menerima donasi dari seluruh masyarakat Indonesia. Jika donasi tersebut berupa barang, bisa bekerjasama dengan Paxel yang nantinya biaya kirim barang tersebut bisa di-refund. Hal ini tentun dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Paxel Home setempat. Pastikan juga, jika memberikan donasi barang adalah yang mereka butuhkan.
Oia, Paxel Home Denpasar berada di Jalan By Pass Ngurah Rai No.20, jika Temans melalui jalan tersebut pasti akan melihat nuansa ungu dan kuning lengkap dengan logo Paxel di sana.  

Berpose setelah gathering Paxel

Success Story Paxel Partner

Belum genap sebulan Paxel hadir di Denpasar, tapi sudah membuat pengguna jasa pengiriman logistik ini mendapat berbagai keuntungan. Salah satunya adalah Mba Cheris. Beliau memiliki usaha jasa titip/jastip barang-barang khas Bali. Usaha ini telah digelutinya sejak memiliki anak.
Sebelumnya, Mba Ceris pindah ke Bali karena mengikuti suaminya yang bertugas di salah satu kementrian. Setelah memiliki anak, beliau ingin memiliki penghasilan tanpa meninggalkan anaknya, sehingga membuka jasa titip.
Karena kebanyakan pengguna jasanya dari Jakarta, maka setelah hadir Paxel ia merasa lebih mudah dan membuat konsumen merasa lebih senang sehingga repeat order. Selain itu, ia sendiri juga bisa memesan masakan mamanya dari Jakarta saat kangen.
Hm.. menyenangkan sekali, bukan? Jarak ratusan kilometer Jakarta – Denpasar tak lagi menjadi kendala untuk kirim paket.

Paxel Obati Kangenku pada Lunpia, Makanan Khas Semarang

Saat teman-teman di Semarang ramai memperbincangkan Paxel sebagai alternatif pengiriman yang bikin happy dan gereget.   Tiba-tiba, saya jadi kangen lunpia, makanan Khas Semarang. Entahlah, dulu saya tidak sebegitu ‘gila’nya dengan lunpia. Tapi sejak pindah ke Bali kurang lebih setahun terakhir, seringkali kangen kampung halaman terwujud dalam bentuk kangen kuliner khas-nya. Apalagi lidah saya belum akrab dengan makanan Bali yang cenderung pedas.
Sayang sungguh sayang, waktu itu Paxel belum mencapai Denpasar. Keinginan saya akan Lunpia berakhir begitu saja. Apalagi setelah mencoba mencari kulit lunpia_dengan rencana membuat sendiri_ pun tak menemukan yang sama seperti di Semarang.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Begitu mendengar kabar Paxel akan hadir di Denpasar, saya langsung berburu informasi seputar frozen lunpia yang bisa saya pesan. Yes!  Saya berhasil menemukan produsen Lunpia Mini dengan harga yang lebih terjangkau dan sudah berpengalaman mengirimkan produknya ke luar kota.
Setelah berhasil mengontak beliau, saya mencoba menggunakan aplikasi Paxel. Ternyata, berkali-kali mencoba, saya mendapat notifikasi bahwa area yang saya pilih tidak ter-cover lagi. Hiks! Rasanya patah hati karena gagal lagi menikmati lunpia.
Baiklah, kalau begitu saya coba mencari lunpia Semarang di ibukota. Kenapa harus sampai Ibukota? Tentu karena Jakarta-Denpasar bisa ter-cover layanan same day paxel, dan harapannya di ibukota lebih banyak produsen lunpia seperti lunpia Semarang. Sementara di Denpasar, umumnya tersedia Lunpia khas Jawa Timuran dengan isian sayur, bukan rebung. Namun setelah bertanya ke beberapa kawan yang domisili di jabodetabek, saya belum menemukan penjual lunpia rebung.

Akhirnya, penjelajahan saya berakhir di marketplace facebook. Saya mencari ‘Lunpia Rebung’ area Denpasar dan akhirnya menemukan salah satu produsen Lunpia rebung (meskipun ada tambahan wortel-nya juga). baiklah, setidaknya lebih mirip lunpia Semarang.
Tanpa menunggu lama, saya hubungi beliau. Rupanya, beliau ini pendatang dari salah satu kota di Jawa Tengah yang kebetulan tetangga kabupaten dengan tempat kelahiran saya. Tambahan lagi, beliau adalah alumni Undip, di jurusan yang kampusnya tepat bersebalahan dengan jurusan saya. Dan yang bikin geli, ternyata seangkatan dan beliau juga kenal teman saya di jurusan sebelah. Dunia begitu sempit, ya!
Baiklah, lanjut urusan pesan Lunpia-nya. Saya hanya memesan 15 biji Lunpia, cukuplah untuk mengobati kangen dan mencoba rasanya. Kalau cocok, besok-besok bisa repeat order.
“Mba, saya ambil pakai jasa pengiriman Paxel, ya.”
“Apa itu, Mba?”
“Ekspedisi baru, belum lama hadir di Denpasar. Lumayan buat kirim-kirim.”
“Oh, baik, Mba. Mau diambil kapan?”
“Rabu pagi saja, soalnya besok saya ada agenda.”
“Siap!”
“Oke, pembayarannya saya transfer, ya Mba.”
Setelah urusan pembayaran selesai, esoknya saya menggunakan jasa Paxel untuk mengambil barang tersebut.
Setelah transaksi di Paxel selesai, saya menunggu barang datang dengan hati harap-harap cemas karena baru pertama kali ini menggunakannya. Saya pantau terus posisi barang melalui aplikasi. Enak sih, nggak perlu memasukkan nomor resi kita bisa langsung tracking paketan.
Namun saya heran, ternyata barang tersebut dibawa ke destination locker, bahkan hingga sore belum dikirim juga. padahal niatnya hari itu bisa makan lumpia sekaligus buat belajar food photography.

Komplain via DM Instagram

Setelah kesal karena seharian menunggu, saya komplain melalui direct message/DM ke akun instagram Paxel. Komplain saya dijawab oleh admin dan segera diteruskan ke Paxel Locker di Denpasar. Saya komplain kenapa kirim di wilayah Denpasar tapi estimasinya 10 jam, seperti kirim dari/ke Jakarta.  
Sekitar 1 jam setelah saya komplain, datanglah Hero Paxel membawa paketan yang terbungkus rapi dengan bubblewrap lengkap dengan catatan untuk pengiriman.

Barang datang dengan terbungkus bublewrap rapi

“Maaf, Mbak, di sini tertulis pengiriman jam 8-10 malam. Tiba-tiba dari pusat disuruh kirim. Lain kali, minta pengirimnya untuk mengubah setting pengiriman atau memberikan catatan, Mbak,”
“Oh, begitu... jadi sebenarnya waktu pengiriman bisa diatur ya?”
“Betul, khusus untuk dalam kota bisa diatur. Jika dari/ke Jakarta sesuai estimasi.”
“Baik, mohon maaf jadi merepotkan, karena ini pertama kalinya pakai Paxel.”
“Iya, nggak apa-apa. Barangnya sudah diterima,ya. Saya mohon pamit.”
“Terimakasih, Pak..”

Akhirnya kangen Lunpia terobati

Duh, kan... jadi nggak enak banget, ternyata saya sendiri yang salah menggunakan aplikasi. Buru-buru saya DM ke akun instagram Paxel untuk mengucapkan terimakasih dan meminta maaf. Well, saya jadi paham bagaimana menggunakan aplikasi ini dengan benar.
Thank you, Paxel! Akhirnya kesampaian juga makan lunpia rebung yang mirip lunpia Semarang. Setidaknya kangen kami terobati, meskipun tetap tak bisa tergantikan dengan lunpia (asli) Semarang.

How to Use Paxel App

Temans, Kamu belum install ekspedisi yang satu ini? kalau belum, ayok install supaya saat butuh jasa pengiriman paket, tidak pusing lagi memilih.
Caranya mudah sekali, lho!
1. Masuk ke Play store android Kamu dan cari ‘Paxel’
2. Download aplikasi Paxel
3. Registrasi dengan menggunakan akun facebook, email, atau nomor handpone dan isi seluruh data yang diminta
4. Masukkan kode verifikasi yang dikirimkan
5. Masukkan kode refferal ‘ariena’ untuk mendapatkan saldo IDR 100.000
6. Lengkapi profil, dan aplikasi Paxel siap digunakan


Kalau mau pesan, ribet kah? Tenang...simpel banget!
1. Cukup masuk ke aplikasi, setting alamat untuk pick-up barang. Pastikan untuk alamat sampai detail dan masukkan juga kode pos
2. Masukkan alamat pengiriman, pastikan sudah tepat, klik ‘continue’
3. Pilih dimensi paket yang akan dikirim. Ada panduan size di dalam aplikasi, mulai small sampai large dengan maksimal berat 10 kg. Jika sudah tepat, klik ‘continue’
4. Pastikan lagi informasi pengirim dan penerima serta waktu kirim untuk kota yang sama
5. Lanjutkan, dan tunggu sampai pesanan di-approve oleh sistem
6. Jika sudah di-approve, langsung bisa terlihat tracking barangnya di aplikasi
Mudah kan? Apalagi aplikasi Paxel sudah connect dengan google map sehingga jika alamat yang dituju sudah tertera di sana, akan lebih mudah prosesnya. Jika masih kurang jelas, bisa melihat video tutorialnya di akun Youtube Paxel.
Sepertinya Paxel juga cocok untuk pengiriman ASI juga. jadi buat menyusui yang sedang dinas ke Jakarta atau kota lain yang tersedia layanan Paxel tak perlu bingung lagi untuk mengirimkan ASIP ke bayi tercinta. Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini bisa ditanyakan langsung ke pihak Paxel, ya.
Semoga bermanfaat,
Salam,

26 comments:

  1. Setidaknya kangen akan nikmatnya lumpia khas Semarang sudah terobati berkat Paxel ya mbak.... Dan Paxel memang aplikasi yang memudahkan untuk kirim barang. Semoga Paxel terus maju dalam mengantarkan kebaikan....

    ReplyDelete
  2. Dengan aplikasi paxel kirim barang jadi lancar murah dan cepat ya mbak

    ReplyDelete
  3. Di Bengkulu belum ada mba layanan ini, padahal penasaran juga pengen nyobain. kayaknya praktis yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga next time sampai di Bengkulu juga ya Mba.. Biar lebih mudah kalau kirim barang

      Delete
  4. Wah keren banget tuh ya emang Paxel

    ReplyDelete
  5. Wahh ada yang lagi pingin Lunpia Rebung. Aku juga pingin nih jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Nular. Kalo di Malang banyak juga lunpia rebung ya

      Delete
  6. Mudah juga menggunakan aplikasi Paxel ini ternyata

    ReplyDelete
  7. Wah betul banget tuh ya. Aku jadi pingin nih pakai jasa layanan Paxel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok segera donlot, jangan lupa pakai kode referal 'ariena'

      Delete
  8. Wah bagus ya, dengan menggunakan aplikasi Paxel bisa mengirim barang dengan lebih mudah

    ReplyDelete
  9. Kok saya jadi mendadak pengen lumpia Juga ini,,, ewhhh
    Ikutan pesen juga ah ntar kirim pake paxel

    ReplyDelete
  10. wuih cepat banget kalo kirim barang dengan paxel yaaa....

    ReplyDelete
  11. Mnatp nih berusaha sekaligus menyebarkan kebaikan, cocok untuk pengusaha di Bali yang hendak berkirim paket ke Jakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi alternatif buat penggiat UKM memasarkan hasil produksi ke Ibukota ya πŸ‘

      Delete
  12. Paxel sangat membantuku untuk mengirim barang ke konsumen. Thank you, Paxel

    ReplyDelete
  13. Mba, aku jadi ingin lumpianya. Bisa diinfo alamat penjualnya? Makasih

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam