Selamatkan Lagu Anak Selamatkan Anak Indonesia

Daftar Isi

Lirik lagu: Katanya
Australia negeri wool (katanya.. katanya..)
Aborigin sukunya (katanya.. katanya..)
Bumerang senjatanya (wow.. wow..)
Kangguru binatangya
Amrik negeri Paman Sam (katanya.. katanya..)
Super power namanya (katanya.. katanya..)
Challenger pesawatnya (wow.. wow..)
Si Rambo jagoannya
Belanda negeri kincir (katanya.. katanya..)
Keju penghasilannya (katanya.. katanya..)
Tulip nama bunganya (wow.. wow..)
Dam nama bendungannya
Jepang negeri sakura (katanya.. katanya..)
Matahari dewanya (katanya.. katanya..)
Samurai senjatanya (wow.. wow..)
Sumo olah-raganya
Indonesia negeriku, orangnya lucu-lucu
Macam-macam budayanya
Indonesia tercinta, orangnya ramah-ramah
Gemah ripah loh ji nawi

Begini katanya.. begitu katanya..
Begini katanya.. begitu katanya..
Begini katanya.. begitu katanyaa…
China nama negerinya (katanya.. katanya..)
Kungfu beladirinya (katanya.. katanya..)
Semilyar penduduknya (wow.. wow..)
Paling ngetop temboknya
Inggris negerinya raja (katanya.. katanya..)
Elizabeth ratunya (katanya.. katanya..)
Disini Yogyakarta (wow.. wow..), Sri Sultan rajanya

Australia negeri wool (katanya.. katanya..)
Aborigin sukunya (katanya.. katanya..)
Bumerang senjatanya (wow.. wow..)
Kangguru binatangya
Inggris negerinya raja (katanya.. katanya..)
Elizabeth ratunya (katanya.. katanya..)
Disini Yogyakarta (wow.. wow..), Sri Sultan rajanya
Indonesia negeriku, orangnya lucu-lucu
Macam-macam budayanya
Indonesia tercinta, orangnya ramah-ramah
Gemah ripah loh ji nawi
Plak ketuplak wewe jimblem

(takenfromwowkeren.com)

Selamatkan Lagu Anak Selamatkan Anak Indonesia – Temans,  ada yang ingat lagu ini? (((berarti Kamu sudah tua))) hahaha. Piss!! Nggak ding, saya mah masih *merasa* muda. Iya, saya baru lahir tahun 1987 lho, dan beruntung sekali karena masa-masa itu saya masih menikmati betapa banyak suguhan bermutu di televisi.
Di rumah saya belum ada si kotak hitam itu, bukan karena prinsip tidak ingin punya TV tapi karena tidak ada dana untuk menebusnya dari toko *mueheheh*. Tapi saya bisa dong menonton TV di tetangga atau di tempat budhe yang punya. TV nya pun masih TV tabung segede kulkas *eh* layar cembung, dan biasanya dikasih mika flat warna biru di depan layarnya. Jangan tanya remote, adanya pakai galah kecil dan panjang lalu bisa ganti channel dengan memanfaatkannya. Kalau tidak, ya harus bersabar menekan tombol-tombol yang tersedia.
Ini kenapa malah ngomongin TV ya?! Hihi emak-emak ga fokus inih *efek dismenor*
Intinya sih cuma mau bilang kalau acara televisi waktu itu masih banyak sekali yang ramah anak. Ada acara khusus lagu anak yang ditayangkan setiap sore hari, dan khusus di hari Sabtu/Minggu ada acara anak-anak di pagi hari. Ada Kak Ria dengan acara arena 123, ada kak Nunu dengan acara (saya lupa namanya), ada juga yang dipandu oleh penyanyi cilik sendiri seperti Maisy.
Penyanyi cilik pun bertebaran. Di era saya ada Joshua, Maisy, Dea Ananda, Errina, Alfandy, Enno Lerian, Puput Melati, Tasya, dan sederet nama lainnya yang tak semuanya kuingat. Sebagian dari mereka masih melanjutkan karier menyanyinya hingga sekarang.


Lagu-lagu yang mereka bawakan pun memang lagu anak-anak, yang akrab dengan dunia anak. Lirik isi lagunya sangat beragam, bercerita tentang kegembiraan dan keceriaan masa anak-anak, sahabat, orang tua, binatang, dll. Lihatlah lirik lagu “Katanya” yang dipopulerkan oleh Trio Kwek-Kwek, grup vokal yang digawangi oleh Dea Ananda, Alfandy dan leonny. Lagu ini jelas sekali sarat dengan pengetahuan tentang ikon beberapa negara, tapi diakhir syair mengungkapkan betapa mereka cinta Indonesia.
Miris nggak sih melihat anak-anak generasi sekarang yang setiap hari disuguhi lagu-lagu bertema dewasa? Lagu yang seharusnya belum menjadi konsumsi mereka. Terlebih jika dibumbui dengan goyangan super ‘hot’ dengan gerakan yang (seharusnya) juga hanya boleh dipertontonkan bagi mereka yang sudah punya KTP.
Bahkan kalau melihat kontes-kontes menyanyi untuk anak-anak pun, lagu yang mereka bawakan adalah lagu dewasa. Mungkin beberapa kali masih bisa mencari lagu dengan tema yang cukup ramah anak, tapi berapa banyak lagu yang bisa sesuai? Akhirnya mau tak mau harus menyanyikan lagu dewasa juga.
Apa ini yang membuat anak-anak itu begitu cepat dewasa? Dewasa dalam arti pertumbuhan fisik dan hormonalnya, tetapi psikis dan mentalnya masih tetap anak-anak.
Terlebih lagu-lagu dewasa (apalagi dangdut koplo) terdengar dimana-mana mulai dari angkutan umum sampai ujung-ujung jalan terlebih pasar. Dari segala penjuru anak-anak diserang berbagai lagu yang kurang mendidik. Coba tanyakan pada mereka, apa ada yang tidak kenal dengan ‘sakitnya tuh disini’ dan sejenisnya.
Sebagai seorang ibu, seringkali saya merasa ketakutan dengan bayangan suram masa depan terlebih melihat berbagai fenomena anak sekarang. Mengelus dada, geleng kepala, mendo’akan, dan berusaha mendidik yang terbaik untuk anak saya. Baru itu yang bisa saya lakukan.
Kenapa lagu anak menghilang begitu saja? Entahlah, bisa jadi karena pasar yang sepi sehingga merugikan perusahaan rekaman, atau karena faktor lain.
Atau barangkali masyarakat perlu membuat petisi yang ditujukan untuk KPI, KPAI, dan pihak-pihak terkait agar lagu anak ‘lahir’ kembali?! Apa jadinya jika mereka terus disuguhi dengan hiburan yang tidak sesuai dengan usia mereka?!
Mungkin saya terlalu berlebihan, tapi menurut saya lagu anak itu penting. kenapa? agar mereka tumbuh sebagaimana usianya meskipun zaman telah jauh berkembang dan pergeseran terjadi dalam banyak segi kehidupan, utamanya karakter dan mental.
Mereka adalah generasi penerus kita, dan menyelamatkan mereka artinya menyelamatkan Indonesia di masa yang akan datang.



25 komentar

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam
Comment Author Avatar
29 Agustus 2016 pukul 21.10 Hapus
Sekarang anak2 nyanyinya lagu dewasa, sedih :(
Eh tp aku suka tu satu grup vokal namanya Di Atas Rata-rata, lagu2nya sesuai usia anak2 :D
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.39 Hapus
Huum MBa, apalagi yang akhir-akhir ini santer. apa itu... lelaki kerdus ato apa gitu ya? hiks :(
Comment Author Avatar
30 Agustus 2016 pukul 08.29 Hapus
Seharusnya mah pasar lagu anak-anak tidak sepi ya. Angka kelahiran masih tinggi dan tentunya kebutuhan untuk lagu anak-anak masih terus ada.

Sayangnya, banyak orang tua yang cuek dengan membiarkan anak-anak mereka menyanyikan lagu bertema dewasa
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.41 Hapus
Semoga dengan banyaknya kampanye save lagu anak, jadi makin banyak yang aware dan mulai ramai lagi lagu anak
Comment Author Avatar
30 Agustus 2016 pukul 10.44 Hapus
Waktu kecil kalo ortu pulang dari jakarta suka di beliin kaset lagu anak2..
Sekarang entah pada kemana? Jadi nostalgia masa kecil
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.43 Hapus
Iya Mba, sedih juga sekarang nggak populer lagu anak :(
Comment Author Avatar
30 Agustus 2016 pukul 12.30 Hapus
dimana2 muternya sekarang lagu dewasa. jadi inget juga jaman dulu, kita sama kelahiran 87 mba..paling aku inget ya si maisy n sherina. sampe koleksi albumnya, nah loh sekarang??
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.45 Hapus
Toss dulu Mba Lingga..!! hihi

sekarang adanya lagu anak-anak yang kaya dinyanyiin di TK :D
Comment Author Avatar
30 Agustus 2016 pukul 12.37 Hapus
Aku ingeet lagu ituuu, suka bgt dulu nyanyiin. Udh lama lupa, hr ini diingetin dg baca postingan ini. Hihi makasiih mba
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.45 Hapus
Sama-sama Mba, yuk nostalgia ;)
Comment Author Avatar
30 Agustus 2016 pukul 17.22 Hapus
Karena ga ada lagu anak yg bagus akhirnya nadia malqh lebih hapal nursery rhimes nya mother goose..lagu anak2 yg dr barat. Sekalian belajar bahasa inggris jg sih
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.46 Hapus
Huum Mba, lebih save dan lebih bermanfaat ya :)
Comment Author Avatar
30 Agustus 2016 pukul 18.33 Hapus
Kendala anak2 sekarang menurut saya memang produksi lagu anak yg ga ada ya mba. Sampai2 bingung nyarinya. Kalau ga ya dapatnya lagu lama.

Kenapa ya ga banyaj produser yg mau memproduksi lagu anak. Apa iya kurang komersil? Hmm kalai gitu peemrinth aja yg biayain. Daripada ngadain acara seremonial pas hari anak mending produksi lagu anak. Hihii
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.53 Hapus
Harusnya ga apa-apa ya, lagu lama dinyanyiin lagi, daripada nggak ada sama sekali, keburu anak-anak terpapar lagu yang ga mendidik. *gerem* T.T
Comment Author Avatar
31 Agustus 2016 pukul 09.06 Hapus
Wah. Seangkatan kita Mba Arina. Jaman SD lagu-lagu mereka lah yg suka saya nyanyikan.
Ada abang tukang bakso, nyamuk2 nakal dll.
Emang sih, kasian anak-anak kita gak punya lagu anak-anak.
Malah pada faseh nyanyi lagu dangdut.
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.53 Hapus
Asyiik... banyak temen :D

apalagi di kampung Mba :(
Comment Author Avatar
31 Agustus 2016 pukul 14.25 Hapus
Kangen lagu anak jaman kecil dulu ya mba, anakku weis tak racunin lagu" anak" jaman dulu sama lagu daerah, biar tidak terlena dengan lagu cinta dan lagu barat yang sekarang banyak beredar :(
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.54 Hapus
Sama Mba, Hasna juga aku beliin vcd lagu anak-anak macam 'abang tukang bakso' dll, kalo ga ya modal buka youtube
Comment Author Avatar
31 Agustus 2016 pukul 14.56 Hapus
Hadeuh, lagu dangdut koplo itu memang racun banget ya. Yang kasian adalah anak-anak yang diasuh sama nanny atau ART yang sukanya dengerin lagu dangdut, kayak anaknya temenku. Jadilah bisanya lagu-lagu dangdut. Miris emang.
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.55 Hapus
sedih ya Mba, berarti PR kita juga ya, kalau punya ART diajarin lagu anak :)
Comment Author Avatar
31 Agustus 2016 pukul 15.58 Hapus
Susah banget sekarang dengerin lagu anak-anak yang benar-benar cocok untuk masa kanak-kanaknya, anak-anak sekarang lebih hafal lagu dewasa
Comment Author Avatar
3 September 2016 pukul 22.56 Hapus
Iya Mba, semoga kampanye save lagu anak berhasil ya Mba, :D
Comment Author Avatar
5 September 2016 pukul 05.00 Hapus
Waduuh terharu saya bacanya. Sekarang kl mau liat / dengerin lg anak harus lari dulu k YTB. Dan mirisnya kl d ytb yg disliked lebih banyak dibanding yg like. Jaman emang sudah berubah. Kl jaman dulu anak" awet muda soalnya harus menunggu hari minggu hahaha.. kl anak sekarang umur 2 thn aja udah bergaya ke orang dewasa.. kasian bgt padahal massa kecil itu cuma sebentar.. semoga project #savelaguanak sukses dan anak" bisa menikmati masa" kecil yg menyenangkan 😊
Maaf pg" dah ngoceh😊😊
Comment Author Avatar
8 September 2016 pukul 22.27 Hapus
Aamiin...

semoga anak-anak kita terjaga ya Mba.. :)
Comment Author Avatar
5 September 2016 pukul 05.00 Hapus
Waduuh terharu saya bacanya. Sekarang kl mau liat / dengerin lg anak harus lari dulu k YTB. Dan mirisnya kl d ytb yg disliked lebih banyak dibanding yg like. Jaman emang sudah berubah. Kl jaman dulu anak" awet muda soalnya harus menunggu hari minggu hahaha.. kl anak sekarang umur 2 thn aja udah bergaya ke orang dewasa.. kasian bgt padahal massa kecil itu cuma sebentar.. semoga project #savelaguanak sukses dan anak" bisa menikmati masa" kecil yg menyenangkan 😊
Maaf pg" dah ngoceh😊😊
Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner