Monday, 11 December 2017

Para Perempuan Cahaya


Tidak berlebihan rasanya menyebut mereka para perempuan cahaya. Perempuan-perempuan yang menjadi penerang bagi orang-orang di sekelilingnya.
Seorang ibu, yang kupaggil ‘Mak’. Mungkin tak seperti ibu lain yang dengan lugas mengungkapkan cinta kepada para buah hatinya; ia hanyalah perepuan lugu dan sederhana. Ungkapan cinta kepada orang-oran di dekatnya seringkali berwujud omelan dan celaan, seolah tak pernah ada yang beres di matanya.
Mak, seorang istri setia dan tangguh. Ia rela ikut membanting tulang di tengah kondisi keluarga yang kadang tak menentu. Kulitnya legam terpanggang mentari, wajahnya kusam karena tak pernah sedikitpun mencicipi perawatan kecantikan. Hanya bedak murahan yang kadang ia pakai untuk sekadar membuat wajahnya sedikit ceria tanpa mampu meghapus kerutan yang kian hari kian banyak.
Setiap hari ia harus membantu bapak di sawah meski seabrek pekerjaan rumah pun ia kerjakan sendiri. Ia rela hampir tak pernah membeli baju baru agar kami bisa membeli baju minimal setahun sekali saat lebaran tiba. Ia rela tak ada fasilitas penunjang yang memadai di rumah, demi membiayai pendidikan anak-anaknya. Ya, hanya ada rice cooker murahan dan TV jadul 14” tempatnya mencari sedikit hiburan; TV yang dibeli second dari tetangga dan tombol-tombolnya sudah aus.

Thursday, 7 December 2017

5 Tips Mengajarkan Anak Berhijab Sejak Dini


“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S An-Nur: 31)
Assalamu'alaikum, Temans.
Tentunya sudah hafal sekali ya, dengan ayat di atas. Ayat AlQuran yang berisi perintah bagi setiap muslimah untuk menutup aurat/mengenakan hijab. Selain ayat tersebut, masih ada beberapa perintah untuk berhijab yang tertuang di dalam kitab suci AL-Quran.
Oke, sebelum memulai pembahasan panjangnya, mohon dimaklumi jika saya menggunakan kata hijab/jilbab untuk menyebutkan khimar. Intinya adalah saya menggunakan kata-kata tersebut yang merujuk pada 'kerudung'. Supaya tidak memicu perdebatan, karena istilah-istilah itu memang sebenarnya memiliki arti yang berbeda. Berhubung di masyarakat lebih umum menggunakan hijab/jilbab/kerudung jadi saya memilih menggunakan istilah ini supaya lebih akrab.
Berhijab yang merupakan kewajiban bagi setiap muslimah sebaiknya diajarkan sejak dini. Agar ketika anak telah baligh dan kewajiban-kewajiban telah melekat pada dirinya, ia telah memahami dan merasa nyaman dengan jilbab yang setiap hari ia kenakan.
Bagaimana tips/cara efektif mengajarkan suapaya anak mau berhijab? Yuk, simak satu persatu.

Monday, 4 December 2017

Tips Cerdas untuk Menyulap Gunting yang Tumpul Agar Tajam Lagi


Assalamu’alaikum, Temans.
Setiap kita pasti membutuhkan berbagai macam peralatan yang wajib tersedia di rumah untuk menunjang berbagai aktivitas rumah tangga maupun kantor. Salah satunya adalah gunting. Tentu saja semua orang akan mengetahui fungsi penting dari alat yang satu ini yang mana gunting  ini digunakan untuk membantu berbagai kegiatan kecil dalam keseharian kita. Beberapa pekerjaan bahkan menjadikan gunting sebagai ‘alat tempur’ utama, seperti penjahit.
Di rumah, biasanya selalu tersedia gunting di laci meja kerja, di kotak perkakas, dan di dapur. Alat ini memiliki fungsi utama untuk menggunting, dan biasanya juga berfugsi untuk memotong berbagai macam barang. Karena itulah di rumah biasanya tersedia lebih dari 2 gunting. Gunting untuk memotong kertas, untuk memotong selotip, untuk mencukur rambut, untuk memotong sayuran dan bahan makanan, untuk memotong kabel, memotong kawat, dan sebagainya.
Sayangnya, seringkali kita tidak memperhatikan urusan perawatan gunting yang benar sehingga alat kecil yang memiliki banyak fungsi ini menjadi lebih mudah rusak dan tumpul.

Friday, 1 December 2017

Tak Lagi Risau Soal Perut Setelah Melahirkan



"Mba, lagi hamil ya?"
Pertanyaan ini seringkali muncul sejak saya belum hamil. Berat badan saya memang lebih sering stabil (semoga seterusnya begitu, aamiin..) namun perut tak bisa berbohong. Iya, tak bisa dipungkiri perempuan yang pernah melahirkan perutnya akan berubah tak lagi seperti saat masih gadis.
Tentu saja perut yang sudah melar  bisa kembali normal dengan perawatan teratur seperti konsumsi makanan sehat, olah raga rutin dan menjaga berat badan ideal. Makanya sudah menjadi tradisi turun temurun jika seorang ibu melahirkan, disarankan untuk rutin minum jamu dan memakai stagen.
Tapi saya paling malas minum jamu karena malah membuat saya merasa ingin muntah dan jadi bad mood. Saya juga malas menggunakan korset atau stagen sejak melahirkan anak pertama dulu, karenya sangat tidak nyaman. Setelah melahirkan dengan operasi caesar 3,5 tahun yang lalu, saya hanya beberapa hari menggunakan gurita dewasa. Selama di Rumah sakit sih selalu pakai karena dibantu perawat. Setelah pulang ke rumah, repot sekali harus membuat simpul dari tali gurita yang banyak itu. Sehingga saya hanya memakainya jika ada yang membantu menalikan.