Sunday, 16 April 2017

Create Your Travel Video with Smartphone


Assalamu'alaikum,
Happy long week end, Temans!
Besok sudah Senin lagi lho, semangat yak!
Saya sih long wiken kemarin nggak kemana-mana, cuma mengikuti beberapa acara meskipun dalam kondisi drop kena batuk-pilek. Pagi tadi harusnya ada agenda juga akhirnya izin nggak datang karena masih gliyengan.
Sabtu kemarin bareng teman-teman blogger Semarang menghadiri undangan Grand Opening Hazotel dan Hazelnut Resto di daerah Banyumanik Semarang. Awalnya sudah ragu jadi mau datang atau tidak karena kondisi badan yang kurang fit. Akhirnya memaksakan diri ikut, nebeng Mba Wati (makasih Mba.. Maafkan ada tragedi pas pulang 😢😢).
Apalagi ingin sekali menimbu ilmu dengan Pak Teguh Sudarisman yang sudah malang melintang di dunia tulis-menulis dan traveling. Judul workshop-nya adalah yang kubuat judul: Creating Your Travel Video with Smartphone.

Setelah seremonial Grand Opening hotel dan resto, acara workshop yang ditunggu pun akhirnya mulai. Temanya sih 'Meet & Greet The Flavor of Retro' karena nuansa hotel dan resto-nya yang memang retro nan cozy abis! (ssst! Hotel dan restonya kita bahas lain kali yak. Keburu ilmunya menguap kalau nggak segera ditulis 😊)
Pak Teguh memulai dengan memperkenalkan diri. Teman-teman blogger sebagian sih sudah akrab dengan beliau, kalau saya baru sekali ini bertemu dan ikut workshopnya. Rupanya beliau alumni Undip loh! Masuk kuliah tahun 1987 di Teknik Kimia (Hellowww! Medio tahun itu diriku baru brojol 😂😂).
Tahun 2007 beliau mulai bekerja di majalah Garuda, sering jalan-jalan dan semakin banyak berinteraksi dengan travel stories.
Aktivitasnya saat ini mengisi workshop phonevideography di berbagai kota. Keren ya!

Peserta yang antusias mengikuti workshop videography
Kenapa lewat smartphone? Karena hampir setiap orang sudah 'ahli' menggunakannya dan perangkat satu ini pun mudah didapatkan dengan harga sesuai anggaran pribadi. Dari yang murah sampai yang kelas atas semuanya tersedia.
Mengapa video? karena semua orang suka video!
Benar juga ya. Si Kecil saya yang usianya 3 tahun pun sudah demen mantengin youtube melihat aneka review mainan anak atau lagu-lagu dan film animasi anak. Meskipun tetap dibatasi dong karena dia masih butuh banyak hal selain nonton.
Kalau melihat viewer lagu atau film di youtube ada yang bisa mencapai ratusan juta bahkan milyaran bukan? Itu menandakan betapa banyaknya orang yang beralih mencari informasi atau hiburan lewat video. Dan sebagian besar menikmatinya lewat smartphone/perangkat mobile.
“Rata-rata perhatian manusia hanya 8,25 detik karena itu kita harus bisa menarik perhatian mereka sejak awal video dan membuat video yang singkat,” ujar Pak Teguh.
Menurutnya, panjang video sekitar 1 menit terlalu singkat sehingga kurang bisa memuat fokus cerita. Sedangkan durasi hingga 5 menit terlalu lama dan bisa membuat bosan penontonnya (ini tidak berlaku untuk youtuber/videographer kelas kakap yes! Yang vewernya sudah jutaan setiap harinya). Idealnya kita membuat video dengan durasi sekitar 2-3 menit.
“Video yang kita buat pun cukup fokus ke 1 topik saja dan tidak bertele-tele. Pastikan juga videonya stabil (tidak goyang-goyang), bisa disiasati dengan mengambil satu angle dalam beberapa detik lalu berpindah mencari angle lain selama beberapa detik juga. Baiknya gunakan tripod dan sejenisnya yang bisa membantu menstabilkan smartphone. Suara juga harus bagus supaya orang yang melihat video bisa lebih nyaman,” lanjut Pak Teguh.
Sebelum memulai membuat video, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
  • Membuat video bukan untuk semua orang, jadi jangan berkecil hati untuk yang belum memiliki passion. Namun terus belajar juga perlu menurut saya. Haha
  • Siapkan perangkat keras dan alat-alat untuk syut dan editing
  • Siapkan perangkat lunak
  • Pelajari perangkat keras dan lunak. So, kita harus paham betul dengan smartphone dan aplikasi yang kita punya
  • Pelajari konsep dan teknik syut
  • Merencanakan liputan
  • Melakukan syut
  • Melakukan editing
  • Upload ke youtube dan media sosial lain
  • Sharing untuk promosi video kita

Nah, panjang banget kan persiapannya? Belum-belum sudah pusing duluan! Hahaha. Jadi paham sekarang kenapa kalau saya buat video rasanya nggak ada yang menarik. Sudah ngambil-nya nggak pakai perencanaan, nggak fokus karena semuanya ingin dimasukkan ke video, belum menguasai betul aplikasinya, endebrebrebre!
Lanjut dulu yuk!

Pak Teguh Sudarisman memegarakan beliau menyiasati
agar video stabil dengan bantuan monopod dan mini tripod
Apa saja perangkat yang kita butuhkan untuk memproduksi video lewat smartphone?
  • Smartphone (wajib! Namanya juga mau membuat video lewat smartphone, ya kan?)
  • Tripod (bisa disiasati dengan monopod, steady cam, dll)
  • Holder tripod (ini dijual di toko aksesoris smartphone baik online maupun offline, biasa dikenal dengan ‘holder U’) gunanya untuk menyambungkan smartphone dengan tripod.
  • Jika teman-teman memiliki tab, tetap bisa memproduksi video sendiri, tinggal sesuaikan holder U-nya dengan ukuran yang cukup besar untuk tab. Umumnya yang tersedia di toko lebih banyak untuk smarphone maksimal 5,5’
  • Remote control. Perangkat ini digunakan terutama saat menggunakan high angle, agar tidak ada video yang terbuang gunakan bluetooth remote control untuk memulai dan mengakhiri syut. Untuk beberapa jenis monopod (seperti merk Yunteng *bukanpromo) sudah dilengkapi dengan tombol otomatis ini, sehingga kita tidak perlu membelinya lagi. Kelemahannya, menggunakan monopod yang disambung dengan tripod kecil, sering kurang steady.
  • Microphone digunakan saat kita akan menambahkan suara (voice over) ke dalam video yang kita buat. Tanpa menggunakan microphone, suara yang dihasilkan biasanya kurang jernih dan pecah. Selain microphone, bisa memanfaatkan earphone untuk voice over-nya. 

“Kita juga perlu belajar bagaimana memulai video agar menarik, bagaimana mengakhiri, dan bagaimana mengemas ceritanya agar video singkat tapi memuat dari awal sampai akhir secara jelas,” sambung beliau.

Salah satu menu di Resto Hazelnut yang menjadi objek latihan kami
hmm... yummy..!
Setelah dhuhur kita lanjut lagi belajar mengedit video yang sudah di-take dengan aplikasi di smartphone. Yang disarankan oleh Pak Teguh adalah aplikasi power director. Aplikasi ini dipilih karena untuk aplikasi pro, biayanya cukup murah dan sekali beli, bukan sewa tahunan. Tampilannya pun seperti di dekstop dan lebih mudah untuk memotong, menambahkan image, lagu, dll.
“Kekurangannya, aplikasi ini masih minim theme yang menarik,” kata Pak Teguh.
Beruntung saya sudah punya aplikasi Power director sebelumnya karena saat belajar membuat video ada seorang teman yang menyarankan untuk menggunakan aplikasi tersebut. Tentu, untuk pemula cukup menggunakan yang free dulu deh, menerima kenyataan harus ada watermark kemana-mana. Hehehe.
Penambahan musik/image yang menarik bisa kita ambil dari situs penyedia lagu/gambar free supaya kita tidak menyalahi aturan hal cipta.
Intinya sih, alah bisa karena biasa. Agar bisa membuat video dengan konten yang menarik dan dilihat banyak orang, kita butuh belajar dan terus berlatih. Caranya bisa otodidak lewat youtube, ikut komunitas, atau mengikuti workshop videography.
Ssstt! Tentang aplikasi-nya juga bisa nyari tutorialnya sendiri ya di youtube. Yang populer dipakai teman-teman sih ada Viva video, kinemaster, sama filmora go.
Tapi saya malu ih mau drop video latihan kemarin. Biarin ada di instagram aja deh! Hihi.
Selamat mencoba ya!
Semoga bermanfaat!

Salam, 

17 comments:

  1. Ilmu yang bermanfaat sekalii

    ReplyDelete
  2. Bergizi banget ya pelatihan kemarin. Jadi pengen nyicil alat2nya itu, mulai dari yang mureh2 dulu kali ya, hihi

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah banget kita bisa ikutan acara kece kemarin itu, ya Arina. Catatannya lengkap euy makasii

    ReplyDelete
  4. Padahal aku udh daftar..udh nyiapin alat tempur dr pagi eh jebulnya mbak ug jaga keumala ga bisa dateng. Syedih pwool ÄŁa bisa ikutab

    ReplyDelete
  5. Iri banget ih... Bisa belajar dari pakarnya. Keren mb Arina

    ReplyDelete
  6. Acara kemarin emang seru banget ya, Mbak. Jadi semangat lagi belajar video. Hihihi. Walau hasilnya masih abal-abal. Semoga ada kesempatan workshop lanjutan ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  7. Bermanfaat sekali mba Arina, aku malah baru tahu soal power director. Bisa dicoba nih :-D

    ReplyDelete
  8. Makasih sharenya, aku belum jago editnya nih heuheu, masih belajar, dan bafu punya hp ama tongsis aja buat bikin video, dulu punya handycam tapi ilang sayangnya 😊

    ReplyDelete
  9. Wah keren nih artikelnya Mbak Arina. Aku sampai kesandung tiga kali. Lanjutkan!

    ReplyDelete
  10. Aku kalo bikin video masih sering goyang, harus belajar sama MasTeg nih.

    ReplyDelete
  11. Seneng deh, ikut pelatihan kmrn itu. Pak Teguhnya inspiring krn bisa membawakan materi dgn santai tapi padat dan beliau juga ngga pelit ngasih trik. Jd semangat buat belajar bikin video.

    ReplyDelete
  12. Bagus yah...sayang g bs ikut kemarin... Nunggu video2 keren Arina aah..

    ReplyDelete
  13. mantap ya mba ilmunya kmren. sayang banget gaksa gabung buat nyimak lgsg. so, thx4sharing y mbaaam.

    ReplyDelete
  14. Sayang aku gak ikut... Padahal pengen banget..

    ReplyDelete
  15. Mbak arina komplit banget tulisannya,,, keceee

    ReplyDelete
  16. Waaah, komplit banget Rin. Meski tepar tapi Rina tetap rajin nih, udah langsung jadi, kereeen deh

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam