Friday, 4 December 2015

Lubang Sewu, Grand Canyon-nya Wonosobo*

Gyus! Sudah tahu belum kalau di Wonosobo ada tempat bwisata ‘baru’ yang lagu happening banget?! Iyup! LUBANG SEWU namanya. Lubang sewu adalah nama yang diberikan oleh masayarakat sekitar karena batu-batu yang ada di sana berlubang-lubang, hampir seperti sponge alias batu karang di bawah laut. Uniknya tempat ini hanya bisa dinikmati keindahannya saat musim kemarau dan air bendungan surut.  Lubang sewu  tepatnya ada di Desa Erorejo, kawasan Bendungan Wadaslintang Wonosobo.
Lubang Sewu





Penasaran kan?! Yuk.. simak liputan lengkapnya.
Sabtu sore, sengaja kami mengagendakan pergi ke Lubang Sewu biar nggak bolos kerja dan sekolah. Maklum, anak-anak masih sekolah dan kami berdua ngajar. Kami pilih hari Sabtu sore juga agar tidak terlalu panas, tahu sendiri kan sekarang sedang musim kemarau, Wonosobo yang biasanya dingin pun terasa panas terlebih Wadaslintang sudah masuk wilayah yang panas karena berbatasan dengan Kebumen. Selain itu, di sore hari kami bisa melihat matahari tenggelam dan besoknya hari libur jadi bisa lebih santai meskipun capek pulang malam, apalagi anak-anak mabuk perjalanan karena medan menuju Wadaslintang yang berkelok-kelok dan naik-turun.
Untuk mencapai bendungan, butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan naik kendaraan roda empat dari kota Wonosobo. Pastinya kalau naik roda dua bisa lebih singkat. Masuk lokasi pun jalannya bagus dan bisa sampai pinggir bendungan. Tapi jalannya sempit dan tidak bisa untuk berpapasan. Nggak usah takut karena ada petugas yang mengatur keluar-masuk kendaraan menggunakan HT. Wuiih... masayarakatnya pinter ya. 
Parkir di pinggir waduk
Masuk kesana hanya bayar @Rp.2.000 dan pasti bisa minta diskon kalo rame-rame. Bayar parkir roda empat cukup @Rp.2.000, dan roda 2 @Rp.1.000. dari tempat parkir ini kita langsung bisa menikmati i ndahnya bendungan dan semilir angin.
Setelah itu harus naik perahu sekitar 30 menit dengan biaya murah meriah @Rp.10.000 lagi-lagi boleh minta diskon kalau datangnya rombongan. Asyik apa asyik?! Dari atas perahu yang melaju kita bisa melihat pemandangan sekitar bendungan, mulai dari keramba-keramba yang dibuat nelayan untuk memelihara ikan, burung-burung belibis dan bangau yang asyik beterbangan mencari makan, juga pepohonan hijau yang mengelilinginya. 
Asyiknya di atas perahu
Saking happeining-nya tempat ini, selalu ramai dikunjungi orang. Bahkan baru-baru ini banyak yang foto pre-wed disana. Iya sih, nggak ada sepanjang tahun jadi terkesan eksklusif gitu mungkin ya?
Sayangnya, karena ini ‘tempat wisata dadakan’ jadi fasilitasnya sangat terbatas. Hanya ada toilet tidak ada mushola. Kalau penjual makanan sih banyak, lumayan lah untuk penghasilan masyarakat sekitar.
Sayangnya lagi, sampah berserakan dimana-mana. Ini sih sudah nggak heran deh, kalo di tempat wisata sering kotor. Yang jadi masalah ya mental pengunjungnya yang harus sadar bersih, tidak membuang sampah sembarangan, kalau nggak nemu tempat sampah ya bawa dulu sampahnya sampe nemu tempat pembuangan. Setuju?!
Batu-batunya juga sudah tercemar tangan-tangan jahil yang coret-coret. Geram banget kan rasanya kalo melihat yang beginian?! Harus diperbaiki tuh, biar semua tempat wisata (dan tempat lainnya) bersih. Kalau mau mengekspresikan karya lewat gambar dan tulisan kan bisa lewat media lain, nggak merusak seperti ini. *panaskebulkebulnihkepala*
Oia, karena di lokasi ini terlihat karena air bendungan yang surut, suasana di sana jadi panas bangeet.. disarankan kesini bawa payung, karena nggak ada pepohonan. 
keindahan dibalik gersang
Ramai pengunjung
Pulangnya, bisa bawa oleh-oleh olahan ikan nila, banyak yang jual di sepanjang jalan Erorejo menuju Prembun. Desa Erorejo ini adalah sentra ikan nila. Kami beli pepes nila bakar. Hm... yummy... enak banget. Harganya pun murah punya, dengan uang Rp.50.000 kami dapat 3 pepes ikan nila besar. Maknyuus!!
Gimana? Sudah ada rencana menghabiskan weekend bersama keluarga? Nggak ada salahnya mencoba kesini, mumpung masih musim kemarau dan air waduk belum bertambah. Mau bikin poto post-wedding juga boleh banget ko. Hihi.
Post-wedding photo


Liputan dan foto               : Rifqoh
Tulisan                                  : Arien

*Repost from www.istanarina.blogspot.com

2 comments:

  1. ternyata surutnya air bendungan membawa berkah lain ya mbak...sebuah keindahan yang selama ini tersembunyi dibawah air bendungan...

    * wah foto terakhirnya bikin iri... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget Mba.. :)

      hihi, iya itu temenku bikin ngiri :P

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam