Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Naik Sleeper Bus Gunung Harta Denpasar - Semarang

Pengalaman naik sleeper bus Gunung harta denpasar Semarang

Sejak 2 tahun yang lalu, saya sudah ingin sekali mencoba naik sleeper bus untuk mudik ke Semarang. Pasalnya, teman sesama perantau yang pernah mencoba naik sleeper bus, bilang sangat recommended. Sayangnya, waktu itu belum ada trayek langsung Denpasar - Semarang PP,  adanya Denpasar - Solo PP dan Denpasar - Jogja PP. 

Buat kami yang tiap mudik bawa anak 3 dan pasti barang bawaan juga cukup banyak (kecuali dikirim dulu via ekspedisi), kalau harus berhenti di Solo dan nyambung lagi ke Semarang, repotnya luar biasa. Kami pun bertahan dengan naik bus biasa atau mengambil cara lain, naik pesawat Denpasar - Surabaya lanjut Kereta api rute Surabaya - Semarang. Lebih praktis dibanding naik bus meskipun harus repot dan biaya juga lebih tinggi. 

Suite Combibus Gunung Harta

Saat scroll Instagram dan kepo akun PO Gunung Harta, mata saya berbinar ketika (ternyata saya baru tahu) ada armada baru Suite Combibus Gunung Harta rute Denpasar - Semarang PP. Apalagi kalau bukan sleeper bus impianku! Aaaargh! Auto heboh ke Pak Suami dan bilang kalau bisa mudik tahun ini pengen nyobain sleeper bus yang langsung sampai Semarang.

Sayangnya waktu itu kami masih belum bisa memastikan bisa mudik atau tidak. Harapan untuk nyobain sleeper bus pun makin pupus.

Ketika tiba-tiba suami bilang kemungkinan bisa mudik, saya pun sudah pasrah aja mau naik bus eksekutif seperti biasanya atau nyobain sleeper. Maklum, harganya sudah cukup tinggi.

Sampai hari H, saya sudah menyiapkan mental untuk naik bus sambil menjaga si Kecil yang sukanya penasaran dan aktif.

Ternyata, sampai lokasi, kami diarahkan menuju kursi kelas sleeper. Saya bengong, dong!

"Ini beneran? Salah ih! Ko kita ke sebelah sini, sana gih!"

"Bener, Bunda! Ayah tuh pesennya kursi ini..." Kata si Kakak.

Sementara, Pak Suami hanya senyum-senyum simpul.

"Kejutan! Gimana Bund? Seneng kan? Akhirnya nyobain sleeper...." Godanya.

"Serius?!"

"Iya dong! Waktu itu memang pesan yang biasa, tapi habis itu aku upgrade diam-diam pas ke sana sama anak-anak," lanjutnya. Awalnya pak suami pesan tiket via website, etapi entah kenapa tiba-tiba kepikiran datang langsung ke agen GH Denpasar, dan ternyata malah upgrade kursi. 

Wow! Kejutannya kali ini benar-benar bikin speechless. Seneng banget dong! Selain nggak repot jagain bocah di atas kursi, kalau naik sleeper bus pastinya tidur bisa lebih nyaman.

Finally... Mudik Denpasar - Semarang naik sleeper bus Gunung Harta. Yeay! Lanjut yuk kita review sleeper bus Gunung Hatta rute Denpasar - Semarang ini. 

Fasilitas Suite Combi Bus Gunung Harta

Bus kelas Ini terbagi menjadi 2 bagian. Bagian depan berupa kursi untuk kelas eksekutif. Dua bagian ini dipisahkan oleh pintu. Di bagian belakang terdapat kursi sleeper dengan konfigurasi 1-2 atas-bawah. Terdapat toilet tepat di depan pintu belakang (posisinya berada di tengah-tengah bus), di depan seat sleeper nomor 2-3. 

Tersedia juga dispenser air minum dan kopi/teh kemasan saset lengkap dengan cup kertas. Kalau minum tinggal ambil, tapi perjalanan saat bulan puasa, udah nggak lirak-lirik makanan selain yang sediakan dari pihak GH. Fasilitas lain, tentunya sudah termasuk tiket kapal Ferry, Snack 2x dan makan 1x. 

Di setiap tempat duduk juga terdapat layar tab yang bisa dinyalakan, tapi saat kami coba, wifi-nya tidak mau tersambung. Di 1 kursi sempat bisa dinyalakan dengan sinyal "kembang-kempis" tapi akhirnya mati juga. 

Denah kursi sleeper bus GH
DPS-YOG dan DPS-SRG
(Sumber: IG Gunung Harta)

Sleeper Bus Vs Executive Class

Apa sih, bedanya antara Executive Bus dengan Suite Combi Bus?

Kalau dilihat dari kualitas armada, sebenarnya 11-12, hanya saja untuk suite combi, adalah armada baru, jadi lebih gres dan fresh, ya. Untuk hal-hal lainnya, yuk kita kulik lagi. 

1. Waktu Tempuh

Untuk jarak tempuhnya, tidak ada bedanya antara bus kelas Executive dan suite. Denpasar - Semarang ditempuh selama kurang lebih 17 jam. Tempat berhenti dan jalur yang dilalui sama.

2. Kualitas Seat

Kualitas Seat antara kelas eksekutif dan suite pun sebenarnya sama. Bedanya, kalau saya perhatikan, kursi suite adalah kursi eksekutif yang disusun berhadapan menjadi 1 ruas kursi sleeper_tentunya dengan modifikasi juga supaya penumpang merasa nyaman. Setiap ruas ada batas depan/belakang sehingga jika posisi duduk biasa, tidak akan bisa melihat penumpang di ruas depan/belakangnya. Lalu untuk 2 seater diberi batasan gorden. Setiap kursi dilengkapi dengan 1 bantal kecil, 1 guling ukuran standar, dan 1 selimut. Buat saya sih, ukuran gulingnya kegedean, jadi menuh-menuhin seat, karena saya duduk di bagian 2-seater bersama anak saya yang kecil. Namun gulingnya bermanfaat juga saat si Kecil tidur, membantu agar posisinya tidak banyak bergeser.

Oh ya, untuk armada baru ini, semuanya juga masih baru, termasuk kursi. Terlihat masih lux, masih licin 'kinyis-kinyis' gitu cover kursinya.

3. Makanan

Tempat untuk istirahat/pemberhentian bus Gunung Harta kelas apa pun adalah di lokasi yang sama. Warung makan_yang saya lupa namanya_ di Situbondo.

Biasanya, sampai di tempat pemberhentian ini menjelang isya/tepat saat isya. Menjelang turun, kru bus akan membagikan kupon makan malam kepada semua penumpang.

Berhubung baru kali ini naik sleeper, kami langsung menuju stall makanan yang pernah kami datangi sebelumnya (saat naik GH kelas eksekutif). Ternyata saat menyerahkan kupon makanan, kami diarahkan untuk menuju meja khusus sleeper.

Wah, ternyata untuk makanannya lebih bervariasi. Seingat saya dulu, menu untuk kelas eksekutif ada nasi, lauk (ayam goreng), sayur, kerupuk, dan es teh/teh panas. Untuk kelas sleeper, tersedia nasi, 2 macam lauk (ayam dan telur utuh), tumis sayur, bihun goreng, kerupuk, buah semangka, dan es teh/teh panas tawar/manis. Es batu dan gula pasirnya disediakan terpisah, jadi kalau mau teh manis bisa menambahkan sendiri gula pasirnya.

Untuk Snack yang dibagikan di dalam bus, tak ada bedanya dengan kelas lain. Snack pertama berupa 3 jenis kue dan kurma untuk berbuka puasa, air mineral, dan teh kotak. Sedangkan snack yang diberikan setelah makan malam berupa 1 roti dan air mineral.

4. Kualitas Ferry

Perjalanan Denpasar - Semarang PP pasti akan melewati selat Bali. Kita menyeberang menggunakan kapal ferry Gilimanuk - Ketapang/sebaliknya. Nah, sebelumnya, kami mendapat kapal yang kecil dan fasilitasnya so so 🤭

Baru kali ini kami naik kapal Ferry milik PT Dharma Lautan Utama yang ukurannya jauh lebih besar dan fasilitas di dalamnya sangat lengkap. Berbagai jenis kursi mulai dari yang lux sampai lesehan bisa dipilih oleh penumpang. Kantin kapal pun besar dan menyediakan produk yang lengkap. Interior kapal terlihat mewah dengan berbagai ornamen. Toilet juga bersih dan selalu tersedia air. Mau pilih di dalam atau di dek luar di area outdoor, bisa banget. Kami lebih memilih untuk duduk di sofa supaya lebih nyaman khususnya untuk anak-anak.

Nah, untuk pemilihan kapal ini, saya kurang paham apakah memang ada kriteria khusus atau tidak untuk sleeper bus (misalnya harus kapal yang besar karena bus juga lebih tinggi), atau menyesuaikan dengan ketersediaan kapal di dermaga. Nggak sempat nanyain tentang ini, hanya kasak-kusuk dengan suami karena tumben dapat kapal yang bagus.

Sejauh pengalaman kami naik sleeper, memang sangat recommended khususnya jika melakukan perjalanan bukan saat musim mudik lebaran. Harga tiket bus saat tuslah tertinggi naiknya bisa 2x lipat.

Jika melakukan perjalanan sendirian, pilih seat konfigurasi 1 supaya lebih nyaman. Saat itu kami beli 5 seat: suami saya sendiri, Kakak H bersama Kakak S di sebelah kursi ayahnya, dan saya bersama si Kecil di belakang kursi kakaknya.

Suami saya bilang awalnya berangkat dari rumah dalam kondisi yang kurang fit karena sehari sebelumnya banyak pekerjaan, lalu lembur untuk cek ulang barang-barang yang mau dibawa. Alhamdulillah, dengan naik sleeper bus bisa tidur pulas tanpa gangguan khususnya saat malam hari dan anak-anak sudah terlelap.

Anak-anak pun bisa tidur lelap di kursi masing-masing. Saya pun sangat bersyukur karena si Kecil bisa tidur nyenyak. Iya sih, saat siang sampai menjelang tidur, sempat terjadi "drama" dan mereka nggak bisa diam meskipun sudah di-ultimatum berkali-kali. 

Finally, setelah masuk waktu tidur, bisa pulas sampai tujuan. MasyaAllah, jadinya emaknya juga bisa istirahat tanpa repot ekstra mengawasi dan atau menggendongnya.

Sayangnya waktu itu dapat kru yang agak annoying, nggak perlu diceritain di sini sih, rezeki kami aja dapat 1 kru yang kek gitu. Biasanya dapat kru yang baik semua.

Semoga kalau temans naik sleeper bus GH dari Denpasar menuju Semarang, Solo, atau Jogja dan sekitarnya, dapat kru yang baik dan perjalanan pun nyaman. Aamiin. 

Semoga bermanfaat,

Salam,

1 komentar untuk "Pengalaman Naik Sleeper Bus Gunung Harta Denpasar - Semarang"

  1. Ini bisa jadi alternatif untuk yang takut naik pesawat atau mungkin sudah mulai bosan. Sebenarnya kalau naik bus benar-benar berasa travelingnya.

    BalasHapus