Refleksi Tahun 2023, Selarik Kenangan dan Pelajaran

Daftar Isi
Refleksi Tahun 2023


Tinggal menghitung hari, tahun 2023 akan berlalu, menyisakan selarik kenangan dan pelajaran untuk menghadapi hari-hari ke depan di tahun 2024 dan seterusnya.

Entah kenapa, dada terasa sesak ketika menyadari tahun akan segera berganti, lalu terbersit tanya, "ngapain aja sih di tahun 2023? Tahu-tahu sudah mau masuk 2024 aja."

Rasanya, aktivitas kembali menjadi ibu menyusui dan segala kegiatan sehari-hari sangat menyita waktu dan emosi. Berimbas pada aktivitas lain yang tergerus karena kurang fokus.

Selarik Kenangan di Tahun 2023

Dapat Hadiah Oven Listrik Kirim dari Dapur Prima Bali


Januari 2023, hampir tak percaya, saya dapat hadiah oven listrik merek Kirin. Saya memimpikan punya oven listrik sudah sekian lama, kurang lebih 5 tahun. Jika dulu di Semarang ada oven tangkring (otang) milik ibu mertua yang bisa saya manfaatkan, di Bali saya ingin oven listrik yang lebih compact. Maklum, tinggal di rumah petak, ruangannya terbatas.

Saat saya sedang scroll Instagram, muncul iklan dari salah satu radio di Bali (saya tidak ingat pastinya) tentang giveaway dalam rangka launching produk oven listrik terbaru Kirin. Kebetulan, saya memang langganan belanja printilan dapur di toko Dapur Prima. Setelah saya cari informasi tentang giveaway, rupanya launching diadakan di seluruh Indonesia dan bekerja sama dengan toko peralatan dapur di kota-kota yang termasuk dalam program Kirin.

Sayangnya waktu itu kegiatan hanya ada di Dapur Prima Cabang Panjer, Denpasar Selatan, sementara saya di Denpasar Barat. Saya kepo lagi akun IG Dapur Prima, ternyata baru sedikit yang berpartisipasi. Waktu giveaway juga terbatas, hanya selama Bazaar Kirin diadakan di sana. Aha! Peluang nih, batin saya tergerak untuk mengikuti kuisnya.

Saya pun mengajak suami untuk datang ke bazaar sekaligus window shopping ke Dapur Prima Panjer. Di booth Kirin, dipajang 3 oven keluaran terbaru dengan 3 warna cantik sekaligus potongan harga selama bazaar. SPG pun menawarkan untuk ambil foto dan ikut kuisnya. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, saya ambil foto dibantu oleh SPG Kirin yang bertugas di sana, lalu segera mengunggahnya di Instagram. Saya unggah di IGS dan feed, karena informasi dari syarat dan ketentuan giveaway adalah keduanya, sementara kata SPG cukup IGS saja.

Saking inginnya dapat hadiah, apalagi karena salah satu kriteria pemenang adalah jumlah like, saya pun gencar untuk meminta support like dari teman-teman yang saya kenal, khususnya di circle blogger dan influencer.

Alhamdulillah, saat pengumuman, ternyata saya jadi salah satu dari 3 pemenang yang mendapat hadiah oven listrik Kirin.

MasyaAllah, rasanya kek mimpi. "Jangan terlalu bahagia dulu, Bun, sebelum hadiah diterima," kata Pak Suami mengingatkan.
Saya jawab kalau yakin dengan hadiahnya karena sudah ada bukti dari berbagai kota sebelumnya, di mana pemenang mengunggah foto saat penerimaan hadiah di akun IG-nya.

Rupanya, hanya berselang sehari dari pengumuman, pemenang sudah dikabari untuk mengambil hadiah di waktu yang sudah ditentukan (kalau tidak salah esok harinya, jadi selang 2 hari dari pengumuman). Alhamdulillah, waktu itu jadwal suami sedang libur, jadi bisa menemani ambil hadiah.

Ketiga oven yang sudah dilaunching ini warnanya menarik, soft, khas warna pastel. Ada ungu, pink, dan putih. Awalnya saya naksir warna ungu, tapi dikasih pink. Si Ibu sesama pemenang yang dapat warna ungu, sempat minta saling tukar, tapi suami melarang, keingat anak-anak suka banget warna pink. Yasudah, Alhamdulillah, tidak terlalu penting warna apa, bahkan dapat oven gratis pun sesuatu yang nggak ada dalam bayangan. Memang sih, saya sering sekali bilang pengen punya oven, yakin InsyaAllah akan ada jalan, mbuh piye carane (entah bagaimana caranya) terserah Allah aja.

Oven itu sudah hampir setahun menemaniku belajar baking. Berniat untuk mencoba usaha per-baking-an, tapi masih lebih prioritas waktu untuk anak-anak dulu. Sementara ini, baking untuk keluarga sembari terus mengasah skill dulu.
Alhamdulillah, bermanfaat sekali untuk berkreasi bersama anak-anak, atau sekadar memuaskan mereka yang sering craving for foods apalagi saat liburan sekolah.

Pertama Kali Idulfitri Full Team di Kampung Halaman

Memasuki tahun keenam hidup di rantau, baru di tahun 2023 kami bisa merayakan Idulfitri full team sekeluarga. Biasanya, saya dan anak-anak mudik sementara suami sendirian di Bali. Sesekali kami juga tidak pulang saat lebaran, memilih untuk merayakannya Idulfitri di rantau, pulang kampung saat liburan sekolah anak-anak.

Waktu itu kami belum memutuskan untuk mudik saat puasa, syawal, atau menunggu liburan sekolah. Setiap ditanya tetangga atau teman, saya menjawab dengan mantap, "Sepertinya kami nggak mudik lebaran ini,"

Kurang lebih memasuki 10 hari kedua di bulan Ramadhan, tiba-tiba suami mengabarkan, kemungkinan bisa ambil cuti dan lebaran di Semarang. Tentu saja saya tidak langsung percaya, karena kemungkinan untuk bisa cuti sangat kecil, dan takut kena prank juga.

MasyaAllah, setelah melalui drama mencari moda transportasi yang paling praktis dan sesuai kantong, kami pun memilih untuk menggunakan pesawat terbang dari Denpasar ke Surabaya, dilanjutkan menumpang kereta api menuju Semarang. Cara ini lebih efektif meskipun dengan biaya di yang lebih besar dibanding naik bus. Sebagai catatan, harga tiket bus juga naik hampir 2 kali lipat sehingga selisih dengan naik pesawat dan kereta tidak terlalu banyak. Kami juga harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, hanya 10 hari untuk PP Denpasar - Semarang - Wonosobo - Semarang - Denpasar. Kalau naik bus, waktu tempuh lebih panjang dan pasti butuh istirahat yang lebih lama.

Ngiras-ngirus, kami juga bisa berkunjung terlebih dahulu ke rumah Om yang ada di Surabaya. Kalau naik bus, enggak bisa ke mana-mana.

Alhamdulillah, nikmat yang tiada tara di tahun 2023, tepatnya pada Ramadhan dan Idulfitri (Syawal) tahun 1445 H.
Meski setelahnya cukup kalang kabut (ya rutinitas, ya keuangan, karena mudik terbilang dadakan tapi selalu yakin Allah telah mengatur rezeki setiap orang dan tak akan salah alamat).

'Pemanasan' 2 Anak Sekolah di Tempat Berbeda

Sejak tahun ajaran baru 2023/2024, secara resmi jadi punya 2 anak bersekolah di yayasan yang berbeda dengan jadwal sekolah yang beda. Sebenarnya sama -sama dapat kelas siang, tapi beda jam pelajaran. Ya iyalah, yang satu SD, satunya TK. Hihi.

Ini juga salah satu alasan yang bikin tahun 2023 terasa lebih berat tantangan roller coaster-nya. Subhanallah, semoga membawa keberkahan. Aamiin.

Keguguran, Tidak Tahu Sedang Hamil

Sebenarnya, cerita tentang saya keguguran ini dirahasiakan. Namun saya pikir tak masalah kalau hanya cerita singkatnya saja, dan menjadi kenangan (buruk) di tahun 2023 yang akan selalu menjadi pengingat. 

Setelah memasuki tahun ajaran baru, banyak kegiatan yang kejar-kejaran, baik kegiatan sekolah 2 anak maupun kegiatan organisasi yang saya ikuti. Masih ditambah dengan beberapa masalah yang terjadi. Wajar sih, sebuah dinamika organisasi. Tetap saja, menyita pikiran. Mungkin waktu itu saya stres berat tapi tidak menyadari sedemikian beratnya. Sampai-sampai saya lupa kapan terakhir kalinya menstruasi.

Lalu di pertengahan Oktober, setelah demam dan menggigil, meriang selama 2 hari, tiba-tiba keluar darah seperti saat menstruasi. Ternyata nyeri dan kram perut lebih hebat dari biasanya, dan disertai keluarnya gumpalan-gumpalan darah seperti setelah melahirkan. Saat itu keluar juga semacam membran berisi cairan yang kuduga adalah kantung kehamilan. Curiga mengalami keguguran, saya pun segera periksa ke dokter setelah kondisi badan lebih sehat. Benar saja, hasil test urin positif hamil, dan masih ada jaringan di dalam rahim. Dokter pun menyarankan untuk menunggu, kalau memang sudah tidak ada 'isi' biar keluar sendiri, berkembang, atau perlu dilakukan kuretase.

Makin stres-lah saya karena khawatir akan dikuret. Maka saya selalu memohon agar rahim kembali bersih tanpa kuret.

Sebenarnya, saya memang berkali-kali bilang tidak ingin hamil lagi, karena dengan 3 anak saja sudah sangat menyita energi dan mental saya. Daripada membahayakan semua orang, lebih baik sudah dulu.

Bisa jadi, itu juga karena ucapan saya sendiri, yang bilang tak mau hamil lagi.
Ya, saat itu saya tak merasa memiliki, tapi ketika kehilangan rasanya tetap patah hati. Sedih, sakit.
Hiks. Malah jadi panjang juga cerita soal kegunaan. Maafkan, ya.

Begitulah "secuil" tapi panjang, beberapa momen di tahun 2023 yang paling berkesan.

Pelajaran dari Tahun 2023

1. Do The Best, Let Allah Do The Rest

Tak ada doa yang tak dikabulkan Allah, adanya hanya ditunda menurut waktu yang Allah tentukan untuk menguji kesabaran kita. Bisa jadi, diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik dari sekadar keinginan kita.
Ternyata, pengharapan yang sepertinya mustahil, Allah kabulkan dari jalan yang tak disangka. Begitulah, kita cukup melakukan tugas kita sebagai manusia untuk beribadah kepada Allah. Menjalani hidup dengan versi terbaik, biarkan sisanya kita serahkan kepada Nya.

Allah memang selalu mengabulkan permintaan hamba-Nya, kecuali ada hal-hal yang menghalangi, seperti terlalu banyak berbuat maksiat. Maka saya ingat pesan ustadz/ah, ketika doa tak kunjung diijabah, periksa apakah kita terlalu banyak bermaksiat?

2. Skenario Allah Adalah yang Terbaik

Saya ingin A, ternyata Allah menuntun saya menuju B. Haruskah saya kecewa? Itu lah yang sering saya ucapkan pada diri-sendiri, bahwa apa pun yang dijalani hari ini atau apa yang akan terjadi esok hari adalah skenario terbaik yang telah disiapkan Allah untuk kita.

Jika mengingat hal ini, tak ada alasan untuk tidak bersyukur atas kondisi apa pun, dan bersabar ketika tak sesuai harapan lalu terbersit rasa sakit.

Subhanallah walhamdulillah, semoga hari-hari yang akan kita lalui ke depan selalu lebih baik dari hari ini dan kemarin. Semoga kita versi yang tengah melangkah adalah kita yang selalu berproses menjadi lebih baik dan  makin baik. Aamiin.

Semoga bermanfaat,

Salam,

Posting Komentar

Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner