Mudik Aman dan Nyaman dengan Empat Moda Transportasi

Daftar Isi

Mudik Aman dan Nyaman dengan Empat Moda Transportasi
Ilustrasi, sumber: Pixabay

Berawal dari Masalah ‘Kantong tipis’

Jelang Idul Fitri 2019, saya ingat betul bagaimana saya dan suami setiap hari membahas bagaimana caranya mudik supaya efektif dan tidak membuat kantong jebol. Paling nyaman, mudah, dan cepat tentunya menggunakan pesawat terbang langsung dari Denpasar menuju Semarang dan sebaliknya. Namun, kondisi keuangan kami belum memungkinkan untuk membawa 4 anggota keluarga dengan cara tersebut.

Kami pun terus mencari berbagai alternatif dan berkoordinasi dengan keluarga di Semarang sekadar untuk sharing dan menemukan solusi. Terlebih, jadwal kerja suami juga tidak memungkinkan untukmengambil cuti sejak H-30 hingga H+30 Idul Fitri.
“Kalau begitu, Bunda dan anak-anak mudik dulu,” usul Neneknya anak-anak.
Setelah membahas lagi dengan keluarga, akhirnya diputuskan saya pulang terlebih dahulu bersama anak-anak dengan pesawat terbang via Solo. Kakek dan nenek akan menjemput ke bandara Adi Sucipto Solo untuk kemudia bertolak menggunakan bis menuju Semarang.
Selanjutnya, saat pengajuan cuti-nya telah keluar, suami akan pulang ke semarang menumpang bis patas.
“Bagaimana kalau balik ke Bali kita road trip? Ramdhan ini kan baru diresmikan beberapa ruas tol, kita bisa mencoba,” saya usul kepada suami mengenai cara kami kembali ke Bali. Rencana ini sekaligus sarana bagi kami untuk mengenalkan berbagai moda transportasi untuk anak-anak.
Jika disepakati akan roadtrip ala backpacker, kami akan menggunakan paling tidak 4 moda transportasi yang jarang kami gunakan, yakni pesawat terbang, bis, kereta api, dan kapal laut. Amak-anak terutama si kakak pun antusias dengan rencana kami ini.

Ilustrasi, MRT di Jakarta
sumber gambar: Pixabay

Mudik Nyaman dan Aman dengan 4 Moda Transportasi

Hari H rencana mudik kami menuju bandara I Gusti Ngurah Rai menggunakan jasa taksi online. Suami menemani hingga di gate keberangkatan. Selanjutnya, saya membawa 2 anak di dalam pesawat dari Bali menuju Solo.
Sampai di Solo, kakek dan neneknya telah siap dan menjemput di bandara. Kami pun menyewa taksi menuju terminal Tirtonadi, lalu bertolak ke Semarang menggunakan bis patas. Perjalanan cukup lancar dengan adanya tol Semarang-Solo yang telah beroperasi. Meskipun bisa yang kami tumpangi melalui jalan utama, banyaknya kendaraan yang melewati tol membuat jalan utama tetap ramai lancar meskipun masih ada sisa suasana idul fitri.
Sampai di Semarang kami kembali memesan taksi online untuk menuju ke rumah dari pemberhentian bis.
Suami menyusul pulang ke Semarang 2 pekan setelah saya dan anak-anak, ia menggunakan bis sekaligus mencoba apakah transportasi ini cocok untuk membawa kami kembali ke Bali bersama-sama.
Setelah berbabagi pertimbangan, sekaligus dorongan dari keluarga untuk memaksimalkan waktu cuti ambil adalah menggunakan kereta dari Semarang ke Surabaya, berlanjut pesawat terbang menuju Denpasar.
Rencana mengajak anak-anak mencoba kapal laut harus kami tunda sampai memungkinkan.
Apakah perjalanan kami melelahkan?
Tentu, namun perjalanan yang cukup melelahkan itu berlalu dengan menyenangkan dan membahagiakan banyak pihak, tak terkecuali kami yang akhirnya bisa mudik ke kampung halaman setelah berbulan-bulan lamanya di perantauan.
Bersyukur, kondisi transportasi di Indonesia sudah semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga mudik kami lebih terasa nyaman dan aman.

Keberhasilan infrastruktur Indonesia
sumber: katadata .com

Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan Transportasi di Indonesia Saat ini

Perkembangan sarana dan prasarana transportasi di Indonesia khusunya dalam 5 tahun terakhir semakin mengalami perbaikan. Hal ini tentu membawa berkah bagi keberlangsungan sektor lainnya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Perhubungan, prasarana yang telah dibangun selama 5 tahun terakhir diantaranya 18 rute tol laut, 891 angkutan perintis darat, kereta api, laut dan udara. Juga Program Jembatan Udara yang telah menyediakan 39 rute.
Semua itu dilakukan dalam upaya untuk pemerataan pembangunan terutama di daerah 3TP (Terluar, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan). Dengan adanya perbaikan infratsruktur yang telah disebutkan di atas, distribusi logistik, SDM, dll semakin mudah mencapai daerah 3TP. Harapannya ke depan semakin mendukung peningkatan perekonomian daerah yang berimbas pada perekonomian nasional.
Seperti yang kita ketahui, salah satu indikator maju-nya suatu negara adalah masalah ekonomi dan transportasi. Di negara maju, alat transportasi masal telah terintegrasi sedemikian rupa dan sangat mendukung perekonomian dan distribusi SDM.
Indonesia memang masih jauh dari capaian tersebut. Namun, kinerja pemerintah melalui kemeneterian perhubungan selama 5 tahun terakhir sangat patut untuk diapresiasi karena sedikit banyak mulai terjadi pemerataan di berbagai wilayah di Indonesia.
Banyak orang yang menjadi saksi bagaimana kondisi transportasi di tahun-tahun lalu. Bagaimana kondisi kereta api, bis, dll. Kondisi sekarang ini telah mengalami perbaiakan yang sangat signifikan. Sebagai contoh, dulu setiap orang bebas keluar/asuk kereta terutama kereta ekonomi, sehingga banyak penumpang gelap, pedagang asongan, dll yang memenuhi kereta. Akibatnya, kereta menjadi kotor dan kumuh dan terjadi pemasalahan yang kompleks.
Saat ini, kereta api menjadi salah satu sarana transportasi andalan yang diminati masyarakat. Khususnya kereta ekonomi, harga tiket sangat terjangkau masyarakat lapisan bawah. Fasilitas yang tersedia pun cukup memadai mulai dari tempat duduk yang cukup nyaman jika dibandingkan kereta ekonomi sebelum perbaikan, tiap gerbong dilengkapi dengan AC, toilet yang bersih, dll. Sistem pemesanan tiket pun semakin memudahkan pengguna karena bisa dilakukan secara online.
Menurut hemat saya, ketika tingkat keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi masal semakin meningkat, masyarakat akan semakin menaruh kepercayaan terhadap layanan transportasi masal.
Hal ini akan berpengaruh juga terhadap meningkatnya sektor pariwisata dan ekonomi. Kedatangan wisatawan akan meningkat dan memberi pengaruh positif pada peningkatan sektor lainnya. distribusi SDM berkualitas dari dan ke seluruh daerah di Indonesia pun akan semakin mudah sehingga bisa mendukung sektor pendidikan dll.
Semoga dengan demikian Indonesia maju semakin nyata di depan mata. Aamiin.
Dapatkan informasi seputar transportasi di Indonesia melalui:

1 komentar

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam
Comment Author Avatar
2 November 2019 pukul 08.03 Hapus
Aku juga senang ma kereta api, moda favorit ke mana-mana apalagi pas ikut KI. Sekarang juga udah murah dan sangat nyaman. Sukaa!
Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner