Thursday, 29 November 2018

5 Most Recommended Books



Assalamu’alaikum, Temans.
Masih dari Denpasar yang beberapa hari ini mendung. Masih dari sudut rumah di mana seorang emak sibuk di depan laptop sementara hatinya riuh merindukan kampung halaman.
Ehem! Melanjutkan #BPN30DayChallenge2018 hari ke 10 nih, alhamdulillah sudah terlampaui sepertiga dari tantangan 30 hari. Meskipun baru sepertiganya, namun telah membuat saya merasa tertampar berkali-kali.  Apalagi tema hari ini, sungguh membuat saya ingin ngumpet di balik pungung bapak sambil mengintip malu-mau-penasaran, seperti belasan tahun yang lalu. Apa pasal?

5 rekomendasi buku/film/musik
Tema yang gampang sekali, bukan? Tapi bagi saya yang target baca buku minimal 1 halaman belum tercapai, jadi hanya baca sesekali di sela-sela ngurus bocil, jadi nano-nano ramai rasanya. Rekomendasi film? Bah! Saya nonton pun palingan drakor lawas titipan donlot dari teman suami yang masih tersimpan di laptop. Kalau musik gimana? Krik.krik. entah sejak kapan saya tidak lagi mengikuti perkembangan dunia musik Indonesia halah kaya dulunya update aja ups.
Oke, kalau begitu, saya bahas tentang 5 buku yang terakhir saya baca. Judulnya tetap most recommended books, karena memang saya merekomendasikan buat Temans, sesuai kebutuhannya masing-masing.

1. Buku Kumpulan Kisah Inspiratif ‘DILATASI HATI’


Dilatasi Hati : Menjadi Kuat Bukan Pilihan, tapi Keharusan
Based on true story
27 Penulis, 27 Cerita, 27 Inspirasi
Dalam buku ini, anda disuguhi kisah2 penuh peluh perjuangan serta perjalanan menemukan Tuhan dan hakekat kehidupan.
Anda akan lebih memahami perjuangan singlemom, yang sering dilirik sebelah mata.
Beberapa pejuang VBAC (Vaginal Birth After Cesarian) yang dengan kesungguhan dan keyakinan pada Tuhan, sehingga DIA meridhoi persalinan indah para VBAC'ers.
Serta puluhan kisah yang tak hanya mengaduk-aduk jiwa dan mengurai airmata tapi juga memberi suntikan energi positif utk terus berprasangka baik kpd Sang Maha Kuasa.
Begitulah kalimat yang tercamtum dalam blurb buku ‘Dilatasi hati’. Merupakan proyek garapan komunitas penulis Pejuang Literasi. Komunitas ini diawali dari 3 orang perempuan yang ingin menebarkan semangat literasi kepada khususnya perempuan lain.
Meski isinya beragam kisah inspiratif dari latar belakang yang berbeda, buku ini membuat saya baper dan mewek waktu membacanya. Beragam kisah para perempuan tangguh yang terpaksa menjasi single fighter, mengarungi jalan hidup yang terjal, dianugerahi anak istimewa, juga mereka yang berjuang memberdayakan diri berikhtiar untuk cita-cita mereka ada di buku ini.
Baca buku ini serasa mendapatkan cermin bersih, untuk berkaca bahwa ketika saya merasa hidup sedemikian sulit dan rumit, saya tak sendiri, ada banyak orang dengan masalah yang kadar beratnya sama atau lebih hanya bentuknya saja yang berbeda.
Atau ketika saya melihat seseorang yang mendapatkan kenikmatan luar biasa lalu terbersit rasa iri dalam hati, saya bisa mengatakan pada diri sendiri bahwa belum tentu saya bisa seperti orang tersebut ketika mendapatkan kenikmatan yang sama. Dan saya juga tidak tahu seberat apa kerja kerasnya, ikhtiarnya, tawakkal-nya hingga Allah mengamanahkan kenikmatan tersebut kepadanya.
Rekomendid? Jelas! Bukan karena ada satu tulisan saya diantara 27 penulis itu sih. Cuma karena buku ini benar-benar inspiratif. Ada kekurangannya tentu, tapi baca sendiri kalau penasaran *eh.

 2. Serial Kirana: Happy Little Soul



Sudah lama sekali mengidam-idamkan buku ini, tapi akhirnya awal tahun 2018 kemarin menyempatkan beli sebelum pindah ke Bali. Waktu itu mikirnya nanti di Bali gimana mau isi waktu selain baca buku karena belum punya kenalan. Nyatanya, di sini juga sibuk dengan 2 anak dan mencoba konsisten membaca setiap hari belum terpenuhi.
Membaca buku ‘Happy Little Soul’ ini saya malu sangat. Apalagi jika bukan karena kesabaran dan ketelatenan ibuk Retno Hening dalam mengasuh Kirana yang kiyut dan cerdas masyaAllah. Ingin punya buku beliau tentang Kirana yang seri lainnya, tapi masih masuk dalam wishing list.

3. Berteman dengan Demam



Buku ini saya beli karena ilmu ‘perdemaman’ masih simpang siur saya terima. Oia, persiapan juga mau jauh dari orangtua yang sudah hidup bersama selama kurang lebih 5 tahun. Dulu saat ada apa-apa terkait anak saya punya tempat mengadu, yakni ibu mertua. Beliau sedikit paham ilmu kesehatan karena seorang pensiunan perawat. Setelah hidup terpisah dengan beliau saya harus bisa melakukan apa-apa sendiri.
Buku inilah bekal saya. Benar sekali, saat Salsa demam hingga 40.3 dercel 2 bulan yang lalu saya selalu membuka buku ini dan mencoba mengamati demam serta gejala yang lain sebelum membawanya ke dokter.
Alhamdulillah, buku ini mengupas tuntas tentang demam, penyebab, gejala, perbedaan demam, fakta dan mitos seputar demam, dll. Sangat bermanfaat untuk ibu yang masih memiliki anak kecil terutama bayi dan balita.

4. Terjemahan Fiqih Wanita

Buku kado pernikahan ini sangat bermanfaat ketika saya membutuhkan referensi terkait fiqih wanita. Alhamdulillah, semacam membaca kitab ‘Safinatunnajah’ versi Bahasa Indonesia. Buku ini cukup membantu saat darurat. Meski begitu, tetap harus memiliki guru supaya tidak salah menafsirkan.

5. Couplepreneur Bikin Baper



Buku yang digarap oleh Fenny Ferawati ini berisi kisah para pasangan yang mendirikan usaha bersama-sama. Memulai usaha dengan pasangan bukan hal yang mudah seperti yang dibayangkan. Karena seperti halnya dalam rumah tangga, mendirikan ‘perusahaan’ bersama pasangan berarti harus saling support dan memahami.
Buku ini direkomendasikan untuk pasangan suami-istri yang ingin merintis bisnis bersama-sama, agar bisa melihat kemampuan dan belajar dari kegagalan maupun kesuksesan para couplepreneur. Sebenarnya ada cerita suami dan saya mendirikan biro penerjemah basaha juga sih, tapi yang ini sekarang not-recommended untuk dibaca ((Bagian cerita usaha kami, lainnya mah te o pe be ge te) karena biro penerjemahnya tutup. *crying. Jadi kalau baca buku ‘Couplepreneur bikin Baper’, bagian kisah saya di-skip aja. Kisah couplepreneur yang lain asli bikin terkagum-kagum. Ada kisah di balik suksesnya Sogan Batik (hayo siapa yang nggak kenal brand ini?) dan beberapa brand yang sudah tak asing lagi.
Itu dia 5 buku terakhir yang saya baca dan saya rekomendasikan Temans untuk membacanya juga, supaya baper bareng , mewek bareng, dan dapat insight bareng.
Semoga bermanfaat,
Salam,

1 comment:

  1. Naksir yang berteman dengan demam, penting banget ya kalau punya anak kecil Mbak. Btw aku agak2 lupa dengan 5 buku terakhir yang kubaca. Ada novel 2 buah sama buku anak2 kayaknya...

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam