Tuesday, 11 September 2018

Pasar Ikan Kedonganan, Surga Pencinta Ikan Laut

Dari tempat makan bisa melihat pemandangan ini
Dokumen pribadi arinamabruroh.com

Halo Temans,
Kamu suka ikan laut aka seafood? Pastinya jika berkunjung ke daerah pesisir tidak akan melewatkan untuk menyantap aneka menunya bukan?
Jika berwisata ke Bali, jangan lupa juga untuk melipir sejenak ke Pasar Ikan Kedonganan/Kedonganan Fish Market.

Pasar ikan ini terletak di pinggir pantai Kedonganan, di seputar Bandara Ngurah Rai. Meskipun posisinya tak jauh dari bandara namun kita harus memutar cukup jauh. Jika membawa kendaraan roda 4, akan diminta retribusi sebesar 5ribu rupiah saat akan memasuki wilayah Kedonganan. Jika menggunakan roda 2, dipersilakan jalan oleh penjaga loket.

Sepanjang jalan menuju Kedonganan, terdapat kafe dan resort yang menawarkan aneka menu seafood dan pemandangan pantai yang sangat indah.
Resto yang berjejer di sepanjang pinggir pantai itu biasanya menyediakan spot outdoor yang langsung berhadapan dengan pantai. Air laut yang biru sejauh mata memandang, hamparan pasir putih, debur ombak, angin yang berkesiur, dan makanan yang lezat adalah paduan sempurna untuk menghabiskan hari.

Menikmati senja romantis sambil menyantap ikan
Dok. Pribadi

Pertama kali ke Kedonganan adalah saat mengajak bapak/ibu mertua jalan-jalan di Bali sebelum Ramadhan yang lalu. Waktu itu beliau mengunjungi kami yang belum lama pindah ke Bali. Sayang kan, jika sudah di Bali tapi tidak berwisata. Awalnya ingin ke Bali Zoo atau Bali Bird Park, namun berhubung bapak mertua sedang sakit lutut dan tidak kuat bejalan terlalu lama, kami pilih wisata kuliner dan ke pantai saja.

Meluncurlah kami ke sana dengan memesan taksi online. Si Ayah tetap motoran karena tidak muat jika semua masuk mobil. Alhamdulillah ada motor ini sangat membantu sekali saat memilih tujuan kami selanjutnya ke Pantai Pandawa (next ya, insyaAllah ceritanya).

Bulan Mei yang lalu, jalan di sekitar Kedonganan sedang direnovasi sehingga kami harus turun di pom bensin sebelum lokasi dan berjalan kaki sekitar 100m menuju pasar.

Sampai di sekitar pasar, yang ditemui adalah keramaian dan bau ikan. Hihi. Namanya juga pasar ikan dan ada dermaga perahu nelayan juga tak jauh dari pasar. Perahu nelayan berbaris rapi di sepanjang bibir pantai. Jika sempat turun, cukup menarik juga untuk yang ingin hunting foto.

Turis lokal dan manca hilir-mudik dan berbaur menyantap olahan ikan di kedai sekitar pasar.
Masuk ke area pasar, aroma ikan makin menyengat. Siap-siap becek juga, ya. Jadi sebaiknya pakailah sepatu atau sandal yang tertutup jika datang ke sana. Usahakan pakaian juga tidak yang panjangnya sampai menyentuh tanah, karena akan ribet dan pasti kotor.

Wisatawan mancanegara dan lokal berbaur dengan para penjual. Ada yang bisa berbahasa asing, ada juga yang menggunakan bahasa isyarat. Seru juga menyaksikan jual-beli seperti itu.

Ikan laut segar mulai dari yang kecil hingga yang ukurannya sebesar gentong tersedia di pasar ikan Kedonganan. Yakin deh! Pecinta seafood bisa kalap di sini. Aneka udang mulai dari yang ukuran kecil sampai besar, yang harga perkilo puluhan ribu hingga ratusan ribu. Cumi-cumi yang kecil-kecil sampai yang perbijinya lebih dari sekilo. Aneka kerang, lobster, kakap, tuna, dll tinggal pilih sesuka hati.


Saya yang jarang makan ikan laut selain yang tersedia di warung/pasar jelas bingung mau pilih yang mana. Akhirnya ketemu penjual yang dagangannya sudah hampir habis, ditawarkan ikan-ikannya dengan harga lebih murah. Tentu, kami meminta rekomendasi ikan apa yang cocok dijadikan ikan bakar. Beliau pun menawarkan ikan kerapu, kakap putih, dan satu lagi saya lupa namanya. Semua ukuran sedang, 1kg rata-rata 1-2 ekor ikan. Lumayanlah, angkut dah mumpung dapat potongan 5ribu perkilonya. Ikannya juga masih segar, ko. Nggak terlihat ikan yang sudah jelek.

Saat datang untuk kedua kalinya, saya gunakan cara ini, yakni mencari penjual yang stok ikannya tinggal sedikit tapi masih kondisi baik. Dapat juga akhirnya kakap putih dan cumi-cumi request-nya si Kakak.

Harganya masih wajar untuk ukuran tempat wisata. Sebagian lebih murah dari harga di pasar tradisional, sebagian lagi ada yang sama dan lebih tinggi. Rata-rata harga yang ditawarkan adalah harga mati, dan sebagian bisa ditawar 5rb/kg.

Keluar dari pasar, banyak kedai yang menawarkan jasa masak ikan dan menyediakan tempat makan. Ikan yang baru kita beli akan dimasak goreng, bakar, goreng tepung, asam manis, dll tinggal pilih dan siap bayar. Hehe. Rata-rata harga jasa perkilonya 25-40rb. Dengan hitungan minimal setengah kilogram (0,5-1kg hitungannya sama, ya Temans). Harga sudah termasuk biaya pembersihan ikan dan sambal.

Penjual ikan merekomendasikan ke salah satu kedai di pojokan pinggir pantai, namun waktu itu sedang tutup. Kali kedua, bangku di kedainya full jadi kami tidak dapat tempat. Akhirnya kami ke tempat yang biasa, yang paling dekat dengan pasar agar bisa makan sambil menikmati pemandangan pantai dan lalu-lalang orang.

Plecing kangkung, sambalnya kurang pedas

2 ekor ikan kakap putih bakar. yummy!
Cumi-cumi goreng tepung, 
Nasi dan makanan lainnya bisa dipesan di kedai, harganya mulai 5rb. 
Ssstt! Waktu datang kedua kalinya, kami bawa nasi sendiri dari rumah, hehe. Si Kakak pesan es buah harga 8rb/gelas, dan si Ayah pesan plecing kangkung seharga 10rb/porsi. Harganya masih wajar untuk ukuran tempat wisata.

Sekitar 30 menit menunggu, akhirnya pesanan kami datang. Ini saat tidak terlalu crowded di sore hari weekdays lho! Kalau weekend, siapkan stok sabar yang full tank karena pasti akan lebih lama.

Oia, jika memesan menu bakar/goreng/goreng tepung sudah dilengkapi dengan 2 macam sambal, sambal merah dan sambal matah yang segar. Tapi di tempat ini (sayang saya lupa nama kedainya) sambalnya cenderung tidak pedas. Ramah lah untuk lidah kami yang sekarang tidak bersahabat dengan cabai. So, jika Kamu pecinta pedas, harus request sambal yang pedas saat memesan menu.

Itadakimasu! Alhamdulillah sesekali bisa menikmati makan ikan bakar fresh di tepi pantai dengan budget minim. Anak-anak riang, kami pun senang.
Kalau di tempat Kamu apa ada pasar ikan seperti ini juga?
Katanya di Semarang ada sih, tapi saya malah belum pernah ke sana.
Kalau ke Bali, jangan lupa mampir yes! Sekaian nerapin sarannya Menteri Susi, gemar makan ikan.

Selesai makan, adzan maghrib terdengar samar-samar dari masjid terdekat. Kami pun segera beranjak untuk menunaikan shalat dan segera pulang.

Semoga bermanfaat! 
Salam, 

6 comments:

  1. Wah sebagai pecinta ikan, sepertinya saya waib kesana ini hehe

    ReplyDelete
  2. Seru sekali ya kelihatannya, adi gak sabar ingin kesana.

    ReplyDelete
  3. Sangat bermanfaat sekali isi blognya.

    ReplyDelete
  4. Tips mencari penjual yang stok ikannya tinggal sedikit tapi masih denga kondisi yang baik kayaknya pelru di cobak nih hehe

    ReplyDelete
  5. Aduh harus cobak nih, dapat ikan dan bisa masak di lokasi sekitar.

    ReplyDelete
  6. Gambar ikannya menggugah selera sekali, di tambah tumis kangkungnya.

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam