Friday, 22 December 2017

PAK ITEM, Sang Penyelamat di Tengah Malam

Assalamu’alaikum,
Sepekan kemarin saya pulang ke Wonosobo. Setelah kembali ke Semarang, rasanya berat banget mau sekadar memulai nulis lagi di blog. Adanya nulis sepotong-sepotong aja di smartphone. Dan tulisan seuprit gitu jelas masih butuh revisi panjang kali lebar. Suami saya pun sama, masih kebawa suasana di Wonosobo yang santai dan inginnya selalu selimutan sambil makan.
Ngomong-ngomong soal makanan, saya paling suka makan nasi goreng. Dulu setiap pagi untuk sarapan sebelum berangkat sekolah sering banget mamak masakin nasi goreng. Setelah menikah pun, menu andalan dikala lapar ((dan terburu-buru plus tidak ada makanan)) adalah nasi goreng. Tapi kadang riweuh juga harus menyiapkan bumbu-bumbu nasi gorengnya. Kalau lagi malas akhirnya pakai bumbunya diiris-iris, nggak diulek. Kalau lagi malas lagi malah hanya pakai margarin, garam, sambal, telur, trus kalau sudah matang ditaburin bawang goreng. Hm.. tak kalah yummy lah pokoke.
Saat menyusui, saya hampir nggak memikirkan urusan berat badan. Tengah malam kelaparan, ayuk aja lah makan. Yang penting busui kenyang, jadi hepi dan ASI lancar. Itu... sudah! Kalau tengah malam kelaparan dan masih ada sisa nasi di magicom, apalagi selain bikin nasi goreng? Dan alhamdulillah, Pak Item-lah yang beberapa kali menyelamatkan malam-malam kelaparannya busui.
Siapa sih Pak Item?

Hihi. Bapak-bapak penjual nasi goreng yang lewat tengah malam?
Bukan!
Itu.... merk bumbu nasi goreng instan non MSG! Hahahaha.
Awalnya saya tahu bumbu nasi goreng ini dari hasil kepo status WA seorang teman. Beliau memang menjual bebepa produk alami no MSG seperti kaldu jamur, mie instan alamie, dll. Nah, rupanya jualan beliau bertambah dengan bumbu nasi goreng Pak Item itu.
Penasaran, saya pun mencoba membelinya.

Awalnya saya pikir bumbu nasi goreng Pak Item itu seperti bumbu nasi goreng instan yang dijual di pasaran, berentuk bubuk seperti penyedap rasa. Ternyata, bentuknya pasta. Seneng dong, karena saya lebih suka bumbu nasi goreng pasta, berasa beneran makan nasi goreng. Hehehe.
Oia, ada 2 varian rasa bumbu nasi goreng pak Item yaitu Nasi Goreng Mesir dan Seafood.
Kebetulan waktu itu ada sedikit sisa nasi yang terlalu keras dan sedikit sisa gulai kambing dari aqiqah sikecil Salsabila. Malam-malam kelaparan saya pun langsung eksekusi bumbu nasi goreng pak Item. Hasilnya? Mantabs banget! Mungkin karena ada tembahan gulai kambing jadi rasa nasi kebuli-nya makin nendang. Nasi yang keras banget ((sebenarnya malas mau makan karena kerasnya keterlaluan dan sudah menginap semalam)) jadi terasa nikmat. Hm...! apalagi suami bilang enak dan nasi goreng yang kebanyakan itu akhirnya habis juga.
Untuk yang seafood, waktu itu saya coba dengan porsi sesuai dengan anjuran, jadi nggak kebanyakan eh malah kepedesa. Hihi. Saya memang lagi nggak begitu berani makan yang pedas-pedas. Entahlah, sejak hamil tua itu jarang banget makan sambal trus kebawa sampai sekarang.
Tapi rasa seafood-nya kurang nampol. Entahlah, atau mungkin waktu itu saya terlalu fokus sama rasa pedasnya jadi nggak kerasa seafood-nya ya?
Setelah itu mencoba lagi yang rasa nasi goreng mesir. Kali ini sesuai petunjuk yaitu dengan tambahan irisan daun bawang dan telur. Sewaktu dimasak rasanya seperti bau bumbu kari, kerasa banget rempahnya. Trus sengaja saya pakai nasi yang cukup untuk 2 porsi karena jika hanya dipakai untuk 1 porsi, takut kepedesan. Ternyata rasanya masih tetap enak, meskipun aromanya berbeda dengan yang saat pertama kali mencoba. ((yang kedua ini jelas tanpa tambahan daging kambing, hehe).
Dan suami saya masih bilang enak dan minta dipesankan bumbu-nya lagi. Hm... akhirnya doi ketularan hobiku makan nasi goreng. Wkwkwkwk.
Pokoknya, recommended deh buat emak-emak sibuk atau busui pecinta nasi goreng yang sering kelaparan tengah malam.

Nasi goreng mesir ala Pak Item
Oia, untuk harga per sachet-nya, 4.000 untuk nasi goreng mesir dan 4.500 untuk seafood. Iya sih, lebih mahal dari bumbu nasi goreng instan yang dijual di minimarket sebelah. Tapi yang ini isnyaALlah lebih sehat karena nggak pakai MSG. Worth it!
Untuk pecinta pedas yang level tengah juga lumayan lah, pedasnya terasa dari cabe dan merica yang ditambahkan ke dalam bumbu.
Yuhuu! Terimakasih ‘Pak Item’. Sekarang kalau kepalaran jadi praktis banget, tinggal orak-arik telur, masukin nasi trus masukin bumbu, aduk-aduk sampai rata dan matang. Kalau nggak ada daun bawang/onclang saya pakai bawang goreng aja. Nggak kalah nikmat pokoknya.
Oia, saya beli-nya bawang goreng di Mara Solehah, blogger Semarang yang hobi-nya jalan-jalan. Bawang gorengnya crunchy banget dan kemasannya pakai kemasan fliptop jadi mudah dibuka tutup untuk menjaga kerenyahannya. Kalau mau beli sok atuh ke IG @marasolehah atau FB Mara Soleheh. Sebenarnya dia nggak jualan online sih, karena jualan offline pun sudah kewalahan. Tapi kalau mau nyoba beli, siapa tahu bisa.
Kalau bumbu nasi goreng pak Item-nya saya beli di teman tapi sekarang IG-nya @yunirestu_zaydashop belum aktif lagi. Mau pesan? Hubungi saya aja, nanti saya kasih nomor HP beliau. Hihi.
Apaan sih ini, malah ujungnya jualan. Wkwkwkwk. Maafkan,
Semoga bermanfaat,
Salam,


2 comments:

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam