Saturday, 18 November 2017

Menjadi Warganet Cerdas Berinternet


“Kalian menggunakan internet untuk apa saja?”
“WA!”
“Instagram!”
“Ef-Bi!”
“Browsing buat tugas sekolah!”
Jawaban riuh rendah itu terlontar dari mulut remaja usia SMP dan SMA saat saya bertanya tentang internet yang mereka gunakan.  Waktu itu saya tengah diminta untuk sharing dengan remaja di sekitar wilayah Sawah Besar, Gayamsari Semarang. Tema yang diambil adalah tentang berinternet cerdas dan memanfaatkan internet.
Setelah itu saya kepo akun IG mereka, dan setelahnya saya menyimpulkan bahwa anak-anak remaja seusia mereka memang sangat rentan terkena dampak negatif penggunaan internet (terutama pengguna media sosial). Sebagian besar dari mereka ingin seperti selebgram/youtuber yang mendapatkan pundi rupiah dari foto-foto fdan video yang diunggah di akun media sosial tersebut.

Sebagian lagi merasa keren hanya dengan selfie seadanya (ada juga yang menjurus konten pornografi) dan sebagian justru mengikuti komunitas semacam fansclub yang dipandang negatif di masyarakat. Hm.. miris melihat fenomena ini telah menjamur di kalangan anak SD hingga tingkat atasnya.
Sebenarnya, orang dewasa pun juga tak kalah rentan terkena dampak negatif internet, namun secara umum mereka bisa lebih bijak menyikapi dan memilah mana yang pantas dan mana yang tidak untuk ditayangkan di akunnya.

Berdasarkan data yang dilansir oleh APJI (Asosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia) pada tahun 2016, lebih dari 50% penduduk Indonesia adalah pengguna imternet aktif. Mereka menggunakan internet untuk mengakses media sosial, berjualan online, dll. Kebanyakan dari mereka juga menggunakan perangkat ponsel pintar untuk berinternet.
Bisa dibayangkan ya, betapa riuhnya suasana di facebook (yang masih menjadi medis sosial paling diminati hingga saat ini) saat ada pro-kontra yang terjadi di masyarakat. Bahkan suasana panas-nya melebihi panas yang terjadi di dunia nyata. Iya loh, dimari adem-adem saja di timeline facebook hampir selalu panas.
Ups! Kita lupakan tentang panasnya timeline yang kadang bikin jengah ya. Well, meskipun kadang saya setuju dengan salah satu pihak baik yang pro maupun yang kontra, tapi jujur saya tidak suka berdebat di media sosial. Saya bermedsos untuk mencari hiburan, bukan untuk gontok-gontokan. Muehehehehe.
Bagaimana supaya bisa memanfaatkan internet dengan baik?
Kembali ke tujuan dan niat masing-masing orang untuk berinternet. Ada orang yang menggunakan internet sekadar untuk mencari hiburan, stalking mantan (eh), mencari informasi dari media online, ada juga yang untuk mencari penghasilan misalnya memiliki online shop maupun menjadi seorang buzzer.
Untuk point terakhir, memanfaatkan internet untuk mendapat penghasilan merupakan hak setiap orang. Siapapun boleh dengan bebas memanfaatkannya agar dapur tetap ngebul. Namun, jangan sampai demi uang kita menghalalkan segara cara, melawan prinsip yang telah dibangun diri sendiri, dan membohongi hati nurani dengan melalukan hal negatif.
Menjadi penulis, blogger, buzzer, dll adalah pilihan setiap orang. Memanfaatkan media untuk mendapatkan penghasilan juga merupakan pilihan. Ada orang yang ngeblog hanya untuk sharing, curhat, ada juga yang full menetisasi blog-nya dan ‘ternak’ blog agar sukses memasang google adsence, dll.

Saring before sharing
Prinsip menyaring informasi sebelum membagikannya lewat akun media sosial sangat penting untuk diperhatikan. Lihat saja, banyak orang yang menyebarkan info hoax, provokatif, konten yang mengerikan (misalnya menyebarkan foto korban kecelakaan tanpa disensor), dll.
Tak terkecuali di grup-grup whatsapps, banyak sekali orang termakan info hoax terlebih mereka yang sudah cukup sepuh. Informasi apapun yang tersebar mereka anggap benar tanpa konfirmasi ke penyebar sebelumnya.
Untuk itulah tugas kita yang masih muda untuk meng-counter informasi hoax dengan informasi fakta dan hal-hal yang bermanfaat. Jika mendapat informasi, terlebih dahulu konfirmasikan ke pihak terkait, jika meragukan sebaiknya info tersebut cukup sampai di kita saja, tak perlu disebarkan.
Informasi hoax seringkali dibuat dengan judul yang 'wow', bahasa provokatif dan persuasif, mencatut nama-nama dan gelar yang tak bisa dipertanggungjawabkan (seringkali hanya nama rekaan), dll. Jadi pastikan untuk menyaring informasi sebelum kita menggerakkan jari-jari dan menekan tombol 'share'.
Banyak lho, teman saya yang sekarang tertarik untuk ngeblog karena saat ini blogger dianggap sebagai profesi. Yup! Banyak orang yang berpenghasilan full dari blog-nya. Nggak percaya? Silakan kepo blogger yang sudah femes. Hehe.
Apapun tujuan kita untuk ngeblog, jangan lupakan prinsip diri dan semangat untuk membuat konten positif bin manfaat ya, Temans. Blogging with heart, money will follow meminjam istilahnya Makpuh-nya Kumpulan Emak Blogger (KEB) Mak Indah Julianti.


Ini lho, salah satu blogger kece yang mendapatkan banyak manfaat dari blog dan internet. Ada Mba Dewi Rieka yang lebih dikenal dengan panggilan Dedew. 'Mamak' nya 'Anak Kos Dodol' ini sudah menerbitkan banyak buku dan blognya pun tak hanya satu. Bahkan bukunya 'Anak Kos Dodol' yang bercerita tentang kehidupan di kos mahasiswi Jogja ini difilm-kan juga. Kamu sudah pernah nonton filmnya belum, Temans?
Pokoknya super banget lah Mbak Dedew ini. Blog-nya keren, nulis bukunya juga jalan. Aih! Pengin banget seperti dikau, Mba Dew yang selalu produktif nulis.
Pengalaman Mba Dedew dalam dunia kepenulisan sudah nggak perlu diragukan lagi. Selain menjadi founder komunitas Gandjel Rel, juga sering menjadi juri dalam kompetisi menulis. Baru-baru ini malah mendapatkan juara lomba menulis dengan hadiah yang bikin iri *eh. Barakallah Mbak Dedew..! Supeeer!
Selain Mbak Dedew, ada lagi Mak-mak yang rajin ngeblog, Mbak Prananingrum. Saya biasa memanggilnya Mba Ningrum. Ibu rumah tangga ini memiliki usaha produksi sprei dan mukena, pokoknya yang berhubungan sama jahit-menjahit lah. Mba Ningrum juga memonetisasi blog-nya loh, makanya tak jarang beliau juga mendapatkan job dari blog.
Asyik kan? Emak-emak di rumah dapat duit dari nulis ((nebar virus baik biar makin banyak yang tertarik ngeblog)).
Penasaran sama keduanya? Sok atuh kepoin blognya aja.
Once more, mari berinternet dengan cerdas.
Semoga bermanfaat,

Salam,

8 comments:

  1. Kasian adek2 yg kena dampak buruk interet yaa mb, hiks

    ReplyDelete
  2. Inspiratif skl mb..anak2 mmg rentan dg dampak negatif inet y

    ReplyDelete
  3. Bener banget saring before sharing i agree with you 😊

    ReplyDelete
  4. sharing before posting juga boleh kan..

    ReplyDelete
  5. Anak2 mmng rawan mb..klo mereka, rawan pornografi dan konco2nya. Klo yang sudah tua(sepuh) aktif WA nan...rentan hoak. Jadi mantep nyebarin apaaa aja..taunya bener..pdhl hoak

    ReplyDelete
  6. Memang harus bijak kok menyikapi postingan apapun di media sosial.mJuga waspada dan tidak mudah baper, hihi

    ReplyDelete
  7. Kalau medsos lagi ramai, aku mencoba menghindar sejenak mba. Ogah membaca timeline yang panas karena bikin hati ga tenang. Hehhee

    ReplyDelete
  8. Saring before sharing setuju banget tuh

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam