Wednesday, 8 November 2017

Labuan Bajo (I Wish) I'm Comin!

Salah satu pemandangan indah di Labuan Bajo
sumber gambar: thejakartapost. com

Abaikan judulnya yang entah sesuai dengan gramatikal atau tidak, saya sedang tidak mood untuk membahasnya. Hehehe. 

Rabu pagi tadi, seperti biasa setelah subuh si dedek bayi minta jatah ASI. Maka saya pun bisa memanfaatkan waktu (masih masa nifas) dengan kembali tidur, hehehe. 
Bangun menjelang pukul 6, dikagetkan dengan notifikasi facebook dari seorang Teman (ehm, Mba Untari Mama Aito) yang nyolek saya dan Bunsal Muslifa Aseani yang katanya dapat hadiah trip ke Labuan Bajo bersama insto. 

Alhamdulillah wa innalillah, itu yang saya ucapkan. Senang karena nama saya menjadi salah satu dari 20 cerita terpilih diantara 1980 cerita yang masuk, namun juga sedih karena kemungkinan besar saya tidak bisa mengikuti trip tersebut. 

"Ayah, aku sedih...! Dapat hadiah pergi kd Labuan Bajo tapi gimana? Dedek bayi belum ada sebulan umurnya." teriakku mengadu ke suami saya.
"Mimpi Bun?"

Maka mengalirlah cerita tentang lomba menulis yang diadakan insto dan berhadiah trip 4D3N ke Labuan Bajo tanggal 24-27 November 2017. Hm.. Tepat sebulan usia sikecil nanti.

Bismillah, semoga bisa diwakilkan. Karena tak mungkin bisa diuangkan, bukan? 
Coba kalau bisa diuangkan saja, girang lah emak. Uangnya bisa dipakai buat modal atau untuk tabungan. ((maunya)) 

Hadiah ini sebenarnya semacam doa yang dikabulkan karena saya ingin sekali menjelajah wilayah Indonesia timur dengan rayuan pantainya yang selalu menggoda. Apalagi saya belum pernah naik pesawat, gratis lagi!

Namun entah apa skenario Allah,  Dia memberi hadiah tepat setelah saya melahirkan akhir bulan kemarin. Hiks. Harap bersabar ini ujian, dan tak ada ujian yang ringan, Jendral!

Terharu dengan antusias teman-teman Gandjel Rel yang memberi selamat sekaligus memberi support untuk melakukan yang terbaik. Ya, sebagai ibu tentu saya memilih anak saya, terlebih usianya sekarang baru setengah bulan. Dia berhak untuk mendapatkan ASI eksklusif dari saya, juga pelukan dan perhatian dari kedua orangtuanya. 

Mungkin ini yang dinamakan jika belum rejeki, makanan sudah di depan mulut pun bisa jatuh. Hihi. Semoga kelak dapat hadiah yang jauh lebih baik dan dalam kondisi yang baik juga. Dapat hadiah Umroh, misalnya. Aamiin...  ((kenceng banget ini mengaminkannya)).

Nitip nyimpan buat kenang-kenangan, heheheh


Bagaimana Ceritanya saya bisa dapat hadiah ini? 

Ya embuh! Hihihi
Semua berawal dari Blogger gathering yang diadakan oleh insto pada bulan Agustus yang lalu. 

Acara diadakan di hall Riverview cafe, mendatangkan speaker yang sudah kami kenal, momtraveler Mba Muna Sungkar. Yang membuatku bersemangat untuk datang bukan iming-iming hadiah trip ke Labuan Bajo melainkan bertemu dengan teman blogger dan dapat pencerahan tentang traveling dari pakarnya. (Iya, saya tidak berharap dapat hadiahnya karena sadar diri saat pelaksanaan trip saya akan sedang rempong dengan new born baby).
Seneng dong, ini salah satu upaya agar bumil tidak stres di rumah sepanjang hari minggu dan bulan, heheh. 

Setelah acara sharing dengan momtraveling itulah diadakan kontes menulis di tempat dengan iming-iming doorprize bagi 5 pengirim pertama.
"Hm, lumayan nih, kali bisa dapat doorprize-nya, nulis ah!" batinku waktu itu. 

Yup! Selain itu, untuk nulis di tempat itu juga saya anggap sebagai semacam 'menggugurkan kewajiban' karena saya diundang agar menulis di microsite (meskipun tak ada kewajiban, sebenarnya). Kalau nulisnya besok-besok belum tentu ada waktu atau ide lagi, pikir saya juga. 

Karena bingung mau menulis apa, saya mengingat beberapa perjalanan saya meski hanya ke tempat-tempat yang dekat. Hati saya nyantol dengan perjalanan singkat ke Sikunir. Saya pun mengkombinasikan kisah perjalanan adik saya dengan perjalanan saya sendiri ke Sikunir.

Menulisnya dengan hati, karena niat untuk berbagi juga. Siapa tahu makin banyak yang berdatangan ke Sikunir setelah membaca rencana perjalanan di microsite insto tersebut. 

Untuk tips yang harus dimasukkan ke dalam tulisan, saya hanya memasukkan apa yang terpikir saat itu juga. 

Bismillah, sent! Setelah saya self edit typo dll meskipun mungkin masih ada typo yang tersisa. 
Setelah itu, makan dong! Capek habis nulis, hihi. 

Alhamdulillah ternyata saya salah satu dari 5 peserta yang submit tulisan pertama. Yeay! Alhamdulillah... 

Saya tidak lagi mengirim tulisan tambahan setelah acara gathering. Tak ada yang nyantol di kepala dan hati, juga disibukkan dengan beberapa hal termasuk persiapan melahirkan.

Ternyata satu tulisan itu menemukan jodohnya 😄😄

Alhamdulillah.. Semoga ini bisa dijadikan portofolio dan pengalaman. Aamiin.. 
Doakan ya, Teman. Semoga nemu jalan terbaik, win-win solution. 

Weslah, sekian curhat saya hari ini. Terimakasih yang sudah sudi membaca.
Sekian dan terima transferan. Hehe

Salam, 


www.weekendescape.co.id/trip/jawa-tengah/berburu-golden-sunrise-sikunir-dieng

3 comments:

  1. Selamat mbaa, semoga bisa segera menemukan jawaban atas kegalauannya(?) *eh. Hihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keputusannya nggak berangkat, krn ga bs diwakilkan juga 😢😢

      Delete
  2. Selamat arinaaa, insyaAlloh dapat ganti yg lebih baik yaaa. Oh jadi gabisa digantikan juga ya?

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam