Saturday, 14 October 2017

Pesona Masjid Tarbawi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang


Payung Elektrik Raksasa yang Fenomenal
Setiap umat islam pasti memiliki impian untuk bisa melaksanakan ibadah haji, menyempurnakan rukun islam ke-5. Beribadah di Baitullah, di depan ka'bah dan di masjid Nabawi yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah adalah kenikmatan dan kerinduan tak terkira.
Namun saat panggilan Allah itu belum tiba, kita hanya bisa memendam rindu itu dalam do'a-do'a di waktu mustajab.
Memandangi gambar ka'bah dan masjidil Haram-Masjid Nabawi seakan-akan menjadi pengobat rindu sesaat. Semoga kita yang belum mendapat panggilan, dimudahkan oleh Allah jalan menuju ibadah haji. Aamiin..
Jika melihat kedua masjid itu, apa sih yang paling menarik, Temans? Arsitekturnya bukan? Selain kenyamanan dan keberkahan untuk beribadah di dalamnya.
Kalau saya dulu excited sekali dengan payung elektrik raksana yang bisa dibuka-tutup otomatis. Membayangkan saat langit pagi mulai benderang lalu payung-payung itu terbuka perlahan, menampakkan cahaya pagi hari. Duh, syahdu sekali.

Pesona payung elektrik raksana itu bisa kita dapatkan di Semarang, lho Temans. Tepatnya di Masjid Agung Jawa Tengah atau yang dikenal dengan MAJT.
MAJT berada di Jl. Gajah kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Di lahan seluas 10 hektar ini berdiri kokoh Masjid Agung yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Ada 2 hall yang bisa disewa untuk mengadakan acara seminar/pernikahan/wisuda dan acara lainnya. Di sini juga tersedia hotel yang bisa disewa untuk umum. Fasilitas lainnya ada pujasera dan toko-toko yang menyediakan berbagai barang seperti alat ibadah, herbal, busana muslim, dll.
Tak perlu takut jika datang dengan kendaraan besar karena lahan parkirnya luas tersedia di sekeliling masjid. Namun yang perlu diwaspadai adalah jalan menuju/kembali ke MAJT yang sering macet di beberapa titik. Bahkan keluar/masuk di pintu utama pun sering macet terutama saat ada acara. Pilih juga waktu yang tepat, jangan sampai terjebak pasar krempyeng di ahad pagi.


Pengunjung memadati MAJT saat hari libur

Wisata Religi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)
Masjid yang mulai dibangun pada tahun 2001 ini diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang masih menjabat kala itu. Namun sebelum diresmikan pun telah mulai digunakan untuk shalat jumat dan shalat lima waktu.
Setelah diresmikan, MAJT menjadi primadona bagi masyarakat sekitar untuk berwisata melihat kemegahan arsitekturnya dan menikmati suasana sore/malam di sekitar halaman masjid.  
Sejak peresmiannya, bagi organisasi kemahasiswaan saat itu, agenda mengunjungi MAJT selalu menjadi agenda yang dilakukan untuk menyambut mahasiswa/anggota baru. Bertajuk city tour, dengan menyewa angkot berkeliling kota lama lalu ke MAJT.
Begitu memasuki area masjid, kita akan disambut dengan pilar-pilar kokoh dengan paduan warna putih, ungu, dan emas. Pilar sejumlah 25 ini melambangkan jumlah Nabi dan Rasul dalam islam. Di bidang datar pilar terukir kaligrafi asmaul husna dan surat Yasin.
Bangunan utama masjid menonjolkan arsitektur jawa. Ya, bangunan masjid berbentuk joglo sehingga menjadi perpaudan yang apik, terlihat seperti rumah joglo yang menyembut di tengah-tengah pilar arsitektur Romawi.
Hampir setiap hari selalu berdatangan rombongan wisatawan yang mengunjungi MAJT. Mereka terutama adalah rombongan ziarah dari berbagai daerah yang hendak mengunjungi makam Wali Songo dan menjadikan MAJT sebagai salah satu tujuan wisata.  

Menara ALHusna di kejauhan

Jika datang ke sana, jangan lupa juga menyempatkan diri untuk menaiki menara AL-Husna (AL Husna Tower) setinggi 99 meter dengan 19 lantai. Menara ini dibuat setinggi 99 meter untuk melambangkan jumlah asmaul husna. Di atas menara ini pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dari ketinggian. Selain itu disediakan teropong yang bisa dioperasikan dengan koin selama beberapa menit.

Menropong di atas menara

Di lantai 2 dan 3 menara AL-Husna terdapat museum kebudayaan islam. Untuk naik ke menara dan sekaligus memasuki museum, pengunjung dikenakan biaya yang cukup murah, Rp. 7.000/orang. Museum ini mengemas sejarah peradaban dan perkembangan islam dan pesantren di tanah Jawa khususnya di daerah pesisir. Banyak benda pusaka dan peninggalan sejarah yang dipajang, termasuk berbagai kitab kuning dan AL-Quran yang telah berumur ratusan tahun.

Salah satu benda di museum AL-Husna MAJT

Di dalam lift ada pemandu yang membawa kita naik/turun menara, jadi selama beberapa menit kita bisa bertanya seputar menara/museum kepada mereka. Selebihnya, di atas menara kita bisa berkeliling menikmati pemandangan atau meneropong. Hati-hati jika ke sini, jika mengenakan gamis/rok pastikan mengenakan dalaman celana kulot karena angin kencang akan menerbangkan pakaian dan jilbab kita. Sebaiknya kenakan jaket/outer juga supaya jilbab tidak tertiup angin dan tersingkap auratnya.
Di sekitar halaman masjid, ada taman yang bisa dijadikan sebagai tempat beristirahat dan bermain, ada juga replika bedug raksasa yang dipajang di taman.
Gimana Temans? pokoknya jangan sampai ketinggalan datang ke MAJT ya, terutama buat yang muslim. Buat Teman-teman agama lain boleh juga sih datang untuk berwisata dan melihat-lihat seputar masjid/menara.
Datang bersama anak kecil? Tak perlu risau, karena anak-anak pun boleh ikut naik ke menara. Tarif tiket untuk anak di atas 3 tahun sama dengan orang dewasa yaitu Rp. 7.000/orang. Sedangkan untuk usia dibawahnya free.
Toilet untuk putra/putri pun cukup representatif, terdapat di area tempat wudlu MAJT. Jika si kecil bosan atau lapar, bisa membawanya ke pujasera dan memilih makanan kesukaannya yang tersedia di sana. Asyik juga kalau piknik sepertinya, asal tidak datang di waktu terik dan di waktu shalat, karena biasanya saat masuk waktu shalat pengunjung diarang duduk-duduk di area masjid.
AlQUr'an raksasa di Ruang utama Masjid MAJT
Oia, di dalam masjid juga terdapat replikas AL-Qur’an raksasa yang dibuat oleh Mahasiswa Isntitit Ilmu AL-Qur’an (IIQ) (Sekarang Universitas Sains Al-Qur’an/UNSIQ) Kalibeber Wonosobo. Waktu itu beliau adalah santri di Pondok pesantren Al-Asy’ariyyah asuhan Simbah Kyai Muntaha Alhafidz. Btw sebagai orang asli Wonosobo saya ikut bangga sekali lho, dengan adanya Al-Qur’an raksasa yang dibuat dengan kaligrafi tangan itu.
Semoga tidak hanya lembar-lembar AL-qur’annya, namun ayat-ayatnya kekal terpatri dalam hati kita semua. Aamiin...
MAJT Semarang
Ah ya, setiap mengingat MAJT dan lewat di depannya (padahal setiap pergi hampir selalu melewatinya karena rumah mertua dekat dengan MAJT) saya selalu ingat moment penting di sana. Waktu itu saya masih bekerja di LAZiS Jateng (lembaga Amil Zakat AL-Ihsan Jateng). Kami mendapat undangan untuk mengikuti seminar bisnis di Semarang.
Masing-masing LAZiS Jateng cabang mengirimkan delegasinya untuk mengikuti seminar dan recharge semangat. Dan benar saja, seminar bertajuk UTHB (Umat Terbaik Hidup Berkah) asuhan ustadz Samsul Arifin itu banyak mengubah cara pandang saya terhadap hidup.
Di seminar itulah saya pertama kalinya menangis sampai benar-benar menangis tanpa malu dengan peserta di sekeliling karena mereka pun sama dan mengingat dosa, mengingat kesalahan, dan segala macamnya. Lalu, keluar dari seminar itu keberanian untuk mengendarai motor akhirnya muncul lagi. Dan, bisa punya motor 2nd untuk pertama kalinya, lalu bisa naik motor ke tempat kerja. Namun akhirnya harus trauma lagi sampai sekarang setelah hampir terjun bebas ke jurang. Hiks.
Ah, malah saya jadi nostalgia sendiri nih...
Jadi, kapan kamu ke Semarang dan datang ke MAJT, Temans?
Semoga bermanfaat,
Salam,  

11 comments:

  1. Subhanallah... Bagus sekali. Semoga suatu saat saya bisa mengunjungi masjid ini. Aamiin ^^

    ReplyDelete
  2. Rumah kita dekat banget ke masjid ini, tapi kita malah nggak pernah pergi kesini berdua, cuma lewat ya. Hayo aku diboncengin kalo udah berani naik motor dewe, Rin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, masih ngumpulin keberanian buat bawa motor nih...

      Delete
  3. Wish list kalau mudik, belok sini dulu pas lewat Semarang. Thanks sharingnya Mbak..
    Subhanallah keren masjidnya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Mba Dian mudiknya kemana Mba? harus mampir dulu. hehe

      Delete
  4. megah banget masjidnya ya mbaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Zata, sering ada acara besar disana :)

      Delete
  5. Alhamdulillah udah sering ke mesjid inu, dan Nabawi juga, semoga bisa segera bisa ke Nabawi lagi 😀

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam