Monday, 25 September 2017

Kebab, Jajanan Kaki Lima dengan Cita Rasa Khas Hidangan Timur Tengah



arinamabruroh.com_Sponsored Post
Assalamu’alaikum, Temans.
Kebab, siapa yang tak kenal makanan enak yang mengenyangkan ini. Saat ini penjual hidangan khas timur tengah ini sangat mudah ditemukan di tanah air. Mulai dari pedagang tenda kaki lima yang berjajar di pinggir jalan, hingga sajian signature dish sebuah restoran mewah kelas atas banyak yang menjadikan menu masakan daging ini ke dalam daftar menu mereka.
Teman-teman juga suka makan kebab? Makanan (atau masyarakat Indonesia banyak mengenalnya sebagai camilan) ini memang disukai banyak orang karena cita rasa khas-nya. Harganya pun beragam menyesuaikan tempat di mana ia bisa didapatkan. Mau pilih kaki lima atau restoran bintang lima, itu pilihan dan selera.

Kebab atau kabob menurut sejarahnya berasal dari negara Turki, meskipun ada juga yang mengatakan bahwa asal makanan ini adalah dari negara Arab. Makanan khas Timur Tengah ini memiliki banyak nama sebutan mulai dari kabbeh, kabab, kabob, kebhav atau kephav. Sebutan ini berbeda-beda berdasarkan dialek masyarakat yang mengkonsumsinya. Sebutan kabob ini menunjukkan jenis hidangan daging yang dipanggang atau dibakar dengan cara ditusuk menggunakan tusukan dari besi. Jenis hidangan khas ini biasa dijumpai dalam resep masakan Timur Tengah, wilayah Asia seperti Asia Tengah dan Asia Selatan, juga di beberapa wilayah negara Afrika.
Umumnya Kabob adalah jenis hidangan daging yang bahan dasarnya terbuat dari daging giling baik itu daging sapi, daging domba, atau jenis daging lainnya yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Timur Tengah. Daging digiling kasar kemudian diolah dan diracik menggunakan bumbu-bumbu khusus khas masakan Timur Tengah yang banyak memakai rempah. Cara masak hidangan main course ini tidak mudah. Banyak tahapan yang dilakukan sebelum hidangan daging ini siap disantap. Proses pengolahannya secara runut dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu:
1. Tahap satu, adalah proses penggilingan daging dan pengolahan bumbu rempah yang terpisah, kemudian kedua bahan tersebut dicampur menjadi satu adonan.
2. Tahap dua, proses pencetakan daging. Daging kabob mentah dicetak dalam bentuk besar yang ditempelkan secara vertikal pada besi pemanggang. Biasanya ukuran pencetakan daging begitu besarnya hingga hampir menyamai besar tubuh seorang anak kecil. Namun ada juga cara pencetakan daging kabob yang dibentuk kecil memanjang pada tusukan besi untuk memudahkan pemanggangan.
3. Tahap tiga, proses pemasakan dan pemanggangan. Saat menjelang disajikan, daging yang dicetak dalam ukuran besar diiris memanjang dengan ketebalan sekitar 1 cm. Setelah itu daging tadi lantas dimasak dengan cara dipanggang pada wajan besi datar menggunakan lemak domba atau mentega. Setelah dimasak, daging yang sudah matang kemudian disajikan dengan cara dibungkus menggunakan roti tortila (roti khas Mexico). Didalam roti diberi tambahan pelengkap berupa sayuran dan juga acar, dan diberi saus khusus. Daging yang dibungkus dalam gulungan roti tadi kemudian dipanggang kembali baru setelah itu disajikan dalam kondisi hangat.

Daging giling untuk isian kebab dalam proses pemanggangan

Dewasa ini Kabob telah merambah jauh ke berbagai wilayah di penjuru dunia seperti wilayah Eropa, Amerika, Kanada, Australia, bahkan negara-negara Asia seperti Jepang, Cina, Malaysia, sampai negara kita Indonesia. Meskipun bercita rasa Timur Tengah, namun makanan ini sangat mudah beradaptasi dengan lidah banyak orang dari berbagai belahan dunia. Kini kabob sudah tak asing lagi dan sudah sangat dikenal oleh masyarakat luas berbagai bangsa.
Meski resep dasar hidangan daging ini cenderung sama, namun cara penyajian kebab di masing-masing negara berbeda-beda disesuaikan dengan kebiasaan dan kondisi masyarakat setempat. Di negara kita Indonesia, kabob mudah ditemukan di lokasi jajanan kaki lima yang biasa berjualan di pinggir-pinggir jalan. Tiap penjual kabob menyajikan menu dagangannya dengan caranya masing-masing. Namun secara umum cara memasak dagingnya adalah tetap dengan cara dipanggang dan disajikan dengan cara dibungkus roti pita serta diberi tambahan sayuran pelengkap didalamnya.
Bagaimana? Makin ingin makan kebab? Semoga suatu saat bisa mencicipinya langsung dari negara asalnya. Katanya sih rasanya jauh berbeda dengan kebab yang umumnya dijual di Indonesia. Tapi apapun dan bagaimanapun itu, mendapatkan di negara asalnya tentu memiliki ‘rasa’ dan cerita yang istimewa.
Semoga bermanfaat,
Salam,

2 comments:

  1. Pasti kenyang langsung sesudah mkan ni mkanna

    ReplyDelete
  2. Padahap kalo di Turkinya mah bentuknya kebab kek sate biasa ya. Di saudu ada juga nih bentuknya kek kebab tapi sawarma namanya. Enak jugak

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam