Tuesday, 1 August 2017

Menorehkan Sejarah Lewat Blog


Assalamu’alaikum, Temans.
((Terlalu berlebihan kah apa yang saya tuliskan di judul?))
Apa tujuan utama saya menulis? Untuk apa saya memiliki blog dan mengisinya? Dalam perjalanan selama beberapa tahun ini,  telah mengalami pergeseran niat dan semoga menjadi lebih baik dan terus lebih baik. Aamiin..
Awal dulu saya membuat blog adalah iseng! Ya, iseng, sekadar menurutkan rasa penasaran dengan apa yang dilakukan teman-teman saya. Blog itu makanan apa sih? kenapa sebagian teman kampus senang sekali membahasnya? Dan akhirnya lahirlah blog www.istanarina.blogspot.com yang setelah dibuat saya diamkan saja karena malu untuk publish tulisan, dan belum punya ilmu bagaimana menulis di blog.

Selanjutnya, masih di blog yang sama, mulai beralih fungsi menjadi media untuk mengikuti lomba menulis yang menjamur di media sosial sekitar tahun 2011 – 2013. Memang hanya beberapa tulisan yang wajib di-publish lewat blog, selainnya dikirim ke email penyelenggara. Setelah itu, blog kembali mati suri (duh.. maafkan embokmu ini ya).
Setelah menikah pada April 2013 saya pindah mengikuti suami ke Semarang. Masa-masa setelah menikah itu, adalah masa yang penuh kecanggungan dan membosankan. Saya yang biasanya mobile meski angkoters sejati, tiba-tiba harus lebih banyak di rumah karena nganggur. Seringkali di rumah hanya berdua dengan ibu mertua, aktivitas pagi hanya memasak dan bebersih rumah, setelahnya, hanya bisa ongkang-ongkang kaki sambil nonton TV atau sesekali membaca buku/majalah. Sisanya hanya menulis untuk (masih) mengikuti lomba-lomba di dunia maya.
Lalu saya mulai menemukan kesenangan tersendiri untuk berbagi banyak hal di blog (baca: tjurhat) sejak tahun 2014, saya lupa karena apa. Mungkin karena banyaknya teman yang memiliki blog dan saya menemukan salah satu komunitas penulis perempuan di Semarang yang tengah hangatnya membahas blog. Akhirnya saya bergabung, megikuti pertemuan komunitas tersebut dan bertekad untuk banyak menulis dan menghidupkan blog.
Saat itu yang terpikir adalah ‘saya menulis untuk mengobati diri sendiri’. Ya, saya yang (mungkin) terkena baby blues tanpa saya sadari. Menghadapi lonjakan hidup yang begitu mengagetkan, karena seumur-umur belum pernah di-opname di rumah sakit, sekalinya dirawat harus menjalani operasi sectio untuk kelahiran anak pertama. Ya, saya butuh obat selain curhat dengan Allah dan dengan suami atau ngobrol dengan sesama ibu muda yang baru memiliki anak pertama. Maka saya menuliskan apa saja dan mulai lebih berani (baca: berusaha menghilangkan rasa minder) untuk publish tulisan apa adanya di blog. Hm.. waktu itu meng-klikpublish’ sambil merem karena malu.
Lalu setelah bergabung dalam berbagai forum blogger di dunia maya, dan mengikuti pertemuan blogger Semarang, lambat laun mulai memahami bahwa ngeblog tidak sekadar untuk diri sendiri, tapi lebih jauh adalah salah satu media agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Semoga sih selalu membawa niat untuk beribadah dan selalu di jalur yang benar.
Meski banyak yang mengatakan persaingan di dunia blogger sekarang makin kejam, saya yang belum lama ‘nyemplung’ belum sepenuhnya merasakan apa yang para mastah rasakan. Kecuali makin banyaknya blogger baru, ini sih semoga kabar baik agar semakin banyak orang menulis dan yang ditulis adalah hal positif bukan menebar hoax.
Senang sekali saat BloggerMuslimah mengadakan program #ODOP alias One Day One Post. Sudah lama saya tidak mengikuti program serupa karena sempat mengalami kemalasan dan selalu nge-blank begitu menyiapkan alat tempur. Huhuhu... intensitas blog walking pun menjadi jauh berkurang dibanding sebelum-sebelumnya. Sediih... padahal blog walking adalah sarana untuk belajar dan ‘silaturrahim’ sesama blogger juga.
Semoga dengan mengikuti program #bloggermuslimahindonesia ini, makin terasah rasa untuk menemukan ide dan mengolahnya dalam tulisan yang enak dibaca namun juga berisi. Iya, bukankah ‘content is the king’ dalam sebuah tulisan? Semoga bisa sering menuliskan hal-hal yang bermanfaat di dalam blog ini. Semoga blog ini juga menjadi sarana untuk menorehkan sejarah seperti apa yang saya tuliskan di atas. Terakhir, semoga quote ini cukup untuk menyemangati diri saya sendiri dan (semoga) Teman-teman yang membaca tulisan ini. Aamiin..
“Sejarah islam tidaklah tertulis kecuali dengan dua warna tinta. Tinta warna hitam yang ditorehkan oleh tinta para ulama dan tinta warna merah yang ditorehkan oleh darah para syuhada” (Syaikh Abdullah Azzam (rahimahullah)).
“Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak mampu menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah, menulis adalah belajar untuk keabadian” (Pramoedya Ananta Toer)
Baca juga: Rahasia Hidup Abadi
Semoga bermanfaat,

Salam, 

12 comments:

  1. Semoga lancar-lancar selalu nulisnya ya, Mbak. Aku suka banget sama judulnya. Enggak berlebihan kok. Aku setuju,kita kan menulis untuk meninggalkan jejak :)

    ReplyDelete
  2. Saling menyemangati ya mbak. Dari aku, yg newbie ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo Mba Thicko nyubi trus aku opo jal?! 😱😱

      Delete
  3. Salam kenal kak..^^
    Wah masya Allah judulnya sangat inspiratif, Aisyah juga ikutan ODOP ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga.. Yuk saling menyemangati 😊

      Delete
  4. Semangat Mbak Arina,semoga blognya makin kece dan menginspirasi banyak orang ya, amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. Yaa Rabb.. Moga Mba Wid jga 😊

      Delete
  5. huhuhu aku belum bisa mengatasi masalah kemalasan ku untuk menulis mbak :( kudu bener bener dipaksa kalo nulis :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sebenarnya juga sering terpaksa lho Lee.. hehe

      Delete
  6. Aku telat daftar ODOP, gagal ngikut, hikss

    Sukses terus Arin, semangat ngeblognya semangat menginspirasi jugaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... ikut ODOP selanjutnya Mba.. insyaAllah 2 bulan lagi :)

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam